Portal Berita Ekonomi Senin, 18 Juni 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 22:16 WIB. Politik - Demokrat duga pelantikan Iriawan untuk amankan suara Jabar.
  • 22:16 WIB. Politik - Ahok sebut SP3 Kasus Rizieq Shihab puji tuhan.
  • 22:15 WIB. Politik - SBY sebut penguasa telah cederai akal sehat.
  • 22:14 WIB. Politik - ACTA usul Tjahjo dinonaktifkan karena lantik Iriawan.
  • 22:14 WIB. Politik - Demokrat dorong hak angket DPR soal pelantikan Iriawan.
  • 22:13 WIB. Politik - Fadli Zon dukung hak angket soal pelantikan Iriawan.
  • 22:13 WIB. Politik - PA 212 akui belum tentu dukung Jokowi meski kasus chat mesum masuk SP3.
  • 22:11 WIB. Politik - Presiden PKS sebut pelantikan Iriawan tak bisa dicerna akal sehat.
  • 22:10 WIB. Jawa Barat - Kemendagri jamin Iriawan bakal netral di Pilkada Jabar.
  • 22:09 WIB. DKI Jakarta - Wagub Sandi imbau PNS masuk tepat waktu.
  • 21:10 WIB. Huawei - Huawei bantah ancam keamanan Australia.
  • 20:41 WIB. Telkomsel - Trafik data Lebaran Telkomsel melonjak 109%.
  • 20:30 WIB. Google - Google beli saham JD.com sebesar US$550 juta atau sekitar Rp7,76 triliun.
  • 20:28 WIB. Motorola - Motorola dikabarkan akan rilis perangkat dengan platform Android Go.
  • 19:19 WIB. Telkomsel - Telkomsel mencatat kenaikan trafik layanan data tertinggi pada H-1 sebesar 22,3% menjadi 12,89 petabyte.

Kenapa Korea Utara Mampu Bertahan dari Sanksi AS? Ini Jawabannya

Foto Berita Kenapa Korea Utara Mampu Bertahan dari Sanksi AS? Ini Jawabannya
Warta Ekonomi.co.id, Washington -

AS terus menjatuhkan sanksi baru terhadap Korea Utara untuk memaksa Korea Utara menutup program nuklirnya, tapi sanksi AS nyatanya tidak mengubah perilaku Kim Jong Un, ternyata ada sebuah faktor yang tidak biasa dari Korea Utara yang dapat bertahan dari gempuran sanksi AS, yaitu keterampilan Pyongyang dalam menggunakan cryptocurrency.

Lima hari yang lalu, Amerika menjatuhkan sanksi kepada puluhan kapal, perusahaan pelayaran, dan perusahaan lain yang diduga membantu Pyongyang dalam mendanai program nuklir dan misilnya. Langkah itu merupakan bagian dari strategi AS yang lebih luas untuk membuat sebuah kondisi kelaparan bagi rezim Korea Utara yang akan digunakannya untuk memperbaiki senjatanya.

Pemerintahan Trump ingin membuat hukuman ini begitu parah sehingga Pyongyang berpotensi terbuka terhadap negosiasi mengenai program tersebut, sebagaimana dikutip dari CNBC, Kamis (1/3/2018).

Masalahnya adalah Korea Utara dapat merampok pembatasan keuangan dengan kemampuannya dalam 'memainkan' cryptocurrency, sebuah bentuk mata uang online, menurut Priscilla Moriuchi, yang sebelumnya merupakan pejabat tinggi di Badan Keamanan Nasional AS atau National Security Agency yang bertugas mengawasi ancaman cyber dari Asia Timur.

Moriuchi memperkirakan bahwa Korea Utara mampu menghasilkan antara $15 juta dan $200 juta dengan menciptakan dan menjual cryptocurrency, dan kemudian mengubahnya menjadi uang tunai. (Mereka berfluktuasi tergantung pada nilai mata uang digital saat Korea Utara mengeluarkan uang tunai.) Walaupun dana tersebut tidak sepenuhnya cukup untuk mendanai program senjata Korea Utara, Namun pihak Korea Utara hanya memastikan jika program nuklirnya tidak sepenuhnya ditutup.

Jadi, meskipun sanksi yang dijatuhkan oleh AS telah 'menyakiti' ekonomi fisik Korea Utara, saat ini ada beberapa cara Amerika dapat mengekang ekonomi digital Pyongyang yang terus berkembang. Hal tersebut juga berarti jika Korea Utara memiliki kemampuan yang lebih besar untuk mempertahankan agar program nuklirnya tetap berjalan daripada apa yang mungkin kita pikirkan sebelumnya.

"Saya yakin bahwa koin-koin ini diubah menjadi sesuatu, menjadi sebuah mata uang atau barang fisik yang dapat mendukung program rudal nuklir dan balistik Korea Utara," pungkas Moriuchi.

Tag: Korea Utara (Korut), Korea Selatan (Korsel), Krisis Semenanjung Korea, The Korean’s People Army (KPA), Kim Jong Un, Dolar Amerika Serikat (AS), Amerika Serikat (AS), kurs mata uang, Mata Uang Digital, Cryptocurrency, Bitcoin, Bitcoin Cash

Penulis/Editor: Hafit Yudi Suprobo

Foto: KCNA/Via REUTERS

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5993.627 -113.071 587
2 Agriculture 1535.417 -16.568 19
3 Mining 1950.048 -19.774 44
4 Basic Industry and Chemicals 810.011 -8.507 70
5 Miscellanous Industry 1230.258 -8.573 45
6 Consumer Goods 2439.310 -39.956 45
7 Cons., Property & Real Estate 473.172 -5.498 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1040.501 -26.112 65
9 Finance 1059.149 -33.106 93
10 Trade & Service 902.658 -6.794 141
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10

Recommended Reading

Senin, 18/06/2018 13:33 WIB

Pertamax Laris Manis Pasca Lebaran

Senin, 18/06/2018 05:05 WIB

Penumpang Keluhkan Pelayanan PT KAI

Minggu, 17/06/2018 06:46 WIB

China Tahan Laju Pertumbuhan Kendaraan Listrik

Sabtu, 16/06/2018 05:59 WIB

"Wajar Pemudik Apresiasi Jokowi"