Portal Berita Ekonomi Kamis, 13 Desember 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 20:43 WIB. BRI - Hingga penghujung tahun, kredit agribisnis BRI bisa bertambah Rp2 triliun.
  • 20:43 WIB. BRI - Hingga November 2018, kredit agribisnis BRI tumbuh 17%.
  • 20:42 WIB. BRI - BRI memproyeksi kredit sektor agribisnis tumbuh 20%-25% yoy.
  • 17:14 WIB. Pertamina - Pertamina gandeng BMW kenalkan stasiun pengisian energi listrik.
  • 17:08 WIB. Lazada - Pierre Poignant jadi CEO baru Lazada Group.
  • 17:04 WIB. Apple - Apple ingin bikin modem sendirI untuk iPhone.
  • 17:02 WIB. Mitsubishi - Mitsubishi masih galau soal impor Pajero Sport.
  • 16:53 WIB. Telkomsel - Pelanggan Telkomsel keluhkan SMS iklan mengganggu.
  • 16:52 WIB. SoftBank - SoftBank Group asal Jepang bakal ganti perangkat Huawei dengan Nokia dan Ericsson
  • 16:50 WIB. Samsung - Samsung tutup satu pabrik ponsel di China pada akhir 2018.
  • 16:48 WIB. Yamaha - Yamaha suntik dana Rp2,1 triliun ke Grab.
  • 16:45 WIB. Google - Google bakal buka kantor dan data center di Vietnam.

Bukalapak Dorong Generasi Muda Ciptakan Peluang Kerja di Masa Depan

Foto Berita Bukalapak Dorong Generasi Muda Ciptakan Peluang Kerja di Masa Depan
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Satu panggung bersama, CEO dan Founder Bukalapak Achmad Zaky dan Managing Director International Monetary Fund (IMF) Christine Lagarde berdiskusi mengenai masa depan peluang kerja generasi muda dalam acara 2018 Youth Town Hall yang mengambil tema "The Future of Work". Acara ini berlangsung pada 1 Maret 2018 di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Achmad Zaky dan Christine Lagarde membahas mengenai status ekonomi secara global maupun lokal, serta prospek dan tantangan di lapangan pekerjaan bagi generasi muda Indonesia.

Achmad Zaky, Founder dan CEO Bukalapak mengatakan, Indonesia saat ini tengah mengalami bonus demografi bagi generasi muda sehingga perlu bagi generasi muda untuk melek mengenai peluang usaha yang mungkin dapat diciptakan. "Sehingga kita tidak perlu bergantung pada lapangan pekerjaan yang ada," ujarnya, Minggu (5/3/2018).

Menurutnya, keterbatasan lapangan kerja dapat diatasi dengan peran aktif generasi muda Indonesia. Generasi muda Indonesia itu sangat bertalenta. Namun, permasalahan timbul saat mereka lulus dari universitas, industri yang ada di Indonesia tidak banyak sehingga banyak dari mereka yang merasa kesulitan mencari kerja. Maka dari itu, Indonesia butuh lebih banyak wirausahawan untuk terus mengembangkan industri di Indonesia dan akhirnya dapat menciptakan lapangan kerja.

Sementara itu, Christine Lagarde mengatakan, generasi muda harus siap menghadapi berbagai perubahan tantangan pekerjaan di masa depan. Inovasi merupakan kunci dari tantangan ini. "Generasi muda harus melek terhadap perkembangan teknologi informasi hingga akhirnya dapat ditransformasikan untuk menjawab tantangan di masa depan. Menciptakan peluang kerja tentu dapat mendukung pertumbuhan ekonomi di Indonesia," katanya. 

Achmad Zaky juga memaparkan kiat-kiat menjadi pengusaha yaitu kita tentu harus lebih adaptif terhadap perkembangan yang terjadi, baik di dalam negeri maupun secara global. Dengan begitu, peluang usaha yang kita ciptakan dapat lebih kreatif dan menjawab kebutuhan masyarakat. Saat ini banyak perusahaan startup atau rintisan yang berbasis teknologi. Indonesia merupakan salah satu rising star di dunia untuk perkembangan startup. Dalam membangun startup, harus dipikirkan dampak positif yang dapat diberikan kepada masyarakat, bukan sekadar uang atau keuntungan semata.

"Saya membangun Bukalapak 8 tahun yang lalu. Lalu, saya berpikir apa yang bisa saya berikan dalam bisnis saya. Memang betul perusahaan kita harus untung, tapi akan lebih baik jika perusahaan yang kita bangun dapat berguna bagi masyarakat," ungkap Achmad Zaky.

Berdasarkan pengalamannya ketika mempunyai inisiatif mendirikan Bukalapak dan mengembangkannya hingga sekarang, pelajaran penting yang disampaikan Achmad Zaky adalah sociopreneurship yang berhasil lahir dari dua hal, yaitu sensitivitas terhadap problem sekitar sebagai tanggung jawab sosial dan keteguhan sikap untuk mengubahnya. Dari situ, Achmad Zaky berlatih mengatasi tantangan guna menghadirkan solusi yang impactful bagi seluruh kalangan masyarakat.

Achmad Zaky juga mengungkapkan aset terbesar di Bukalapak adalah karyawan. Dengan begitu, karyawan ini harus diberikan perhatian khusus agar mereka bisa berinovasi bagi perusahaan. Karyawan yang baik tidak hanya memiliki skill, tapi juga harus memiliki sikap dan etika kerja yang baik. Di Bukalapak kami memberikan fasilitas yang sangat baik dan kenyamanan untuk karyawan kami, seperti makan pagi, siang, dan malam gratis, ruang menyusui, fasilitas gym, ruang santai, dan sebagainya. Bukalapak sangat menghargai peran dan kontribusi karyawan di dalam perusahaan.

Tag: International Monetary Fund (IMF), Achmad Zaky, Bukalapak, Christine Lagarde

Penulis: Ning Rahayu

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Bukalapak

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6177.720 62.143 621
2 Agriculture 1516.070 10.982 20
3 Mining 1776.514 21.113 47
4 Basic Industry and Chemicals 846.848 12.353 71
5 Miscellanous Industry 1420.317 27.074 46
6 Consumer Goods 2515.883 16.594 49
7 Cons., Property & Real Estate 455.102 3.544 73
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1062.130 21.053 71
9 Finance 1176.328 11.338 91
10 Trade & Service 791.531 -0.850 153
No Code Prev Close Change %
1 AKSI 344 430 86 25.00
2 SOTS 436 545 109 25.00
3 PNSE 750 935 185 24.67
4 ZONE 446 555 109 24.44
5 KICI 212 260 48 22.64
6 SAFE 171 206 35 20.47
7 JKSW 60 68 8 13.33
8 KAEF 2,550 2,850 300 11.76
9 TRAM 163 180 17 10.43
10 OASA 318 350 32 10.06
No Code Prev Close Change %
1 SQMI 555 418 -137 -24.68
2 INPP 605 480 -125 -20.66
3 GMTD 14,900 13,425 -1,475 -9.90
4 BTEK 137 125 -12 -8.76
5 SMDM 152 139 -13 -8.55
6 DSSA 14,725 13,500 -1,225 -8.32
7 BBLD 492 454 -38 -7.72
8 AKPI 780 720 -60 -7.69
9 ETWA 78 72 -6 -7.69
10 OCAP 244 226 -18 -7.38
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 372 360 -12 -3.23
2 KPAS 710 705 -5 -0.70
3 RIMO 142 151 9 6.34
4 TLKM 3,650 3,750 100 2.74
5 TRAM 163 180 17 10.43
6 PGAS 2,130 2,150 20 0.94
7 PTBA 4,310 4,500 190 4.41
8 BBRI 3,620 3,680 60 1.66
9 CPIN 6,500 6,950 450 6.92
10 UNTR 29,300 29,300 0 0.00