Portal Berita Ekonomi Senin, 10 Desember 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 09:09 WIB. IHSG - IHSG dibuka melemah 0,38% ke level 6.103,1. 
  • 09:03 WIB. EPL - Newcastle United 1 vs 2 Wolverhampton Wanderers
  • 09:03 WIB. Gaikindo - Gaikindo usul mobil listrik impor dulu sebelum rakit lokal.
  • 08:58 WIB. Xiaomi - Xiaomi Mi Mix versi 5G mulai tersedia awal 2019 mendatang di sejumlah negara Eropa.
  • 08:36 WIB. Gim - Gim legendaris Crash Team Racing bakal dibuat ulang dan bisa online.
  • 08:33 WIB. Uber - Uber diam-diam ajukan IPO.
  • 08:22 WIB. Xiaomi - Akhirnya Xiaomi Mi A1 cicipi Android Pie.
  • 07:54 WIB. Huawei - Bos Huawei terancam dihukum puluhan tahun penjara. 
  • 07:53 WIB. XL - XL hadirkan layanan internet unlimited. 
  • 07:50 WIB. Grab - Grab rilis sejumlah fitur baru untuk pengemudi dan sopir. 
  • 07:49 WIB. Nissan - Nissan larang Ghosn masuki apartemen pribadi di Brasil. 
  • 07:47 WIB. InSight - Pesawat antariksa InSight rekam hembusan angin di Mars. 

Pendapatan United Tractors Naik 42%

Foto Berita Pendapatan United Tractors Naik 42%
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

PT United Tractors Tbk (UNTR) membukukan pendapatan bersih sebesar Rp64,6 triliun pada 2017 atau meningkat sebesar 42% dibandingkan Rp45,5 triliun pada 2016. Peningkatan pendapatan bersih ini disebabkan oleh kinerja yang lebih baik dari seluruh lini bisnis milik Perseroan. 

Masing-masing unit usaha, yaitu mesin konstruksi, kontraktor penambangan, pertambangan, dan industri konstruksi secara berturut-turut memberikan kontribusi sebesar 38%, 46%, 11%, dan 5% terhadap total pendapatan bersih konsolidasian.

Sejalan dengan peningkatan kinerja operasional disertai dengan marjin pendapatan yang lebih baik, Perseroan membukukan laba bersih sepanjang 2017 mencapai Rp7,4 triliun atau meningkat sebesar 48% jika dibandingkan dengan laba bersih pada 2016 sebesar Rp5,0 triliun.

Segmen usaha mesin konstruksi mencatat peningkatan penjualan alat berat Komatsu sebesar 74% menjadi 3.788 unit, dibandingkan dengan 2.181 unit pada 2016. Peningkatan penjualan alat berat tersebut terutama didorong oleh peningkatan penjualan di sektor pertambangan dan perkebunan. Komatsu mampu mempertahankan posisi sebagai market leader alat berat dengan pangsa pasar domestik sebesar 35% (berdasarkan riset pasar internal). Penjualan produk merek lainnya yaitu UD Trucks mengalami peningkatan dari 361 unit menjadi 700 unit sementara penjualan Scania truk dan bus meningkat dari 532 unit menjadi 1.116 unit.

Sejalan dengan peningkatan penjualan alat berat, penjualan suku cadang dan jasa pemeliharaan alat berat meningkat sebesar 22% menjadi Rp7,1 triliun. 

Secara total, pendapatan bersih dari segmen usaha mesin konstruksi mencatat peningkatan sebesar 69% menjadi Rp24,7 triliun.

Bidang usaha kontraktor penambangan yang dioperasikan oleh PT Pamapersada Nusantara (PAMA) pada 2017 membukukan peningkatan pendapatan bersih sebesar 23% menjadi sebesar Rp29,6 triliun. PAMA mencatat peningkatan volume produksi batu bara dari 109,2 juta ton menjadi 112,6 juta ton. Sementara itu, volume pekerjaan pemindahan tanah (overburden removal) meningkat dari 701,5 juta bcm menjadi 800,8 juta bcm.

Sementara bidang usaha pertambangan yang dijalankan oleh PT Tuah Turangga Agung mencatat total penjualan batu bara pada 2017 mencapai 6,3 juta ton atau turun sebesar 8% dari 6,9 juta ton pada 2016. Penurunan penjualan batu bara ini dikarenakan berkurangnya volume penjualan dari porsi coal trading

Namun, peningkatan rata-rata harga jual batu bara yang signifikan membuat pendapatan unit usaha pertambangan mencatat peningkatan pendapatan bersih sebesar 40% menjadi Rp7,2 triliun.

Adapun bidang usaha industri kontruksi yang dijalankan melalui PT Acset Indonusa Tbk (ACSET) sepanjang 2017 membukukan pendapatan bersih sebesar Rp3,0 triliun dari sebelumnya sebesar Rp1,8 triliun pada 2016. Sejalan dengan peningkatan pendapatan bersih, laba bersih ACSET mengalami peningkatan sebesar 126% menjadi Rp154 miliar.

Nilai kontrak baru pada 2017 mencapai Rp8,4 triliun dibandingkan dengan Rp3,8 triliun pada 2016. Peningkatan kontrak baru sebagian besar diperoleh dari beberapa kontrak strategis di sektor infrastruktur, di antaranya adalah kontrak Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek II, Jalan Tol Bakauheni-Sidomulyo, Jalan Tol JORR II Ruas Kunciran-Serpong, dan Light Rail Transit (LRT) Cawang-Dukuh Atas.

Sekadar informasi, pada Maret 2017, Bhumi Jati Power (BJP) yang 25% sahamnya dimiliki oleh anak perusahaan Perseroan telah menyelesaikan perjanjian pendanaan proyek dengan para kreditur (financial closing). BJP akan mengembangkan serta mengoperasikan pembangkit listrik tenaga uap berkapasitas 2x1.000 MW di Jepara, Jawa Tengah. 

Hingga akhir 2017, progres pembangunan proyek ini telah mencapai 12% dan dijadwalkan akan memulai operasi secara komersial pada 2021. BJP merupakan perusahaan patungan bersama antara anak usaha Perseroan, Sumitomo Corporation, dan Kansai Electric Power Co Inc.

Pada Maret 2017, Perseroan juga melalui anak usahanya PT Tuah Turangga Agung telah menyelesaikan akuisisi 80,1% kepemilikan PT Suprabari Mapanindo Mineral (SMM), sebuah perusahaan batu bara kokas (coking coal) yang berlokasi di Kalimantan Tengah. SMM telah memulai produksi secara komersial pada akhir 2017.

Tag: PT United Tractors Tbk, PT Pamapersada Nusantara (PAMA), PT Acset Indonusa Tbk

Penulis: Annisa Nurfitriyani

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6126.356 10.863 618
2 Agriculture 1492.165 2.046 20
3 Mining 1738.408 -7.512 47
4 Basic Industry and Chemicals 842.327 5.814 71
5 Miscellanous Industry 1389.985 18.923 45
6 Consumer Goods 2509.280 14.409 49
7 Cons., Property & Real Estate 449.724 10.201 72
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1044.777 -3.591 71
9 Finance 1168.029 -6.789 91
10 Trade & Service 791.771 2.091 152
No Code Prev Close Change %
1 SQMI 630 785 155 24.60
2 TFCO 565 700 135 23.89
3 KONI 344 418 74 21.51
4 ETWA 70 85 15 21.43
5 YPAS 515 625 110 21.36
6 KICI 176 212 36 20.45
7 POLA 1,510 1,790 280 18.54
8 JSPT 1,000 1,145 145 14.50
9 RUIS 252 286 34 13.49
10 MPMX 805 910 105 13.04
No Code Prev Close Change %
1 NUSA 280 210 -70 -25.00
2 YULE 216 173 -43 -19.91
3 BUVA 240 212 -28 -11.67
4 UNIT 280 252 -28 -10.00
5 AMRT 935 850 -85 -9.09
6 TNCA 194 180 -14 -7.22
7 PICO 256 240 -16 -6.25
8 AKSI 352 332 -20 -5.68
9 PBSA 715 675 -40 -5.59
10 CSIS 330 314 -16 -4.85
No Code Prev Close Change %
1 NUSA 280 210 -70 -25.00
2 WSKT 1,725 1,845 120 6.96
3 TLKM 3,710 3,670 -40 -1.08
4 BBRI 3,650 3,620 -30 -0.82
5 BBCA 26,300 25,950 -350 -1.33
6 ASII 8,100 8,225 125 1.54
7 DOID 560 580 20 3.57
8 PGAS 2,140 2,130 -10 -0.47
9 UNTR 29,000 29,375 375 1.29
10 PTBA 4,080 3,990 -90 -2.21