Portal Berita Ekonomi Kamis, 13 Desember 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 17:14 WIB. Pertamina - Pertamina gandeng BMW kenalkan stasiun pengisian energi listrik.
  • 17:08 WIB. Lazada - Pierre Poignant jadi CEO baru Lazada Group.
  • 17:04 WIB. Apple - Apple ingin bikin modem sendirI untuk iPhone.
  • 17:02 WIB. Mitsubishi - Mitsubishi masih galau soal impor Pajero Sport.
  • 16:53 WIB. Telkomsel - Pelanggan Telkomsel keluhkan SMS iklan mengganggu.
  • 16:52 WIB. SoftBank - SoftBank Group asal Jepang bakal ganti perangkat Huawei dengan Nokia dan Ericsson
  • 16:50 WIB. Samsung - Samsung tutup satu pabrik ponsel di China pada akhir 2018.
  • 16:48 WIB. Yamaha - Yamaha suntik dana Rp2,1 triliun ke Grab.
  • 16:45 WIB. Google - Google bakal buka kantor dan data center di Vietnam.

Minyak Merosot ke Terendah Dua Pekan

Foto Berita Minyak Merosot ke Terendah Dua Pekan
Warta Ekonomi.co.id, New York -

Harga minyak merosot lebih dari satu persen pada akhir perdagangan Jumat (2/3/2018) pagi WIB, menyentuh posisi terendah dua minggu, di bawah tekanan penurunan Wall Street dan kekhawatiran tentang melonjaknya produksi minyak mentah AS.

Patokan global, minyak mentah Brent untuk penyerahan April, turun 1,95 dolar AS menjadi ditutup pada 63,83 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.

Sementara itu, minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April, turun 0,65 dolar AS menjadi menetap di 60,99 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

"Sejak kami mengalami aksi jual ekstrem karena pasar ekuitas beberapa minggu yang lalu, harga minyak tampaknya memiliki sejumlah kecil perhatian pada aktivitas pasar ekuitas dan telah mendapat pengaruh kuat dari dolar," kata Matt Smith, direktur penelitian komoditas di ClipperData.

Pasar saham AS turun lebih dari satu persen setelah Presiden Donald Trump mengumumkan tarif impor baja dan aluminium.

Dolar AS mencapai level tertinggi enam minggu di awal namun mundur di sore hari, yang menahan kerugian lebih lanjut dalam minyak mentah berjangka. Melemahnya dolar AS dapat mengangkat minyak dan komoditas lainnya yang dihargakan dalam greenback.

"Salah satu hal yang berkontribusi terhadap penguatan pasar (minyak) adalah pelemahan dolar selama beberapa bulan terakhir," kata Gene McGillian, manajer riset pasar di Tradition Energy di Stamford.

Pada Rabu (28/2), data mingguan dari Badan Informasi Energi AS (EIA) menunjukkan peningkatan yang lebih besar dari perkiraan dalam persediaan minyak mentah AS dan kenaikan stok bensin.

Produksi minyak mentah AS tergelincir pada bulan terakhir 2017, namun pada November mencapai level tertinggi sepanjang masa 10.057 juta barel per hari (bph). Data mingguan menunjukkan rekor lain dan perkiraan akan meningkat lebih lanjut.

"Laporan kemarin ... telah membangkitkan kekhawatiran bahwa tingkat produksi AS akan mengimbangi pengurangan produksi OPEC," kata McGillian.

Para pejabat OPEC akan bertemu dengan para eksekutif (minyak) serpih AS di konferensi energi AS pada Senin (5/3), yang menyoroti pengaruh produksi Amerika terhadap harga global.

Pemotongan produksi OPEC, yang dimulai setahun lalu, telah membantu menaikkan harga dari level di bawah 30 dolar AS per barela yang terlihat pada Januari 2016.

Tag: Minyak

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Vicky Fadil

Foto: Antara/Wahyu Putro A

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6177.720 62.143 621
2 Agriculture 1516.070 10.982 20
3 Mining 1776.514 21.113 47
4 Basic Industry and Chemicals 846.848 12.353 71
5 Miscellanous Industry 1420.317 27.074 46
6 Consumer Goods 2515.883 16.594 49
7 Cons., Property & Real Estate 455.102 3.544 73
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1062.130 21.053 71
9 Finance 1176.328 11.338 91
10 Trade & Service 791.531 -0.850 153
No Code Prev Close Change %
1 AKSI 344 430 86 25.00
2 SOTS 436 545 109 25.00
3 PNSE 750 935 185 24.67
4 ZONE 446 555 109 24.44
5 KICI 212 260 48 22.64
6 SAFE 171 206 35 20.47
7 JKSW 60 68 8 13.33
8 KAEF 2,550 2,850 300 11.76
9 TRAM 163 180 17 10.43
10 OASA 318 350 32 10.06
No Code Prev Close Change %
1 SQMI 555 418 -137 -24.68
2 INPP 605 480 -125 -20.66
3 GMTD 14,900 13,425 -1,475 -9.90
4 BTEK 137 125 -12 -8.76
5 SMDM 152 139 -13 -8.55
6 DSSA 14,725 13,500 -1,225 -8.32
7 BBLD 492 454 -38 -7.72
8 AKPI 780 720 -60 -7.69
9 ETWA 78 72 -6 -7.69
10 OCAP 244 226 -18 -7.38
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 372 360 -12 -3.23
2 KPAS 710 705 -5 -0.70
3 RIMO 142 151 9 6.34
4 TLKM 3,650 3,750 100 2.74
5 TRAM 163 180 17 10.43
6 PGAS 2,130 2,150 20 0.94
7 PTBA 4,310 4,500 190 4.41
8 BBRI 3,620 3,680 60 1.66
9 CPIN 6,500 6,950 450 6.92
10 UNTR 29,300 29,300 0 0.00