Portal Berita Ekonomi Kamis, 20 September 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 17:53 WIB. Malaysia - 21 orang tewas karena miras oplosan di Malaysia.
  • 17:52 WIB. Kolera - Zimbabwe butuh Rp525 miliar untuk basmi wabah kolera.
  • 17:51 WIB. Suriah - Hizbullah akan kurangi pasukan di Suriah.
  • 17:50 WIB. World Bank - Bank Dunia: angka kemiskinan global terendah tahun ini.
  • 17:48 WIB. Myanmar - Inggris umumkan dukungan untuk Muslim Rohingya.
  • 17:47 WIB. United States - Satu dari tiga rumah di AS kesulitan bayar listrik.
  • 17:13 WIB. Rohingya - Muhammadiyah minta Presiden Jokowi suarakan Rohingya di PBB.
  • 17:12 WIB. Kemiskinan - Bank Dunia: angka kemiskinan global terendah tahun ini.

Rel Dwi Ganda Manggarai-Cikarang Ditargetkan Rampung 2020

Foto Berita Rel Dwi Ganda Manggarai-Cikarang Ditargetkan Rampung 2020
Warta Ekonomi.co.id, Bogor -

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, proyek rel dwi ganda Manggarai-Cikarang ditargetkan rampung pada 2020 atau lebih cepat dari target semula, yaitu 2022.

Dalam keterangan tertulis yang diterima, Jumat (2/2/2018), Menhub mengatakan untuk mempercepat pengerjaan proyek rel dwi ganda Manggarai-Cikarang, pihaknya meminta Dirjen Perkeretaapian untuk melakukan dua hal yaitu pembebasan tanah dan pengaturan waktu jeda antarkereta.

"Rencananya, DDT selesai 2022. Bisa dibayangkan kalau menunggu 2022, kapasitas perjalanan sangat minimal. Oleh karenanya, saya minta Dirjen Perkeretaapian untuk lebih intens agar proyek ini bisa selesai pada 2020.

"Pertama yang kami lakukan di lapangan yaitu pembebasan tanah. Kami akan minta bantuan dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memberikan dukungan terhadap proyek DDT ini," katanya.

Selanjutnya, untuk mempercepat penyelesaian proyek tersebut, Menhub juga meminta untuk berkoordinasi terkait pengaturan masa jeda antarkereta.

"Yang kedua adalah window time. Window time ini kadang ada satu atau dua jam. Untuk itu, saya minta dipastikan paling tidak, ada empat jam," katanya.

Selain itu, Menhub juga meminta Kepala Daop 1 untuk terus memantau perjalanan kereta sehingga tidak ada keterlambatan kereta di Stasiun Manggarai.

"Kita tahu bahwaa di situ adalah titik teramai perlintasan kereta api dalam kota maupun luar kota. Untuk itu, saya minta Daop 1 memastikan jangan sampai ada keterlambatan, harus dipantau secara detail," kata Menhub.

Budi juga mengingatkan untuk terus memperhatikan keselamatan tanpa meninggalkan produktivitas.

"Ini adalah tanggung jawab kita untuk bersama-sama menyelesaikan proyek sesuai rencana dan kita harus mempunyai semangat, tapi jangan lupa juga tentang keselamatan. Jadi, keselamatan sama pentingnya dengan produktivitas. Oleh karena itu, saya minta kepada Dirjen Perkeretaapian dan Ka Daop 1 untuk memperhatikan keselamatan, tapi jangan meninggalkan produktivitas," katanya.

Terkait kejadian Kereta Bandara Soekarno-Hatta yang sempat mengalami gangguan di Stasiun Batuceper pada Kamis (1/3/2018), Menhub menjelaskan pihaknya menunggu laporan hasil pemeriksaan dari PT Railink selaku operator kereta Bandara.

"Hari ini mereka akan melakukan penelitian dan besok saya minta laporannya dan setelah itu akan kami bahas bersama," katanya. (FNH/Ant)

Tag: Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Budi Karya Sumadi

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,976.27 3,936.70
British Pound GBP 1.00 19,606.12 19,408.59
China Yuan CNY 1.00 2,176.13 2,154.53
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,913.00 14,765.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,826.84 10,716.44
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,901.17 1,882.26
Dolar Singapura SGD 1.00 10,897.33 10,787.61
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,422.86 17,245.52
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,606.53 3,566.43
Yen Jepang JPY 100.00 13,299.74 13,164.23

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5931.266 57.669 602
2 Agriculture 1584.135 11.004 20
3 Mining 1936.077 20.470 46
4 Basic Industry and Chemicals 810.673 14.455 71
5 Miscellanous Industry 1272.514 15.152 45
6 Consumer Goods 2477.630 29.722 47
7 Cons., Property & Real Estate 421.938 0.005 68
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1029.500 5.998 69
9 Finance 1067.861 11.961 91
10 Trade & Service 821.943 1.167 145
No Code Prev Close Change %
1 BKDP 62 83 21 33.87
2 HDTX 172 218 46 26.74
3 DIGI 424 530 106 25.00
4 PANI 246 306 60 24.39
5 KPAL 442 530 88 19.91
6 TRUS 170 200 30 17.65
7 OKAS 195 222 27 13.85
8 DYAN 88 100 12 13.64
9 MINA 464 525 61 13.15
10 ARTO 137 154 17 12.41
No Code Prev Close Change %
1 CNTX 680 580 -100 -14.71
2 DNAR 310 266 -44 -14.19
3 DSSA 16,300 14,000 -2,300 -14.11
4 GLOB 160 140 -20 -12.50
5 RELI 262 234 -28 -10.69
6 INPP 660 590 -70 -10.61
7 SRAJ 139 125 -14 -10.07
8 BULL 169 153 -16 -9.47
9 YPAS 700 635 -65 -9.29
10 ALMI 350 320 -30 -8.57
No Code Prev Close Change %
1 PNLF 238 232 -6 -2.52
2 BMTR 406 406 0 0.00
3 KPIG 710 690 -20 -2.82
4 BBRI 3,000 3,090 90 3.00
5 DYAN 88 100 12 13.64
6 BHIT 88 90 2 2.27
7 TLKM 3,550 3,600 50 1.41
8 INKP 17,850 18,300 450 2.52
9 ADRO 1,740 1,805 65 3.74
10 PGAS 2,020 2,080 60 2.97