Portal Berita Ekonomi Rabu, 19 September 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 21:21 WIB. BTN - BTN akan bersinergi dengan berbagai pihak termasuk dengan BUMN lain untuk kejar penyaluran kredit komersial hingga akhir tahun ini.
  • 21:18 WIB. AP II - Awaluddin merinci dana yang dikeluarkan untuk membangun terminal baru di Bandara Tjilik Riwut mencapai Rp400-500 miliar. 
  • 21:16 WIB. AP II - AP II berharap penyelesaian pembiayaan keempat bandara bisa terlaksana pada 2019.
  • 21:15 WIB. AP II - AP II mengalokasikan dana investasi diperkirakan Rp1,7 triliun untuk bangun 4 bandara.
  • 21:13 WIB. AP II - AP II menggandeng PINA untuk mempercepat pembiayaan pengembangan empat bandara.
  • 21:08 WIB. BUMN - Imam A Putro: setoran dividen 2019, sebesar Rp 44,7 triliun adalah dari BUMN dan Rp850 miliar dari BUMN di bawah pembinaan Kemenkeu.
  • 21:07 WIB. HK - HK mengatakan, dengan diaplikasikannya integrasi JORR, pengguna jalan dari Tanjung Priok ke arah Kapuk kini hanya membayar sekali.
  • 20:46 WIB. BNI AM - Produk reksa dana pasar uang BNI AM mendapatkan penghargaan sebagai Reksa Dana Pasar Uang Terbaik. 
  • 20:14 WIB. ManageEngine - ManageEngine luncurkan Browser Security Plus.
  • 20:12 WIB. Oppo - Oppo F9 Starry Purple resmi meluncur di Indonesia.
  • 17:01 WIB. Nasional - MUI: vaksin MR boleh tapi imunisasi hukumnya wajib.
  • 17:00 WIB. Politik - PB NU bilang sebutan ulama tidak sekadar kuasai ilmu.
  • 17:00 WIB. Politik - Bakal calon presiden Prabowo impikan bangun akademi perawat.
  • 17:00 WIB. Nasional - Mendikbud sebut SEAMEO usung tujuh program prioritas pendidikan.
  • 16:59 WIB. DKI Jakarta - Gubernur Anies Baswedan ajak jajarannya terapkan rencana pembangunan.

Pertamina: Kenaikan BBM Karena Harga Minyak Dunia

Foto Berita Pertamina: Kenaikan BBM Karena Harga Minyak Dunia
Warta Ekonomi.co.id, Kupang -

PT Pertamina Wilayah Nusa Tenggara Timur mengatakan kenaikan harga BBM jenis Pertamax pada Sabtu (24/2) dari Rp8.600/liter menjadi Rp8.900/liter mulai pukul 00:00 WIB, akibat naiknya harga minyak dunia.

"Sebenarnya kenaikan harga Pertamax ini sudah menjadi hal yang biasa terjadi, karena memang kenaikannya disesuikan dengan harga minyak dunia saat ini," kata Branch Marketing Manager PT Pertamina NTT Mardian di Kupang, Selasa (27/2/2018).

Menurutnya tak perlu dibesar-besarkan kenaikan harga BBM non subsidi tersebut karena memang ini tak merugikan masyarakat kecil.

Ia mengaku heran pascakenaikan BBM jenis Pertamax dan BBM lainnya yang non subsidi banyak sekali meme-meme serta kritikan yang ditujukan baik kepada pemerintah maupun Presiden Joko Widodo.

"Saya heran mengapa dalam beberapa hari terakhir ini muncul berbagai macam kritik soal kenaikan harga Pertamax, Dexlite serta BBM non subsidi kecuali Pertalite," ujarnya.

Sebenarnya kenaikan harga BBM non subsidi ini sudah sering terjadi, bahkan hampir setiap pekan mengalami kenaikan kemudian turun lagi harganya.

Oleh karena itu tidak perlu diinformasikan lagi kepada warga, karena kenaikan harga tersebut tidak membawa dampak buruk terhadap kehidupan masyarakat kecil.

Sebelumnya, Direktur Eksektutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa di Jakarta mengatakan, harga BBM non-subsidi berpeluang naik lagi karena dipengaruhi cadangan minyak di pasar dunia yang semakin menipis.

Ia mengatakan bahwa Organization of the Petroleum Exporting Countries/Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Bumi (OPEC) telah sepakat untuk memotong pasokannya sebesar 1,8 juta barel per hari di negara-negara produsen minyak.

Pada Desember 2017, OPEC juga telah sepakat untuk memangkas produksi minyak hingga akhir 2018, sehingga harga minyak di seluruh dunia ikut terpengaruh dengan kesepakatan tersebut.

Tidak tahu Sementara itu, warga pengguna Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax di Kota Kupang mengaku tak mengetahui adanya kenaikan harga Pertamax sejak Sabtu (24/2) lalu.

"Oya? memangnya sudah naik ya...saya justru tak mengetahui bahwa ada kenaikan harga pada Pertamax," kata Jimmy saat ditemui di SPBU Alak, Kota Kupang, Selasa.

Jimmy mengaku bahwa selama ini menggunakan BBM jenis Pertamax untuk kendaraan roda duanya. "Harganya memang di atas Premium dan Pertalite namun lebih aman untuk mesin," katanya.

Ia juga memikirkan untuk beralih ke Pertalite, karena harganya stabil serta oktannya 90 yang kualitasnya berada di atas Premium," ujarnya.

Sementara itu Ansel yang juga menggunakan BBM jenis Pertamax untuk kendaraan roda empatnya mengaku bahwa seharusnya ada pemberitahuan baik dari pemerintah ataupun Pertamina soal kenaikan harga ini biar konsumen penguna Pertamax tak kaget dengan kenaikan harga itu.

Ia mengaku dalam seminggu ia bisa mengeluarkan uang sebanyak Rp150 ribu hanya untuk mengisi Pertamax yang adalah BBM non subsidi.

"Seharusnya kalau ada kenaikan seperti inikan bisa diumumkan atau disosialisasikan terlebih dahulu sebelumnya," ujarnya.

Ia mengaku sudah cocok menggunakan Pertamax, oleh karena itu tak berniat untuk menganti BBM tersebut ke harga yang lebih murah.

Kemudian Anton pria asal Oesapa ini mengaku tak mempermasalahakan kenaikan harga BBM jenis Pertamax itu, karena memang dirinya menggunakan Premium yang disubsidi pemerintah.

"Tidak apa-apa kalau Pertamax naik. Asalkan Premium jangan naik harganya," ujarnya.

Sebelumnya PT Pertamina (Persero) secara resmi menaikkan harga jual beberapa produk bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, seperti Pertamax, Pertamax Turbo, dan lain sebagainya mulai 24 Februari 2018.

Untuk wilayah NTT kenaikan harga BBM hanya terdapat pada Pertamax yakni dari semula Rp8.600 perliter kini mengalami kenaikan sebesar Rp8.900 perliter.

Tag: PT Pertamina (Persero), Minyak

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Vicky Fadil

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,991.68 3,951.90
British Pound GBP 1.00 19,685.55 19,482.04
China Yuan CNY 1.00 2,183.20 2,161.62
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,970.00 14,822.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,820.32 10,705.93
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,908.05 1,889.16
Dolar Singapura SGD 1.00 10,924.62 10,814.24
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,459.51 17,283.93
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,614.20 3,575.87
Yen Jepang JPY 100.00 13,327.99 13,192.70

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5873.597 61.807 602
2 Agriculture 1573.131 -18.171 20
3 Mining 1915.607 8.625 46
4 Basic Industry and Chemicals 796.218 16.285 71
5 Miscellanous Industry 1257.362 55.238 45
6 Consumer Goods 2447.908 35.684 47
7 Cons., Property & Real Estate 421.933 1.870 68
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1023.502 -1.264 69
9 Finance 1055.900 6.888 91
10 Trade & Service 820.776 7.323 145
No Code Prev Close Change %
1 PANI 183 246 63 34.43
2 PADI 500 625 125 25.00
3 TFCO 680 850 170 25.00
4 DIGI 340 424 84 24.71
5 JSPT 1,200 1,450 250 20.83
6 BULL 141 169 28 19.86
7 PGLI 210 248 38 18.10
8 TCPI 3,020 3,480 460 15.23
9 ABMM 2,040 2,290 250 12.25
10 KPAL 394 442 48 12.18
No Code Prev Close Change %
1 ARTO 179 137 -42 -23.46
2 PNSE 850 665 -185 -21.76
3 AKPI 970 770 -200 -20.62
4 TAMU 4,290 3,590 -700 -16.32
5 MINA 550 464 -86 -15.64
6 COWL 515 448 -67 -13.01
7 TRUS 195 170 -25 -12.82
8 NICK 146 130 -16 -10.96
9 AGRS 260 232 -28 -10.77
10 MGNA 57 51 -6 -10.53
No Code Prev Close Change %
1 BMTR 384 406 22 5.73
2 SRSN 85 82 -3 -3.53
3 KPIG 715 710 -5 -0.70
4 PNLF 226 238 12 5.31
5 TLKM 3,570 3,550 -20 -0.56
6 BBRI 2,940 3,000 60 2.04
7 ASII 7,025 7,400 375 5.34
8 ERAA 2,470 2,510 40 1.62
9 ENRG 127 136 9 7.09
10 BBCA 24,000 24,000 0 0.00