Portal Berita Ekonomi Selasa, 19 Juni 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 08:25 WIB. BBM - Mesir naikkan harga BBM dan elpiji.
  • 08:24 WIB. Gempa - Tiga orang ditemukan tewas dalam gempa Osaka.
  • 08:24 WIB. India - Gencatan senjata berakhir, India lanjutkan operasi militer.
  • 08:23 WIB. Inggris - Ratu wajibkan Harry dan Meghan lakukan perjanjian pranikah.
  • 08:22 WIB. Imigran - Anak-anak imigran ditahan di fasilitas penampungan Texas.
  • 08:21 WIB. Eropa - Jumlah pencari suaka di Eropa turun pada 2017.
  • 08:20 WIB. Kolombia - Ivan Duque menangi pemilu presiden Kolombia.

  • 08:19 WIB. Macedonia - Yunani dan Macedonia teken kesepakatan untuk akhiri sengketa nama.
  • 08:18 WIB. Pengangguran - Tingkat pengangguran Turki turun jadi 10,1% pada Maret.
  • 08:17 WIB. Papua - Kondisi Distrik Yambi Papua pascapenyerangan OPM sudah stabil.
  • 05:11 WIB. Pertamina - Pertamina siap mengamankan pasokan BBM di titik utama untuk melayani arus balik Lebaran 2018.
  • 05:10 WIB. China - Pemkot Beijing mengeluarkan kebijakan baru untuk membatasi jumlah kendaraan bermotor di Beijing.
  • 05:09 WIB. HRS - Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini memuji kepolisian atas terbitnya SP3 terkait kasus yang menimpa Habib Rizieq Sihab.
  • 05:08 WIB. Jasa Raharja - Jasa Raharja menyediakan pengobatan dan pemeriksaan kesehatan gratis di Pelabuhan Pangkalbalam.
  • 05:07 WIB. Danau Toba - Menhub Budi Karya akan mengirim tim untuk menginvestigasi kasus KM Sinar Bangun.

Batas Akhir Registrasi SIM Card Habis, Apa Selanjutnya? (1)

Foto Berita Batas Akhir Registrasi SIM Card Habis, Apa Selanjutnya? (1)
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Kementerian Komunikasi dan Informatika secara resmi mengumumkan berakhirnya registrasi ulang untuk kartu telepon seluler prabayar pada Rabu (28/2) setelah memberi tenggat waktu selama empat bulan sejak 31 Oktober 2017.

Tenggat waktu empat bulan dinilai cukup untuk memberi tahu kepada seluruh ratusan juta pengguna telepon seluler di seluruh Indonesia yang tersebar di perkotaan hingga pelosok dan daerah terpencil. Apalagi selain dilakukan secara langsung melalui pesan singkat (sms), pemberitahuan juga dilakukan melalui sosialisasi dalam berbagai kesempatan, iklan layanan masyarakat serta operator, toko dan gerai penjualan.

Semula memang terjadi pro dan kontra atas kewajiban melakukan registrasi ulang. Namun kebijakan itu tetap dilanjutkan dengan memberi pemahaman kepada publik mengenai pentingnya registrasi. Publik pun--mau tidak mau--harus menerima kebijakan itu dengan sebagian melakukan registrasi pada tahap awal. Namun besarnya "traffic" pada saluran yang disediakan menyebabkan terjadinya gangguan.

Hal itu memicu terjadi kritik dan keluhan dari sebagian pengguna telepon seluler. Bermacam-macam nada disampaikan kepada Kominfo yang intinya registrasi itu dinilai menyusahkan apalagi adanya suara dari warga yang telah gagal melakukannya.

Belum lagi soal isu-isu dan kekhawatiran penyalahgunaan nomor Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan nomor Kartu Keluarga (KK); dari isu kejahatan hingga kepentingan politik. Namun jajaran Kominfo tampaknya memanfaatkan berbagai kesempatan untuk terus menyosialisasikan kebijakan itu dengan menepis kekhawatiran sebagian pemegang atau pemilik telepon seluler.

Sebagian pemegang dan pengguna telepon seluler pun akhirnya mengikuti kewajiban itu dan memanfaatkan awal waktu registrasi Hal itu kemungkinan karena panik dan khawatir akan terjadi "apa-apa" dengan nomor telepon selulernya jika tidak segera dilakukan registrasi.

Pemegang dan pengguna telepon seluler tentu menganggap nomor yang telah digunakannya adalah sangat penting. Dengan nomor yang telah digunakan itu, bisa dan biasa menghubungi keluarga, kerabat, rekan kerja atau rekan bisnis. Artinya, nomor itu sudah sangat "lekat" dengan kepentingannya dan sudah tersebar ke jaringan komunikasinya. Karena itu, harus segera dilakukan registrasi karena khawatir nomornya diblokir.

Itulah dugaan yang terjadi pada saat awal terjadinya "traffic jam" pada 31 Oktober dan awal November 2017. Situasi itu mereda ketika disampaikan bahwa masa registrasi berlangsung hingga 28 Februri 2018.

Tag: Registrasi SIM Card

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Ferry Hidayat

Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5993.627 -113.071 587
2 Agriculture 1535.417 -16.568 19
3 Mining 1950.048 -19.774 44
4 Basic Industry and Chemicals 810.011 -8.507 70
5 Miscellanous Industry 1230.258 -8.573 45
6 Consumer Goods 2439.310 -39.956 45
7 Cons., Property & Real Estate 473.172 -5.498 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1040.501 -26.112 65
9 Finance 1059.149 -33.106 93
10 Trade & Service 902.658 -6.794 141
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10