Portal Berita Ekonomi Rabu, 26 September 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 22:44 WIB. Suriah - Netanyahu: Israel akan Lanjutkan Serangan di Suriah.
  • 22:44 WIB. Israel - Indonesia desak PBB segera akhiri impunitas Israel.
  • 22:43 WIB. PBB - PBB berjanji libatkan generasi muda dalam pembangunan global.
  • 22:42 WIB. Tiongkok - China raup Rp94,3 triliun selama libur musim gugur.
  • 22:42 WIB. Rohingya - AS tuding Myanmar rencanakan pembunuhan massal Rohingya.
  • 22:42 WIB. Retno Marsudi - Menlu Retno: Peningkatan jumlah pasukan perdamaian perempuan jadi dibahas di PBB.
  • 22:40 WIB. Google - Fitur baru Google Maps 'Decide with Friends meluncur untuk pengguna.
  • 22:38 WIB. Donald Trump - Trump mengkritik Iran sebagai sebuah 'kediktatoran korup'.
  • 22:37 WIB. Venezuela - AS menjatuhkan sanksi terhadap istri presiden Venezuela.
  • 22:36 WIB. Twitter - Twitter sebar kampanye #BeAVoter jelang Pemilu AS.
  • 22:36 WIB. Amerika - Kepercayaan konsumen AS melonjak pada bulan September.
  • 22:36 WIB. Argentina - Peso Argentina jatuh karena kepala bank sentral mengundurkan diri.
  • 22:36 WIB. Malaysia - Istri mantan PM Malaysia Najib akan ditanyai oleh lembaga anti-korupsi Malaysia.
  • 22:35 WIB. The Fed - Dolar melemah menjelang keputusan suku the Fed.
  • 22:34 WIB. Instagram - Saham Facebook tergelincir setelah pendiri Instagram berhenti dari jabatannya.

Dunia Selebritas Ladang Subur Peredaran Narkoba

Foto Berita Dunia Selebritas Ladang Subur Peredaran Narkoba
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Tahun 2018 belum genap tiga bulan berlalu, namun dalam rentang waktu yang singkat itu sebanyak empat orang artis ibu kota telah diamankan oleh petugas kepolisian karena tersangkut kasus narkoba.

Terakhir pada 23 Februari 2018 lalu bintang sinetron Rizal Djibran diciduk oleh penyidik Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri atas dugaan penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang diperkirakan jenis sabu-sabu.

Rizal, yang diketahui berprofesi sebagai artis dan musisi dangdut tersebut, ditangkap di kediamannya dengan barang bukti berupa sejumlah kristal berwarna putih yang diduga sabu seberat 0,66 gram.

Polisi juga mendapati barang bukti satu buah cangklong, satu buah pipet, dua buah sedotan yang berfungsi sebagai sendok serta botol susu yang digunakan sebagai bong.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya telah menangkap Dhawiya Zaida (33), anak pedangdut senior Elvy Sukaesih, juga terkait dugaan penyalahgunaan narkoba.

Dhawiya yang dikenal sebagai pemain sinentron serta komedian itu ditangkap di kediamannya di Jalan Usaha Cawang Jakarta Timur pada Jumat (16/2) pukul 00.30 WIB. Dari penangkapan diamankan barang bukti narkoba jenis sabu-sabu seberat 0,45 gram dan 0,49 gram, serta alat hisap sabu-sabu bekas pakai.

Ironisnya saat ditangkap Dhawiya tidak sendirian dalam melakukan aksi pesta narkoba, tetapi bersama dengan tunangan dan saudara-saudaranya.

Petugas mengamankan barang bukti dari Dhawiya berupa satu dompet "Mango" berisi 0,45 gram sabu, dua bong, sembilan cangklong kaca, empat selang plastik, satu telepon selular, satu plastik berisi sedotan, satu gulung aluminium foil, satu alat hisap sabu bekas pakai, alat timbangan digital, buku tabungan atas nama Dhawiya dan satu kotak berisi alat hisap sabu-sabu.

Dua hari sebelumnya pada 14 Februari 2018 penyidik Polda Metro Jaya menetapkan penyanyi dangdut Roro Fitria sebagai tersangka kasus dugaan penyalahgunaan narkoba jenis sabu-sabu bersama seorang pria berinisial WH sebagai pemasoknya. Ironisnya, Roro merupakan duta antinarkoba.

Pada hari yang sama, petugas menangkap bintang film Fachri Albar di kediamannya Perumahan Beverly Hills Cireundeu, Kota Tangerang sekitar pukul 07.00 WIB. Fachri juga pernah ditangkap karena kasus serupa hampir sepuluh tahun yang lalu.

Penangkan para tersangka dari kalangan artis atau selebriti untuk kasus penyalahgunaan narkotika maupun obat-obatan terlarang, hampir setiap tahun marak terjadi, dan telah berlangsung sejak lama.

Sepanjang 2017, sebanyak tujuh artis yang ditangkap kepolisian yakni Ridho Rhoma anak raja dangdut Rhoma Irama. Ridho ditangkap di sebuah hotel di Jakarta Barat dengan barang bukti jenis sabu seberat 0,7 gram pada bulan Maret dan divonis hukuman kurungan selama 10 bulan.

Iwa Kusuma, "rapper" era 1990-an ini kedapatan membawa tiga linting ganja yang dicampur rokok dengan berat 1,485 gram di terminal bandara Soekarno Hatta pada April 2017 sehingga dirinya ditangkap. Pelantun tembang "Bebas" ini divonis selama enam bulan di Rumah Sakit Ketergantungan Obat Cibubur Jakarta Timur pada persidangan September 2017.

Pretty Asmara ditangkap di Kemayoran Juli 2017 setelah ia dan rekannya diduga sebagai pengedar dalam pesta narkoba. Polisi mengamankan barang bukti berupa shabu dengan berat 2,03 gram, ekstasi 23 butir dan narkoba jenis happy five sebanyak 38 butir. Pretty diduga sudah dua tahun menjadi pengedar di kalangan artis.

Pada bulan yang sama, bintang sinetron "Anak Langit" Ammar Zoni ditangkap tim Satnarkoba Polres Metro Jakarta Pusat di kediamannya di Depok Jawa Barat. Polisi menemukan satu toples berisi daun ganja kering dengan berat bruto 39,1 gram.

Penyanyi Marcello Tahitoe yang akrab dipanggil Ello ditangkap polisi pada awal Agustus tahun lalu karena kedapatan membawa paket narkoba jenis ganja dengan berat tidak lebih dari 5 gram. Dalam persidangan, Ello mengaku mengisap ganja karena banyak pikiran, terutama setelah ibunya meninggal dunia.

Tora Sudiro, artis yang terkenal lewat berbagai perannya di film komedi ini,ditetapkan sebagai tersangka penyalagunaan psikotropika sejak ditangkap Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan pada Kamis (3/8) 2017 lalu.

Tora bersama sang istri Mieke Amalia kedapatan memiliki psikotropika jenis dumolid sebanyak 30 butir. Setelah sepekan berada di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Cibubur, Jakarta Timur.

Pada 19 Desember 2017, kepolisian menangkap aktor Tio Pakusadewo di kediamannya dengan barang bukti tiga klip sabu dan alat penghisap sabu. Ia mengaku sudah sekitar satu tahun bisa berhenti mengonsumsi narkoba setelah 15 tahun menjadi pecandu.

Sejumlah artis tercatat pernah ditangkap petugas karena terjerat narkoba yakni Roy Marten (2007), Ria Irawan (2005), Sheila Marcia (2008), Jennifer Dunn (2009 dan 2017), Achmad Albar, Sammy Simorangkir, Yoyo "Padi" (2011), Fariz RM (2007), Revaldo (2006), Gary Iskak (2007)Andika "Kangen Band", Doyok, Roger Danuarta, Restu Sinaga, Gogon, Polo, Tessy, Imam S Arifin.

Gaya hidup Badan Narkotika Nasional (BNN) menyebutkan, salah satu penyebab artis menggunakan narkoba adalah karena gaya hidup mereka. Sejumlah narkotika jenis tertentu dianggap bisa membuat pemakai merasa diri "prima" suatu keadaan yang bagi sebagian artis merupakan kebutuhan sehubungan dengan kedudukan mereka sebagai publik figur.

Juru bicara BNN, Komisaris Besar Sulistiyandriatmoko, menyebutkan ada semacam kerentanan yang terjadi di kalangan artis sehingga peredaran narkotika di kalangan mereka mudah terbentuk. Kerentanan itu bisa muncul dari faktor beban kerja, pergaulan, atau gaya hidup, sehingga kecenderungan menggunakan narkotika di antara mereka cukup tinggi, termasuk dengan alasan sebagai "doping".

"Kerentanan tertular mengkonsumsi obat terlarang itu umumnya dilakukan saat para publik figur berkumpul," ujarnya.

Kepala Satuan Narkoba Polres Jakarta Selatan, Kompol Vivick Tjangkung, mengungkapkan tiga jenis narkotika dan obat-obatan terlarang yang sering disalahgunakan oleh kalangan pesohor Indonesia yakni dumolid, sabu-sabu. dan ganja.

Tiga jenis narkoba itu digunakan untuk memperkuat stamina artis yang biasanya punya kegiatan segudang. Para pesohor yang berada di bawah tekanan untuk tampil serba sempurna di hadapan publik, juga hidup dengan privasi terbatas, pun mencari ketenangan lewat obat-obat terlarang.

"Dumolid untuk relaks, akhirnya kecanduan, dan merasa tidak enak (saat tidak memakai) jadi pakai lagi," katanya.

Psikolog Sanatorium Dharmawangsa Liza Marielly Djapri menilai bahwa banyaknya kalangan artis yang menjadi pecandu narkoba lantaran kalangan mereka dimudahkan aksesnya untuk mendapatkan narkoba. Selain itu, kalangan artis juga memiliki 'uang lebih' untuk membeli barang tersebut.

Kondisi itulah, gaya hidup dan faktor finansial yang lebih membuat penyalahgunaan narkoba rawan terjadi di kalangan para pesohor (selebritas) dan keluarganya. Akhirnya mereka menjadi target pasar dari para pengedar dan bandar narkoba.

Kalangan artis menjadi segmen menjanjikan bagi para pengedar narkoba. Mereka menjadi sasaran strategis ekonomi dan pemasaran narkotika.

Sasaran ekonomi karena ada keuntungan yang diperoleh sebab artis memiliki penghasilan yang cukup tinggi sehingga bisa dengan mudah mendapatkan narkotika. Sedangkan dari sisi pemasaran, artis mempunyai komunitas sehingga narkotika bisa mudah beredar di kalangan mereka.

Namun, benarkah norkoba mampu meningkatkan stamina dan kreativitas seorang artis maupun seniman, aktor senior Anwar Fuady dengan tegas membantahnya.

"Tidak ada hubungan sama kreativitas. Kalau memang bodoh, tidak bisa memainkan peran, narkoba tidak akan membantu, malah jadi dungu," kata Anwar saat menjadi narasumber dalam diskusi Perspektif Indonesia dengan tema "Darurat Narkoba" di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (24/2/2018).

Penyalahgunaan narkoba, menurut pendiri Persatuan Artis Sinema Indonesia (PARSI) itu, bukannya meningkatkan kualitas peran, narkoba justru merusak kemampuan artis tersebut, sehingga sudah selayaknya para artis menjauhi narkoba.

Selama ini, sebagian besar artis yang ditangkap karena terlibat penyalahgunaan narkoba, berakhir pada panti rehabilitasi, sangat jarang yang diproses hukum sampai ke pengadilan.

Oleh karena itu kalangan legislatif meminta aparat kepolisian untuk melakukan proses hukum, dan tidak hanya berhenti pada pemberian rekomendasi untuk direhabilitasi.

Sebagai seorang publik figur dengan banyak penggemar, menurut Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Muslim Ayub, sudah sepatutnya mereka dikenakan sanksi hukum.

Vitalitas menjadi alasan mereka mengonsumsi obat terlarang, apapun alasan penggunaan narkoba tanpa indikasi medis tertentu adalah pelanggaran hukum. Alasan kecemasan, alasan kebugaran, tidak bisa menjadi pembenaran dari praktik penyalahgunaan narkoba.

Deklarasi perang sebagai upaya penanggulangan peredaran narkoba di kalangan selebritas, pada Kamis (22/2) Polres Metro Jakarta Selatan (Polrestro Jaksel) menggandeng sejumlah artis menandatangani nota kesepahaman dan mendeklarasikan perang terhadap narkoba.

Deklarasi ini dihadiri puluhan artis, produser serta manajer. Ramzi mewakili para artis, pihak produser diwakili oleh Manoj Punjabi dari MD Entertainment, sementara manajer diwakili Nanda Persada Ketua Umum Ikatan Manajer Artis Indonesia (Imarindo).

Sejumlah artis mendukung pemberantasan narkoba dan membacakan ikrar perang terhadap narkoba pada kalangan selebritis.

Deklarasi terdiri atas enam poin, yakni bersedia untuk menerima sanksi hukum dan sosial jika terbukti melakukan penyalahgunaan narkoba seperti yang telah disepakati dalam MoU di Polres Metro Jakarta Selatan, berkomitmen mendukung aparat penegak hukum dalam upaya menegakan hukum dan selalu tetap menyatakan perang terhadap penyalahgunaan narkoba di manapun berada.

Selanjutnya, menggalakkan semangat "katakan tidak kepada narkoba" atau "say no to drugs" di lingkungan artis maupun di tengah masyarakat, mendukung aparat penegakan hukum dalam upaya pencegahaan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, serta berkomitmen menjadi generasi penerus bangsa.

Berbagai upaya telah dilakukan untuk memerangi peredaran obat-obatan terlarang di dunia selebritas, baik oleh aparat keamanan maupun kalangan artis serta profesi terkait, seperti manajer serta produser.

Artis selaku publik figur sudah seharusnya mencontohkan hal positif kepada masyarakat, jangan sampai kehidupan artis yang terlibat narkoba ini turut pula diikuti oleh para penggemar mereka. Karena, seringkali gaya hidup kaum selebritis ini menjadi rujukan bagi penggemarnya. Sementara itu, organisasi yang menaungi para artis sudah semestinya melakukan penyuluhan tentang bahaya penyalahgunaan narkoba ini.

Untuk itu seperti ditegaskan, Muslim Ayub, seluruh artis seharusnya tetap menjaga profesionalisme sebagai penghibur masyarakat, bukan membuat contoh negatif dengan mengonsumsi narkoba dan ke depan tak ada lagi kaum selebritas yang tersandung obat-obatan terlarang itu.

Tak hanya kalangan dari dunia selebriti, yang lebih utama yakni masyarakat mulai dari tingkat keluarga sudah harus menyatakan perang terhadap narkoba, semua harus bersatu padu memerangi narkoba.

Tag: Narkoba

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Ratih Rahayu

Foto: Antara/Elora

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,990.77 3,951.21
British Pound GBP 1.00 19,615.75 19,420.30
China Yuan CNY 1.00 2,186.88 2,165.25
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,967.00 14,819.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,836.11 10,724.51
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,915.70 1,896.59
Dolar Singapura SGD 1.00 10,956.01 10,843.70
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,565.27 17,385.65
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,623.09 3,582.93
Yen Jepang JPY 100.00 13,260.39 13,128.10

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5874.299 -7.921 602
2 Agriculture 1559.439 -8.071 20
3 Mining 1942.424 18.950 46
4 Basic Industry and Chemicals 799.490 -12.818 71
5 Miscellanous Industry 1231.155 10.426 45
6 Consumer Goods 2453.180 1.457 47
7 Cons., Property & Real Estate 417.837 -2.637 68
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1015.005 3.459 69
9 Finance 1061.250 -2.002 91
10 Trade & Service 817.631 -3.451 145
No Code Prev Close Change %
1 PANI 476 595 119 25.00
2 PKPK 140 175 35 25.00
3 DIGI 825 1,030 205 24.85
4 INAF 4,020 4,970 950 23.63
5 NIKL 2,830 3,480 650 22.97
6 SIMA 119 144 25 21.01
7 SHID 2,800 3,300 500 17.86
8 PNSE 665 770 105 15.79
9 LPLI 151 174 23 15.23
10 JPRS 206 234 28 13.59
No Code Prev Close Change %
1 ABMM 2,100 1,680 -420 -20.00
2 LPIN 1,205 1,015 -190 -15.77
3 ERTX 137 120 -17 -12.41
4 KPAL 496 436 -60 -12.10
5 SONA 5,950 5,500 -450 -7.56
6 VRNA 107 99 -8 -7.48
7 MTDL 775 720 -55 -7.10
8 PTSN 318 296 -22 -6.92
9 LMSH 690 645 -45 -6.52
10 ICON 93 87 -6 -6.45
No Code Prev Close Change %
1 TRAM 210 214 4 1.90
2 BMTR 420 418 -2 -0.48
3 KPIG 690 680 -10 -1.45
4 PKPK 140 175 35 25.00
5 NUSA 182 171 -11 -6.04
6 TKIM 14,000 13,500 -500 -3.57
7 BBRI 3,010 3,030 20 0.66
8 BHIT 90 89 -1 -1.11
9 BCAP 300 296 -4 -1.33
10 MEDC 815 890 75 9.20