Portal Berita Ekonomi Senin, 25 Juni 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 14:28 WIB. Politik - Demokrat sebut PDIP panik SBY singgung netralitas aparat.
  • 14:28 WIB. Pilkada - KPU sebut pernyataan SBY cuma pesan agar aparat netral.
  • 14:27 WIB. Politk - Ketua Projo bantah anggotanya jadi komisioner KPU.
  • 14:26 WIB. Politik - SMS Amien Rais presiden 2019 beredar di Surabaya.
  • 14:26 WIB. Politik - PAN bela SBY soal data aparat tak netral saat Pilkada.
  • 14:24 WIB. Politik - Prabowo: Power of people ujungnya akan menang.
  • 14:24 WIB. Daerah - Panglima TNI: Diduga banyak penumpang terjebak di dalam KM Sinar Bangun.
  • 14:21 WIB. Nasional - Wiranto: Pemerintah setuju 27 Juni 2018 libur nasional Pilkada serentak.
  • 14:21 WIB. Politk - PDIP: Ucapan SBY soal penggeledahan Rumah Deddy Mizwar jauh dari fakta.
  • 14:20 WIB. Politik - BIN bantah tudingan SBY soal tidak netral.
  • 14:19 WIB. Pilkada - IPW terima banyak laporan Polri tidak netral di Pilkada 2018.
  • 14:18 WIB. Apple - Apple berencana hilangkan pengisian daya berbasis kabel dan menggantinya dengan sistem nirkabel.
  • 14:18 WIB. Politik - Partai Gerindra telah berhasil menghimpun dana sebanyak Rp296 juta.
  • 14:17 WIB. Startup - Usung teknologi blockchain, startup anak bangsa, HARA, unjuk gigi di Blockshow Oscar Europe 2018.
  • 14:14 WIB. Facebook - Facebook dikabarkan sedang membuat fitur untuk awasi waktu yang dihabiskan pengguna bernama "Your Time on Facebbok".

GMF Optimis Laba Bakal Tumbuh Double Digit Tahun Ini

Foto Berita GMF Optimis Laba Bakal Tumbuh Double Digit Tahun Ini
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI), perusahaan Maintenance Repair & Overhaul (MRO) ini  menargetkan pertumbuhan investasi yang sangat signifikan mencapai hampir 400% dari realisasi investasi di tahun 2017. 

Direktur Utama GMF Iwan Joeniarto mengatakan apabila target investasi di atas USD100 juta akan digunakan untuk sejumlah program organik maupun anorganik yang utamanya berfokus pada ekspansi bisnis dengan menambah international footprint GMF, serta beberapa strategic initiatives dalam rangka peningkatan kapasitas dan kapabilitas perusahaan. 

"Investasi yang signifikan ini diharapkan tidak hanya sekadar meningkatkan pendapatan kami di tahun-tahun mendatang, namun juga akan meningkatkan pasar perawatan pesawat yang bisa digarap oleh GMF," katanya di Jakarta, Rabu (28/2/2018) sore.

Lebih lanjut Iwan menuturkan jika dari sisi pendapatan tahun 2018, GMF menargetkan mampu tumbuh di atas 15% dibandingkan capaian pendapatan tahun 2017. 

"Dengan target tersebut, kami optimis pertumbuhan laba bersih di 2018 meningkat lebih dari 10% sehingga bisa kembali mencapai angka double digit,"ucapnya. 

Perseroan berhasil membukukan pendapatan operasional senilai USD439,3 juta selama tahun 2017 atau mengalami kenaikan sebesar 13% dibandingkan pendapatan 2016 sebesar USD388,7 juta. 

Sementara laba bersih GMF tahun 2017 sebesar USD50,9 juta. Padahal, di tahun sebelumnya, laba bersih GMF sebesar USD57,7 juta. Angka tersebut adalah perolehan keuntungan GMF dengan Extra Ordinary Transaction yaitu Employee Benefit Obligation (EBO), sedangkan tanpa EBO, GMF memperoleh keuntungan sebesar USD44,2 juta.

Dari aspek operasional, GMF juga mencatatkan nilai sempurna atau 100% pada tiga indikatornya yaitu, Service Level Agreement Fulfillment, Turn Around Time, dan Capability & Capacity Developement. Dalam rangka mendukung operasional di tahun 2017, GMF telah melakukan berbagai usaha peningkatan kapasitas dan kapabilitasnya, termasuk di dalamnya melakukan partnership dengan berbagai perusahaan kelas dunia. Sesuai dengan tema bisnis di 2017 yaitu Strengthen Core Business, perkembangan skala bisnis GMF di sektor-sektor utama juga berhasil dilakukan ditandai dengan meningkatnya utilisasi hangar sebesar 33% dari lini bisnis base maintenance, kenaikan utilisasi manpower sebesar 19% dan peningkatan jumlah pengerjaan sebesar 36% di lini bisnis engine maintenance, serta peningkatan utilisasi major machine sebesar 58% di lini  bisnis yang menjadi penyumbang pendapatan terbesar, yaitu component maintenance

Iwan menambahkan, dengan meningkatnya utilisasi terhadap investasi perusahaan akan memberikan return yang lebih cepat pula. "Hangar, component, dan engine repair merupakan investasi yang bernilai tinggi. Oleh karena itu, utilisasinya harus maksimal. Saat ini GMF masih punya ruang yang luas untuk meningkatkan pendapatan terutama dari sektor component maintenance dan engine maintenance," ujarnya.

Kinerja operasional yang cemerlang di tahun 2017 juga ditandai dengan masuknya sejumlah kontrak baru perawatan pesawat dari berbagai maskapai baik domestik maupun asing, serta pembaruan kontrak dari pelanggan yang sudah ada. 

Di tahun 2017 tercatat adanya peningkatan volume bisnis yang datang dari pelanggan internasional sebesar 83%. Iwan mengatakan hal ini menunjukkan kepercayaan dunia terhadap kualitas yang dimiliki oleh GMF dalam memberikan setiap servisnya. 

"Kami berharap pasar internasional yang akan digarap oleh GMF meningkat hingga 30% pada tahun 2021," pungkasnya. 

Selain itu, ia juga menyatakan bahwa pertumbuhan pendapatan nonafiliasi mencapai 41% sehingga kontribusi pendapatan dari pelanggan nonafiliasi naik menjadi 37% dari total pendapatan GMF, dan diharapkan terus meningkat hingga 55% pada 2021.

Tag: PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia (GMF AeroAsia), Iwan Joeniarto

Penulis: Annisa Nurfitriyani

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Antara

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5821.812 -0.521 587
2 Agriculture 1482.909 -8.990 19
3 Mining 1961.047 9.274 44
4 Basic Industry and Chemicals 792.719 -10.247 70
5 Miscellanous Industry 1192.511 -9.581 45
6 Consumer Goods 2334.240 -6.620 45
7 Cons., Property & Real Estate 448.980 -1.710 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1024.955 -10.483 65
9 Finance 1028.501 16.045 93
10 Trade & Service 878.674 -10.182 141
No Code Prev Close Change %
1 JKSW 89 120 31 34.83
2 SWAT 424 530 106 25.00
3 KPAL 326 406 80 24.54
4 BTON 254 316 62 24.41
5 SONA 2,710 3,290 580 21.40
6 CSIS 1,150 1,390 240 20.87
7 DSSA 21,000 25,200 4,200 20.00
8 PTIS 316 376 60 18.99
9 CITA 1,150 1,350 200 17.39
10 TGRA 426 498 72 16.90
No Code Prev Close Change %
1 SDMU 167 116 -51 -30.54
2 BBRM 63 52 -11 -17.46
3 MFMI 775 640 -135 -17.42
4 DNAR 310 260 -50 -16.13
5 KPIG 1,405 1,200 -205 -14.59
6 JKON 540 472 -68 -12.59
7 LEAD 107 94 -13 -12.15
8 CMPP 338 300 -38 -11.24
9 NELY 132 118 -14 -10.61
10 GLOB 278 250 -28 -10.07
No Code Prev Close Change %
1 SWAT 424 530 106 25.00
2 ERAA 2,660 2,980 320 12.03
3 BBRI 2,910 2,980 70 2.41
4 KREN 760 750 -10 -1.32
5 BMTR 570 540 -30 -5.26
6 INKP 20,025 19,250 -775 -3.87
7 BBCA 21,150 21,925 775 3.66
8 ADRO 2,010 1,930 -80 -3.98
9 BBTN 2,800 2,690 -110 -3.93
10 TLKM 3,610 3,580 -30 -0.83