Portal Berita Ekonomi Jum'at, 21 September 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 10:23 WIB. Demokrat - Pemimpin Redaksi Asia Sentinel, John Berthelsen tidak ditemukan jejaknya.
  • 10:22 WIB. Demokrat - Alamat Asia Sentinel tidak kredibel.
  • 10:22 WIB. Demokrat - Asia Sentinel tidak terdaftar di Dewan Pers Hong Kong.
  • 10:22 WIB. Demokrat - Asia Sentinel adalah media 'abal-abal'.
  • 08:56 WIB. Vivo - Vivo pastikan¬†ketersediaan V11 dan V11 Pro di setiap Vivi Store dari Sabang hingga Marauke.¬†
  • 08:50 WIB. Apple - Teddy Lee dan Mazen Koucrouche jadi pemilik iPhone XS pertama di dunia.
  • 08:47 WIB. SpaceX - SpaceX uji coba penerbangan roket terkuat tahun depan.
  • 08:45 WIB. iPhone - Hujan deras tak surutkan semangat ratusan pengantre iPhone di Singapura.
  • 08:43 WIB. Sony - Tahun depan, Sony hentikan produksi PS Vita di Jepang.
  • 05:15 WIB. Uber - Uber dalam pembicaraan untuk membeli perusahaan pengiriman makanan Deliveroo.
  • 05:15 WIB. Cybercrime - Gedung Putih berjanji untuk meningkatkan serangan cyber pada peretas.
  • 05:14 WIB. Emas - Emas menyentuh level tertinggi 1 Minggu karena meredanya kekhawatiran perdagangan.
  • 05:13 WIB. Eropa - Pasar Eropa naik pada penutupan karena kekhawatiran atas efek friksi perdagangan berkurang.
  • 05:12 WIB. Asia - Pasar Asia bervariasi karena investor bereaksi terhadap ketegangan perdagangan AS-China yang meningkat.
  • 05:12 WIB. Afghanistan - Afghanistan siap negosiasi langsung tanpa prasyarat dengan Taliban.

Surya Paloh: Papua Benteng NKRI

Foto Berita Surya Paloh: Papua Benteng NKRI
Warta Ekonomi.co.id, Jayapura -

Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh menegaskan bahwa Papua merupakan benteng Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang harus dijaga keberadaannya.

"Kalau ada yang bilang Papua ingin memisahkan diri, saya katakan itu bohong dan fitnah. Karena Papua benteng NKRI. Jadi, saudaraku kalau sayang kepada negara kita ini, yang begitu luar biasa sebagai negara besar, maka jagalah Papua," ujar Surya Paloh dihadapan puluhan ribu massa saat kampanye perdana pasangan Cagub-Cawagub Papua, Lukas Enembe-Klemen Tinal, di Lapangan Teis Sentani, Jayapura, Papua, Kamis (1/3/2018).

Surya menegaskan Indonesia merupakan bangsa yang besar, bukan negara yang ecek-ecek. Namun, Indonesia bisa menjadi negara kecil manakala ada sekelompok orang yang ingin "bermain api", yang bisa menyebabkan terjadinya perpecahan.

"Saya lahir di Aceh, tetapi dalam hati saya, saya tidak ada bedanya dengan ssaudara-saudara saya di Papua. Sakitnya saudara saya di Papua adalah sakitnya saya," ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Surya Paloh menegaskan, jika Lukas Enembe-Klemen terpilih, maka masyarakat Papua harus menagih janji kampanye mereka.

"Pakailah momentum Pilkada ini dengan mendukung Lukmen. Yakin dan percayalah, saudara-saudara bisa tagih janji mereka pada saya, saya akan jewer mereka berdua, kalau perlu celananya saya turunkan. Tetapi kalau mereka berhasil, saya membawa bunga melati saya kalungkan pada mereka berdua," katanya.

Surya Paloh menganggap Lukas sebagai adiknya sendiri. Oleh sebab itu, dirinya mengaku akan sangat malu jika pasangan Lukas-Klemen (Lukmen) gagal pada Pilkada Papua tahun ini.

"Saya mengenal dua tokoh ini. Lukmen ini saya kenal secara dekat. Mereka saya anggap sebagai adik saya sendiri. Kalau mereka berhasil memimpin Papua di periode kedua, tidak ada yang lebih bangga di luar diri mereka kecuali saya. Kalau gagal, maka saya yang akan paling malu," tutur Paloh.

Surya Paloh juga menekankan bahwa kepentingan masyarakat Papua harus menjadi prioritas utama. Setelahnya boleh memperjuangkan kepentingan partai NasDem.

"NasDem saya katakan perjuangan utama, berjuang untuk rakyat Papua, bukan untuk berjuang pada NasDem. Berjuang untuk Papua dulu, baru berjuang untuk NasDem," tutup Surya Paloh.

Tag: Surya Paloh, Papua, NKRI

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Vicky Fadil

Foto: Muhamad Ihsan

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,976.27 3,936.70
British Pound GBP 1.00 19,606.12 19,408.59
China Yuan CNY 1.00 2,176.13 2,154.53
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,913.00 14,765.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,826.84 10,716.44
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,901.17 1,882.26
Dolar Singapura SGD 1.00 10,897.33 10,787.61
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,422.86 17,245.52
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,606.53 3,566.43
Yen Jepang JPY 100.00 13,299.74 13,164.23

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5931.266 57.669 602
2 Agriculture 1584.135 11.004 20
3 Mining 1936.077 20.470 46
4 Basic Industry and Chemicals 810.673 14.455 71
5 Miscellanous Industry 1272.514 15.152 45
6 Consumer Goods 2477.630 29.722 47
7 Cons., Property & Real Estate 421.938 0.005 68
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1029.500 5.998 69
9 Finance 1067.861 11.961 91
10 Trade & Service 821.943 1.167 145
No Code Prev Close Change %
1 BKDP 62 83 21 33.87
2 HDTX 172 218 46 26.74
3 DIGI 424 530 106 25.00
4 PANI 246 306 60 24.39
5 KPAL 442 530 88 19.91
6 TRUS 170 200 30 17.65
7 OKAS 195 222 27 13.85
8 DYAN 88 100 12 13.64
9 MINA 464 525 61 13.15
10 ARTO 137 154 17 12.41
No Code Prev Close Change %
1 CNTX 680 580 -100 -14.71
2 DNAR 310 266 -44 -14.19
3 DSSA 16,300 14,000 -2,300 -14.11
4 GLOB 160 140 -20 -12.50
5 RELI 262 234 -28 -10.69
6 INPP 660 590 -70 -10.61
7 SRAJ 139 125 -14 -10.07
8 BULL 169 153 -16 -9.47
9 YPAS 700 635 -65 -9.29
10 ALMI 350 320 -30 -8.57
No Code Prev Close Change %
1 PNLF 238 232 -6 -2.52
2 BMTR 406 406 0 0.00
3 KPIG 710 690 -20 -2.82
4 BBRI 3,000 3,090 90 3.00
5 DYAN 88 100 12 13.64
6 BHIT 88 90 2 2.27
7 TLKM 3,550 3,600 50 1.41
8 INKP 17,850 18,300 450 2.52
9 ADRO 1,740 1,805 65 3.74
10 PGAS 2,020 2,080 60 2.97