Portal Berita Ekonomi Senin, 18 Juni 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 10:02 WIB. IPW - IPW meminta Kepolisian segera menuntaskan kasus video mesum yang diduga melibatkan anggota DPR.
  • 05:19 WIB. KAI - Sejumlah penumpang KA Rangkasbitung-Merak mengeluh karena gerbong sangat sesak.
  • 08:46 WIB. KAI - PT KAI prediksi puncak arus balik Lebaran pada 19-20 Juni 2018.
  • 08:48 WIB. KAI - Hadapi arus balik Lebaran, PT KAI Divre III Palembang siapakan 30 ribu tiket.
  • 08:50 WIB. Pertamina - Pertamina jamin kecukupan BBM dan elpiji untuk kebutuhan arus balik Lebaran 2018.
  • 08:53 WIB. BPBD - BPDBD Sleman pantau keamanan wisata di lereng Gunung Merapi pada libur Lebaran 2018.
  • 08:54 WIB. PDIP - Dewan Pimpinan Pusat PDIP tetapkan Yunus Takandewa sebagai Wakil Ketua DPRD NTT.
  • 08:55 WIB. Kesehatan - Layanan pemilik KPS di RSUD Kabupaten Biak Numfor, Papua, cakup 5 kabupaten di Teluk Saereri.
  • 08:57 WIB. KPU - KPU Kota Surabaya menjadi pelaksana kegiatan Election Visit Program di Pilkada Jatim.
  • 08:59 WIB. BI - BI antisipasi kenaikan suku bunga The Fed.
  • 09:01 WIB. BI - BI perlu naikkan bunga acuan 25 bps di bulan Juli atau Agustus.
  • 09:03 WIB. Pegadaian - Pegadaian alami penurunan outstanding pembiayaan pada 1 minggu jelang Lebaran.
  • 07:03 WIB. Pontianak - Cagub Kalimantan Barat Sutarmidji mengimbau masyarakat tetap menjaga kerukunan dan kebersamaan.
  • 05:24 WIB. Rusia - Sebuah taksi menabrak kerumunan pejalan kaki di Red Square, Moskow, dan membuat tujuh orang cedera.
  • 05:21 WIB. Kelapa -  Dinas Perkebunan Sulut berharap petani menghasilkan produk kelapa berkualitas agar mampu bersaing di pasar global.

Nilai Tukar Rupiah Masih Cukup Kompetitif

Foto Berita Nilai Tukar Rupiah Masih Cukup Kompetitif
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih cukup kompetitif meski sempat mengalami fluktuasi akibat membaiknya perekonomian AS.

"Indonesia nilai tukarnya masih cukup kompetitif dan stabil," kata Sri Mulyani di Jakarta, Selasa (27/2/2018).

Sri Mulyani menjelaskan nilai tukar rupiah telah memiliki daya tahan ketika The Fed (Bank Sentral AS) memutuskan untuk melakukan normalisasi kebijakan moneter pada 2017 dan 2018.

Untuk itu, Sri Mulyani mengharapkan kurs rupiah terhadap dolar AS terus fleksibel dan stabil untuk bisa menciptakan daya saing bagi sektor perdagangan yang telah membaik sepanjang 2017.

"Paling penting adalah menggambarkan rupiah cukup fleksibel tapi tetap stabil, yang bisa menciptakan kepastian terhadap dunia usaha, namun tidak menimbulkan daya kompetitif yang tererosi," ujarnya.

Melihat kondisi saat ini, ia memastikan pemerintah akan terus menjaga ekonomi dari dinamika global termasuk kebijakan moneter, fiskal maupun perdagangan AS agar tidak terlalu memengaruhi pergerakan rupiah.

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo memproyeksikan gejolak rupiah terhadap dolar AS akan terus terjadi hingga The Fed mengumumkan kebijakan suku bunga acuan pada pertengahan Maret 2018.

Agus menambahkan, volatilitas rupiah juga disebabkan perbaikan data ekonomi AS serta pelonggaran pajak yang memicu peningkatan kebutuhan pendanaan oleh Pemerintah AS. (FNH/Ant)

Tag: Nilai Tukar Rupiah, Dolar Amerika Serikat (AS), Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Sri Mulyani Indrawati

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Antara/Muhammad Adimaja

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5993.627 -113.071 587
2 Agriculture 1535.417 -16.568 19
3 Mining 1950.048 -19.774 44
4 Basic Industry and Chemicals 810.011 -8.507 70
5 Miscellanous Industry 1230.258 -8.573 45
6 Consumer Goods 2439.310 -39.956 45
7 Cons., Property & Real Estate 473.172 -5.498 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1040.501 -26.112 65
9 Finance 1059.149 -33.106 93
10 Trade & Service 902.658 -6.794 141
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10