Portal Berita Ekonomi Kamis, 21 Juni 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 22:16 WIB. Politik - Kemendagri minta pengkritik Komjen Iriawan baca regulasi.  
  • 22:15 WIB. Daerah - Komjen Iriawan minta Polisi tak hanya fokus di Pilkada Jabar.
  • 22:15 WIB. Politik - Perludem nilai ada potensi kecurangan di Pilgub Jabar.
  • 22:14 WIB. Daerah - Menhub akan sambangi lokasi tenggelamnya KM Sinar Bangun.
  • 22:14 WIB. Daerah - Jokowi jamin santunan untuk keluarga korban KM Sinar Bangun.
  • 19:23 WIB. DanaBijak - DanaBijak membidik pendanaan sebesar US$1,5 juta pada tahun ini.
  • 19:22 WIB. UKM - Presiden Jokowi akan meluncurkan kebijakan baru tarif PPh final untuk UKM jadi 0,5% di Surabaya, Jumat (22/6).
  • 19:21 WIB. AP I - Angkasa Pura I menganggarkan Rp2,2 triliun untuk pengembangan Bandara Ngurah Rai.
  • 19:20 WIB. NISP - OCBC NISP menyalurkan pinjaman kepada Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara senilai Rp100 miliar.
  • 19:18 WIB. Sea Limited - Sea Limited mengumumkan penambahan modal agregat senilai US$575 juta.
  • 19:17 WIB. DuitHape - DuitHape mengincar pendanaan sebesar US$500.000 hingga akhir Juni 2018.
  • 19:14 WIB. Bitcoin - Bursa kripto asal Korea Selatan, Bithumb, kebobolan lebih dari US$30 juta akibat serangan cyber
  • 19:12 WIB. SIS - Suzuki Indomobil Sales menargetkan penjualan NEX II sebanyak 1.500 unit di Pekanbaru dan Riau pada 2018.
  • 19:09 WIB. Grab - Grab berencana mengembangkan layanan mobil terhubung dalam Toyota Mobility Service Platform.
  • 19:11 WIB. SIS - Suzuki Indomobil Sales memperkirakan distribusi NEX II akan mengalami penurunan menjadi 2.000 unit pada Juni.

Nelayan Muara Gembong Minta Emil Kembangkan Ekowisata

Foto Berita Nelayan Muara Gembong Minta Emil Kembangkan Ekowisata
Warta Ekonomi.co.id, Bekasi -

Nelayan Pantai Mekar, Muara Gembong, Kabupaten Bekasi berharap pemimpin Jabar kelak memperhatikan para nelayan. Saat ini, masalah besar yang dihadapi  nelayan adalah limbah yang menyebabkan ikan mati. 

Hal itu diungkapkan Ketua Gabungan Kelompok Nelayan (Gapokyan), Nari mengungkapkan hal itu kepada Kandidat Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Emil).

"Limbah industri menyebabkan ikan mati dan tambak ditinggal nelayan karena tidak ada hasilnya. Air tercemar, kotor, bau yang berasal dari   limbah industri," kata Nari, Kamis (1/3/2018).

Menurut Nari, pihaknya sudah melaporkan masalah limbah ke pemerintah Kabupaten dan KLH. Namun sampai sekarang belum ada penanganannya. "Saya malah disuruh cari darimana asal limbah itu. Bagaimana saya mau nyari, caranya saja saya tidak tahu dan setiap hari saya  sibuk cari ikan di laut," ujarnya. 

Sejumlah nelayan di sana mengeluhkan soal  abrasi yang sering terjadi karena tidak ada dam atau pemecah air. Selama ini, untuk menghindari abrasi, nelayan menanam mangrove. Tapi mangrove tak mampu menahan abrasi yang cukup kuat.  

"Kami ingin pemimpin Jabar nanti, Pak Ridwan Kamil bisa membangun dam agar abrasi tidak terus terjadi," katanya

Dia juga mengungkapkan bahwa di desanya kesulitan air bersih. PAM jarang ke desanya. Selain itu, kali menuju laut yang tidak terlalu luas, sebaiknya dilebarkan atau dinormalisasi. Tujuannya, kata dia agar air dari Sungai Citarum bisa mendorong air laut hasil abrasi ke laut.

Adapun, Ketua Kelompok sadar wisata (Gapokdar), Ahmad Daryanto mengungkapkan, bahwa desa mereka sangat berpotensi menarik  wisatawan. Karenanya mereka membangun ekowisata mangrove yang baru sekitar 100 meter dari target 650 meter.

"Untuk membangun ekowisata mangrove 100 meter menghabiskan 20 juta. Kami kekurangan dana untuk mengembangkan ekowisata tersebut," kata Ahmad. 

Bila Kang Emil jadi Gubernur Jabar, kata Ahmad, warga desa nelayan minta agar Kang Emil bisa memperhatikan desa nelayan yang memiliki masalah yang sangat kompleks. 

"Masalah yang dihadapi di desa kami, mulai dari masalah kesehatan, Penyakit banyak, sepertu penyakit kulit, koreng dan sebagainya dan  hasil nelayan susah dijual mahal, " ujar Ahmad. 

Menurut Ahmad dia pernah membuat gerakan ibu-ibu wirausaha, dengan mengolah ikan hasil tangkapan suaminya. "Sudah dikemas bagus tapi  bingung soal penjualan," kata dia.  

Menanggapi keluhan nelayan, Kang Emil menyatakan pihaknya sudah mencatat dan akan mencarikan solusinya. Menurut dia, solusi abrasi, maka laut harus di dam dan mangrove harus tetap dilestarikan. 

"Soal limbah laut, biar pemerintah yang mencarikan solusinya. Nggak masuk akal kalau nelayan yang harus selidiki limbah," ujarnya. 

Sementara itu terkait ekowisata, Kang Emil memperlihatkan gambar yang dibuatnya beberapa menit setelah menyusuri muara. "Saya berencana membangun eko wisata di sepanjang sungai, ada teras di sepanjang sungai yang jual  makanan, suvenir, dan wisata mangrove," pungkasnya.

Tag: Ridwan Kamil, Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada), Nelayan

Penulis: Rahmat Saepulloh

Editor: Vicky Fadil

Foto: Rahmat Saepulloh

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5993.627 -113.071 587
2 Agriculture 1535.417 -16.568 19
3 Mining 1950.048 -19.774 44
4 Basic Industry and Chemicals 810.011 -8.507 70
5 Miscellanous Industry 1230.258 -8.573 45
6 Consumer Goods 2439.310 -39.956 45
7 Cons., Property & Real Estate 473.172 -5.498 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1040.501 -26.112 65
9 Finance 1059.149 -33.106 93
10 Trade & Service 902.658 -6.794 141
No Code Prev Close Change %
1 KPAL 195 262 67 34.36
2 GDST 198 266 68 34.34
3 MYTX 160 204 44 27.50
4 SWAT 272 340 68 25.00
5 JPRS 266 332 66 24.81
6 CITA 875 1,090 215 24.57
7 ATIC 735 915 180 24.49
8 CSIS 980 1,180 200 20.41
9 ASJT 290 328 38 13.10
10 DSSA 15,500 17,500 2,000 12.90
No Code Prev Close Change %
1 BNBR 104 70 -34 -32.69
2 DFAM 1,205 905 -300 -24.90
3 SDMU 282 222 -60 -21.28
4 FORU 144 126 -18 -12.50
5 JKSW 74 66 -8 -10.81
6 SAME 560 500 -60 -10.71
7 MNCN 1,180 1,070 -110 -9.32
8 ERTX 132 120 -12 -9.09
9 IIKP 230 212 -18 -7.83
10 SMRA 995 920 -75 -7.54
No Code Prev Close Change %
1 SWAT 272 340 68 25.00
2 BBRI 3,140 2,960 -180 -5.73
3 TLKM 3,610 3,710 100 2.77
4 BBCA 22,250 21,500 -750 -3.37
5 BBNI 8,050 7,525 -525 -6.52
6 BMRI 6,950 6,700 -250 -3.60
7 ADRO 1,935 2,000 65 3.36
8 UNTR 34,800 33,500 -1,300 -3.74
9 ASII 6,900 6,950 50 0.72
10 PGAS 2,080 2,040 -40 -1.92