Portal Berita Ekonomi Minggu, 24 Juni 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 21:07 WIB. Piala Dunia - Pelatih Swedia geram dengan selebrasi kemenangan Jerman.
  • 21:06 WIB. Piala Dunia - Argentina terpuruk, Maradona bela Lionel Messi dan salahkan federasi bola Argentina.
  • 21:05 WIB. Piala Dunia - Bicara kasar ke rekan satu tim, Neymar dikritik.
  • 21:03 WIB. Makedonia - Ribuan rakyat Makedonia protes perubahan nama negara.
  • 21:01 WIB. Migran - AS berupaya kembalikan 2.053 anak imigran kepada keluarganya.
  • 21:00 WIB. Piala Dunia - VAR jadi penyebab banyaknya penalti di Piala Dunia 2018.
  • 20:59 WIB. Piala Dunia - 11 warga Meksiko ditembak mati saat menonton Piala Dunia.
  • 20:57 WIB. Turki - Menteri Kehakiman Turki: Pemungutan suara berlangsung lancar.
  • 20:57 WIB. Afrika - Indonesia incar pasar Afrika Utara.
  • 20:56 WIB. Jurnalis - Lebih dari 600 jurnalis internasional liput Pemilu di Turki.
  • 20:01 WIB. Askrindo - Askrindo siap jamin pembiayaan kredit tiga perusahaan fintech.
  • 20:00 WIB. BRI - BRI sebut relaksasi LTV baik untuk debitur rumah pertama.
  • 19:55 WIB. BTN - BTN sebut undisburshed loan lebih disebabkan oleh industri properti yang masih lesu. 
  • 19:51 WIB. BTN - BTN catat undisburshed loan sebesar Rp18,54 triliun.
  • 19:50 WIB. BNI - Merespons kebijakan relaksasi LTV, BNI akan kaji revisi target KPR.

Eks Sekjen PBB Ban Ki-moon Terpilih Jadi Presiden GGGI

Foto Berita Eks Sekjen PBB Ban Ki-moon Terpilih Jadi Presiden GGGI
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Sekjen ke-8 PBB, Dr. Ban Ki-moon terpilih sebagai Presiden Majelis dan Ketua Dewan Global Green Growth Institute (GGGI) di Seoul, Korea Selatan berdasarkan kesepakatan anggota Majelis GGGI, badan tertinggi di organisasi tersebut.

Dr. Ban memulai masa jabatan dua tahunnya sebagai Presiden dan Ketua GGGI pada Selasa (20/2/2018), menggantikan H.E. Dr. Gemedo Dalle dari Republik Demokratik Federal Ethiopia, yang bertugas sebagai Plt. Presiden Majelis dan Ketua Dewan sejak bulan Juli 2017.

“Saya senang telah terpilih sebagai Presiden Majelis dan Ketua Dewan GGGI yang baru dan bersedia memberikan kontribusi untuk mempromosikan pertumbuhan hijau dan pembangunan berkelanjutan di seluruh dunia. Saya juga akan berusaha sebaik mungkin untuk memenuhi harapan masyarakat internasional dalam hal ini,” ungkap Dr. Ban.

Saat menjabat sebagai Sekjen PBB sejak 2007-2016, Dr. Ban telah menjembatani berbagai pihak, termasuk memberi suara kepada orang-orang termiskin dan paling rentan di dunia, dan membuat organisasi ini lebih transparan dan efektif. Dr. Ban bekerja sama dengan negara-negara anggota PBB dalam penyusunan Agenda 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan dan untuk membentuk UN Women (Perempuan PBB), yang meningkatkan kinerja PBB untuk kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.

Dr. Ban juga telah melakukan upaya besar untuk memperkuat operasi perdamaian PBB, melindungi hak asasi manusia, memperbaiki respon kemanusiaan, mencegah ekstremisme kekerasan dan merevitalisasi agenda pelucutan senjata.

Dr. Frank Rijsberman, Direktur Jenderal GGGI, memuji prestasi Dr. Ban selama masa jabatannya sebagai Sekretaris Jenderal PBB. “Di bawah kepemimpinan Dr. Ban, pemerintah dunia menyetujui tujuan dan sasaran konkret yang diperlukan untuk mencapai masa depan yang lebih berkelanjutan dan inklusif. Target Perubahan Iklim yang disepakati dalam Perjanjian Paris dan 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) diakui sebagai salah satu keberhasilan diplomatik terbesar di dunia.

Visi dan kepemimpinannya akan membantu GGGI memberikan dampak yang lebih besar dalam misi mendukung negara-negara anggota kami untuk mencapai tujuan-tujuan yang ditetapkan berdasarkan SDGs dan Perjanjian Paris.”

Dedikasi Dr. Ban Ki-moon untuk mengatasi tantangan global, termasuk perubahan iklim, kelangkaan air, kekurangan energi, keamanan pangan dan kesehatan global sejalan dengan tujuan GGGI. Dengan empat prioritas tematiknya, yaitu Energi Berkelanjutan, Air dan Sanitasi, Lanskap yang Berkelanjutan, dan Kota Hijau, GGGI berdedikasi untuk mendukung negara-negara anggotanya dalam transisi menuju pembangunan rendah karbon dan berketahanan iklim yang disebut "pertumbuhan hijau".

Di Indonesia, GGGI bermitra dengan Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dalam program bersama yang disebut Program Pertumbuhan Hijau (Green Growth Program/GGP), yang kini berada di fase kedua. Diluncurkan pada bulan Agustus 2016, GGP Fase II mendukung perencanaan, pemungkinan dan investasi pertumbuhan ekonomi hijau di tiga sektor: energi, infrastruktur hijau di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), dan lanskap berkelanjutan.

Sejak diluncurkan, GGP terus berupaya menarik minat investor publik dan swasta, serta lembaga-lembaga keuangan hijau nasional maupun internasional. Pada tahap perencanaan, GGP menggabungkan berbagai faktor yang memungkinkan investasi untuk pertumbuhan hijau dalam rencana sektoral, kabupaten, provinsi dan nasional. Langkah ini kemudian diikuti dengan merancang instrumen ekonomi dan kebijakan yang inovatif untuk mengurangi risiko dan memungkinkan arus modal untuk masuk ke sektor-sektor terkait.

Di tahap akhir, GGP mendesain proyek-proyek yang layak pendanaan bank (bankable) berdasarkan Kontribusi yang Ditetapkan secara Nasional (Nationally Determination Contribution/NDC) dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDG), serta juga menghubungkan proyek dengan sumber dana yang sesuai.

GGP telah mencapai beberapa tonggak penting, termasuk memulai studi kelayakan pada Februari 2017 untuk pengembangan tenaga surya di KEK Mandalika, Nusa Tenggara Barat, dan meresmikan kolaborasi strategis dengan Lembaga Administrasi Negara (LAN) pada bulan September 2017 untuk merancang modul-modul kurikulum pertumbuhan hijau untuk aparatur negara.

Pencapaian terbaru dari program ini adalah finalisasi studi pra-kelayakan untuk pengembangan pembangkit listrik tenaga surya hibrida di delapan lokasi di Nusa Tenggara Timur, yang telah secara resmi diserahkan ke sebuah konsorsium swasta pada Februari 2018. Pihak swasta inilah yang akan melakukan studi lebih lanjut dan melaksanakan pengembangannya. Capaian tersebut menandai keberhasilan pertama program ini dalam mendorong keterlibatan sektor swasta dan diharapkan merupakan awal yang menjanjikan dari sebuah model ‘hijau’ kemitraan publik swasta di Indonesia.

Reputasi Dr. Ban dan kepemimpinannya yang telah terbukti dengan baik diharapkan dapat memperkuat posisi GGGI sebagai mitra dan advokat terpercaya bagi negara-negara anggotanya, termasuk Indonesia, sekaligus meningkatkan kepercayaan para pemangku kepentingan, baik dari sektor publik maupun swasta, untuk bekerja sama dalam membangun dunia yang tangguh, inklusif dan berkelanjutan.

Tag: Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Korea Selatan (Korsel), Global Green Growth Institute (GGGI)

Penulis/Editor: Hafit Yudi Suprobo

Foto: Reuters/Kim Hong-Ji

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5821.812 -0.521 587
2 Agriculture 1482.909 -8.990 19
3 Mining 1961.047 9.274 44
4 Basic Industry and Chemicals 792.719 -10.247 70
5 Miscellanous Industry 1192.511 -9.581 45
6 Consumer Goods 2334.240 -6.620 45
7 Cons., Property & Real Estate 448.980 -1.710 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1024.955 -10.483 65
9 Finance 1028.501 16.045 93
10 Trade & Service 878.674 -10.182 141
No Code Prev Close Change %
1 JKSW 89 120 31 34.83
2 SWAT 424 530 106 25.00
3 KPAL 326 406 80 24.54
4 BTON 254 316 62 24.41
5 SONA 2,710 3,290 580 21.40
6 CSIS 1,150 1,390 240 20.87
7 DSSA 21,000 25,200 4,200 20.00
8 PTIS 316 376 60 18.99
9 CITA 1,150 1,350 200 17.39
10 TGRA 426 498 72 16.90
No Code Prev Close Change %
1 SDMU 167 116 -51 -30.54
2 BBRM 63 52 -11 -17.46
3 MFMI 775 640 -135 -17.42
4 DNAR 310 260 -50 -16.13
5 KPIG 1,405 1,200 -205 -14.59
6 JKON 540 472 -68 -12.59
7 LEAD 107 94 -13 -12.15
8 CMPP 338 300 -38 -11.24
9 NELY 132 118 -14 -10.61
10 GLOB 278 250 -28 -10.07
No Code Prev Close Change %
1 SWAT 424 530 106 25.00
2 ERAA 2,660 2,980 320 12.03
3 BBRI 2,910 2,980 70 2.41
4 KREN 760 750 -10 -1.32
5 BMTR 570 540 -30 -5.26
6 INKP 20,025 19,250 -775 -3.87
7 BBCA 21,150 21,925 775 3.66
8 ADRO 2,010 1,930 -80 -3.98
9 BBTN 2,800 2,690 -110 -3.93
10 TLKM 3,610 3,580 -30 -0.83