Portal Berita Ekonomi Sabtu, 15 Desember 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Kenapa Infrastruktur Pengisian Tenaga Listrik Penting di Masa Depan?

Foto Berita Kenapa Infrastruktur Pengisian Tenaga Listrik Penting di Masa Depan?
Warta Ekonomi.co.id, Berlin -

Dari stasiun pengisian bahan bakar kecil yang dioperasikan oleh perorangan sampai stasiun bahan bakar yang dioperasikan oleh perusahaan besar seperti BP dan Shell, para pemilik kendaraan berbahan bakar minyak dan notabene memakan banyak bahan bakar memiliki banyak pilihan saat mengisi bahan bakar.

Hal tersebut berbanding terbalik bagi para pengemudi yang mengendarai mobil listrik, pilihannya agak terbatas.

"Pertumbuhan mobil bertenaga listrik semakin banyak jumlahnya dan juga banyak momentumnya," Thomas Hering, manajer penjualan area pengisian daya kendaraan listrik untuk bisnis Jerman ABB, mengatakan kepada Sustainable Energy, sebagaimana dikutip dari CNBC, Jumat (2/3/2018).

"Padahal di awal kemunculan mobilitas yang membutuhkan tenaga listrik, kami hanya melihat sedikit sekali kendaraan listrik di jalanan, justru kami sekarang melihat permintaan yang terus meningkat, dan kami juga memperkirakan jumlah kendaraan listrik dalam jumlah besar akan terus melaju di jalanan," tuturnya.

Karena semakin banyak orang mulai mengemudikan kendaraan listrik dalam jarak yang lebih jauh, kebutuhan akan jaringan pengisian daya berskala besar juga akan semakin menekan.

Perubahan sedang terjadi. Pada bulan Januari, misalnya, BP Ventures menginvestasikan $5 juta di FreeWire Technologies, perusahaan A.S. yang mengkhususkan diri pada sistem pengisian cepat kendaraan listrik secara mobile. BP mengatakan pihaknya berencana menggunakan unit di lokasi ritel BP di Inggris dan Eropa tahun ini.

Di Jerman, di mana ada dorongan besar untuk meningkatkan jumlah kendaraan listrik di jalan, upaya juga dilakukan untuk meningkatkan jumlah titik pengisian bahan bakar listrik.

"Kami berencana memasang 350 stasiun pengisian bahan bakar, terutama di tempat umum," tutur Bernhard Riehle, manajer proyek di Pfalzwerke Netz, kepada Sustainable Energy.

Sementara ambisi yang besar, ada sejumlah kendala ketika harus meluncurkan infrastruktur baru. "Ada banyak tantangan teknis saat menyiapkan infrastruktur terkait koneksi grid," ungkap Sebastian Koch dari Pfalzwerke Netz. Biaya menjadi perhatian lain, tambahnya.

Ada beberapa pilihan ketika datang ke model pengisian yang digunakan, termasuk alternating current (AC) dan direct current (DC).

"Melihat pengisian AC, Anda perlu memasang konverter on-board di kendaraan Anda yang kemudian mengubah arus bolak balik menjadi arus searah untuk memberi tenaga ke baterai," ungkap ABB's Hering.

"Hal tersebut tentu saja sedikit lebih lambat tapi juga lebih murah," tambahnya.

"Melihat pengisian DC, Anda bisa mengisi daya dengan kekuatan lebih tinggi dan karena itu perlu meluangkan sedikit waktu untuk mengisi ulang mobil Anda karena konversi ke DC terjadi di luar kendaraan," ujar Koch.

Banyak pengguna kendaraan listrik akan "mengisi" menggunakan stasiun berbasis rumah, tapi ini bisa memakan waktu lama. "Orang-orang di rumah dapat mengisi kendaraan mereka dalam tiga, sampai empat jam, mungkin lebih lama," pungkas Pölzwerke Netz's Riehle. Di stasiun "pengisian cepat", mobil bisa dikenai biaya dalam 30 sampai 45 menit.

Tag: Mobil Listrik, Energi Listrik, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU)

Penulis/Editor: Hafit Yudi Suprobo

Foto: Pixabay

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6169.843 -7.877 621
2 Agriculture 1522.036 5.966 20
3 Mining 1764.925 -11.589 47
4 Basic Industry and Chemicals 841.598 -5.250 71
5 Miscellanous Industry 1418.274 -2.043 46
6 Consumer Goods 2529.665 13.782 49
7 Cons., Property & Real Estate 454.173 -0.929 73
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1056.334 -5.796 71
9 Finance 1173.614 -2.714 91
10 Trade & Service 791.592 0.061 153
No Code Prev Close Change %
1 ZONE 555 690 135 24.32
2 GLOB 182 226 44 24.18
3 PADI 655 810 155 23.66
4 YPAS 610 750 140 22.95
5 PNSE 935 1,100 165 17.65
6 KICI 260 300 40 15.38
7 RIMO 151 172 21 13.91
8 KINO 2,470 2,810 340 13.77
9 ETWA 72 79 7 9.72
10 PTSN 880 965 85 9.66
No Code Prev Close Change %
1 KONI 450 340 -110 -24.44
2 SQMI 418 316 -102 -24.40
3 SSTM 510 396 -114 -22.35
4 SOTS 545 444 -101 -18.53
5 MTSM 228 202 -26 -11.40
6 GDYR 2,140 1,900 -240 -11.21
7 META 244 220 -24 -9.84
8 TRAM 180 165 -15 -8.33
9 INCF 242 222 -20 -8.26
10 ASJT 380 350 -30 -7.89
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 360 352 -8 -2.22
2 TLKM 3,750 3,730 -20 -0.53
3 BBRI 3,680 3,680 0 0.00
4 KPAS 705 705 0 0.00
5 RIMO 151 172 21 13.91
6 TRAM 180 165 -15 -8.33
7 ADRO 1,280 1,285 5 0.39
8 BHIT 61 61 0 0.00
9 MERK 7,200 7,500 300 4.17
10 ASII 8,450 8,450 0 0.00