Portal Berita Ekonomi Rabu, 19 Desember 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:25 WIB. Obligasi - PT Tunas Baru Lampung akan bayarkan obligasi Rp23,75 Miliar pada Jumat (28/12/2018) mendatang. 
  • 16:21 WIB. AP I  - AP I menargetkan kapasitas bandara hingga 2023 akan naik dua kali lipat.
  • 16:18 WIB. AP II - AP II resmi mengelola bandara Tjilik Riwut Palangkaraya.
  • 16:16 WIB. KAI - Tiket KA Daop V untuk momen Nataru tersisa 20%.
  • 16:15 WIB. KAI - PT KAI Daop IV Semarang memprediksi kenaikan penumpang pada Nataru mencapai 4,8%.
  • 16:11 WIB. BBM - Libur natal dan tahun baru, konsumsi BBM di Bali diperkirakan meningkat 6%.
  • 16:02 WIB. IHSG - Akhir perdagangan sesi II, Rabu (19/12/2018), IHSG ditutup menguat 1,55% ke level 6.176,09. 
  • 14:58 WIB. Dividen - Adaro Energy akan bagikan dividen interim US$75,17 juta.
  • 14:57 WIB. Obligasi Pemerintah - Bank Indonesia: tingkat kupon obligasi pemerintah seri SBR004 periode 21/12/2018 sampai 20/03/2019 adalah sebesar 8,55%.
  • 14:36 WIB. Akuisisi - Japfa Comfeed Indonesia didenda Rp2 miliar karena terlambar laporkan akuisisi MPM. 
  • 13:59 WIB. Dividen - MERK turunkan jumlah dividen interim jadi Rp1,149 triliun setelah dapat masukan dari BEI. 
  • 13:41 WIB. Sawit - DPR meyakini Jokowi memiliki komitmen memperhatikan nasib petani sawit dalam negeri.
  • 13:39 WIB. Kapal - Gubernur Babel segera menindak kapal trawl yang beroperasi di laut Kab.Bangka Selatan karena melanggar aturan.
  • 13:38 WIB. Ternak - Pemkab Pesisir Selatan mendirikan pasar ternak di Bukit Buai sebagai upaya dongkrak harga jual hewan ternak.
  • 13:37 WIB. Harga - TPID DIY: kenaikan harga daging ayam kampung karena ketersediaan komoditas itu berkurang.

Sekjen PBB Serukan Dukungan untuk Hapus Nuklir

Foto Berita Sekjen PBB Serukan Dukungan untuk Hapus Nuklir
Warta Ekonomi.co.id, Jenewa -

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, Senin, meminta upaya baru untuk menghapus senjata nuklir, yang memicu tanggapan hati-hati dari utusan negara bersenjata atom, yang selama puluhan tahun berbeda pandangan mengenai pelucutan senjata nuklir.

Saat berbicara dalam Konferensi Perlucutan Senjata di gugus Perserikatan Bangsa-Bangsa di Jenewa, Guterres mengatakan banyak negara masih salah berpikir bahwa senjata nuklir membuat dunia lebih aman.

"Ada kecemasan besar dan bisa dibenarkan di seluruh dunia tentang ancaman perang nuklir," katanya.

"Negara tetap berpegang pada gagasan salah bahwa senjata nuklir membuat dunia lebih aman. Di tingkat dunia, kita harus bekerja menuju momentum baru untuk menghilangkan senjata nuklir," katanya.

Konferensi Perlucutan Senjata adalah forum utama untuk pelucutan senjata nuklir, namun sejak tahun 1996 telah menemui jalan buntu karena ketidaksepakatan dan ketidakpercayaan antara negara pemilik nuklir yang saling bersaing.

Duta besar dari Amerika Serikat, China dan Prancis mengatakan bahwa mereka memiliki keprihatinan yang sama tentang lingkungan keamanan saat ini namun komentar mereka menyarankan bahwa ini akan menjadi perjuangan berat untuk mengakhiri dua dekade kebuntuan dalam perundingan nuklir.

Duta Besar Amerika Serikat Robert Wood mengatakan negosiator perlu "melihat realitas yang ada" dan menerima bahwa permintaan perlucutan senjata nuklir dalam waktu dekat tidak realistis.

Bukan waktunya untuk prakarsa pelucutan senjata baru yang berani, namun Amerika Serikat berkomitmen pada aspirasi guna menghilangkan senjata nuklir dan akan mendukung komitmennya, kata Wood.

"Bahkan di masa-masa sulit ini, Amerika Serikat akan mengupayakan pengembangan langkah-langkah yang mungkin efektif dalam menciptakan kondisi untuk perundingan perlucutan senjata nuklir di masa depan," katanya kepada forum tersebut.

Duta Besar China Fu Cong mengatakan China menghargai usaha Guterres namun mengatakan bahwa reformasi seharusnya tidak terburu-buru.

"Mengurangi peran senjata nuklir dalam doktrin keamanan nasional dan meninggalkan kebijakan pencegahan nuklir berdasarkan penggunaan pertama senjata nuklir merupakan ukuran pelucutan senjata nuklir yang paling praktis dan layak saat ini," kata Fu.

Duta Besar Prancis Alice Guitton mengatakan bahwa pernyataan Guterres sangat tepat waktu, namun pelucutan senjata tidak dapat diputuskan, hal itu perlu dibangun dengan kesabaran, ketekunan dan realisme.

Guterres mengatakan bahwa perundingan seharusnya tidak hanya menargetkan senjata nuklir, kimia dan konvensional, tetapi juga senjata otomatis dan tak berawak, kecerdasan buatan, bioteknologi dan sistem berbasis ruang angkasa.

Saat ini ada sekitar 150.000 senjata nuklir di seluruh dunia dan perdagangan senjata berkembang lebih banyak sejak perang Dingin, dengan pengeluaran 1,5 triliun dolar setiap tahunnya, katanya.

Tabu pada uji nuklir dan penggunaan senjata kimia itu berada di bawah ancaman, katanya menambahkan, saat pembahasan mengenai senjata nuklir taktis bergerak ke arah sangat berbahaya.

Tag: Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Nuklir, Antonio Guterres

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Ferry Hidayat

Foto: En.wikipedia.org

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6081.867 -7.438 621
2 Agriculture 1530.458 0.983 20
3 Mining 1720.067 -20.197 47
4 Basic Industry and Chemicals 829.258 6.156 71
5 Miscellanous Industry 1407.197 10.701 46
6 Consumer Goods 2485.081 -0.352 49
7 Cons., Property & Real Estate 442.497 -5.069 73
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1050.648 2.298 71
9 Finance 1157.320 -4.652 91
10 Trade & Service 782.748 -0.305 153
No Code Prev Close Change %
1 GLOB 282 352 70 24.82
2 AGRS 230 286 56 24.35
3 TRUS 268 322 54 20.15
4 KICI 270 320 50 18.52
5 KONI 424 500 76 17.92
6 LUCK 655 770 115 17.56
7 ABBA 89 104 15 16.85
8 DUCK 1,435 1,615 180 12.54
9 TFCO 590 660 70 11.86
10 VIVA 117 130 13 11.11
No Code Prev Close Change %
1 SSTM 478 400 -78 -16.32
2 POLL 1,760 1,550 -210 -11.93
3 SDRA 850 750 -100 -11.76
4 TIRA 150 133 -17 -11.33
5 ENRG 63 56 -7 -11.11
6 AHAP 68 61 -7 -10.29
7 SQMI 300 270 -30 -10.00
8 POOL 4,690 4,240 -450 -9.59
9 ETWA 79 72 -7 -8.86
10 HEAL 2,850 2,600 -250 -8.77
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 360 362 2 0.56
2 BBCA 25,825 25,325 -500 -1.94
3 BBRI 3,600 3,630 30 0.83
4 TLKM 3,710 3,740 30 0.81
5 LPPF 5,825 5,825 0 0.00
6 PTBA 4,390 4,230 -160 -3.64
7 UNTR 28,700 29,125 425 1.48
8 RIMO 140 141 1 0.71
9 ADRO 1,280 1,240 -40 -3.12
10 ITMG 20,150 20,000 -150 -0.74