Portal Berita Ekonomi Rabu, 20 Juni 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 17:49 WIB. Cryptocurrency - Dua platform pertukaran cryptocurrency global, Bithumb dan Coinrail, jadi korban dari serangan hacker.
  • 17:48 WIB. Mendekor.com - Mendekor Anugerah Indonesia mencatat peningkatan penjualan 30% selama periode Lebaran 2018.
  • 17:47 WIB. Korea Selatan - LS Cable & System akan membangun pabrik kabel listrik senilai US$50 juta di Karawang Barat.
  • 17:37 WIB. Oppo - Oppo resmi rilis ponsel flagship terbarunya, Find X.
  • 14:03 WIB. MIDI - Midi Utama Indonesia memprediksi peningkatan penjualan masih akan terjadi sampai akhir pekan ini.
  • 14:03 WIB. LTLS - Lautan Luas melunasi pembayaran Obligasi Berkelanjutan I Lautan Luas Tahap I Tahun 2013 sebesar Rp700 miliar.
  • 13:59 WIB. PDES - Destinasi Tirta Nusantara akan membuka cabang operasional di Malaysia pada kuartal II-2018.
  • 13:52 WIB. DWGL - Dwi Guna Laksana membukukan rugi bersih komprehensif sebesar Rp852,61 milia pada tahun 2017.
  • 13:50 WIB. DWGL - Dwi Guna Laksana mencatat pendapatan turun 35% menjadi Rp672,88 miliar pada 2017.
  • 13:50 WIB. DWGL - Dwi Guna Laksana menargetkan volume pasokan sebesar 5 juta ton per tahun ke PLN dalam dua tahun ke depan.
  • 08:45 WIB. Antariksa - Trump perintahkan AS dominasi antariksa.
  • 08:44 WIB. Gaza - PBB: Gaza 'di ambang perang'.
  • 08:43 WIB. Korea - Latihan militer Korsel-AS resmi dihentikan.

MUI: Afghanistan Pilih Indonesia Sebagai Juru Damai

Foto Berita MUI: Afghanistan Pilih Indonesia Sebagai Juru Damai
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Ketua Majelis Ulama Indonesia KH Muhyiddin Junaidi mengatakan pemerintah Afghanistan memilih Indonesia sebagai mediator perdamaian negara tersebut karena dianggap netral.

"Wapres dan Menlu berkunjung ke kantor MUI menyampaikan hasil kunjungan ke Kabul beberapa waktu lalu. Indonesia secara resmi diminta pemerintah Afghanistan untuk menjadi juru damai," kata Ketua bidang Hubungan Luar Negeri MUI Muhyiddin di Jakarta, Selasa (6/3/2018).

Di sela pertemuan dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di MUI, dia menengarai keinginan Afghanistan menunjuk Indonesia sebagai mediator perdamaian karena dianggap negara yang netral, memiliki modal besar dan luas dalam menyelesaikan masalah konflik internal, termasuk di luar negeri.

Muhyiddin mengatakan Indonesia terbukti mampu membuat penyelesaian kasus Poso, Ambon dan Aceh yang dapat diselesaikan secara kekeluargaan.

"Afghanistan sudah menjajaki dengan Mesir, Arab Saudi, Qatar dan lainnya untuk ikut mendamaikan internalnya. Tapi mereka memilih Indonesia karena dinilai tidak memiliki kepentingan politik, ekonomi. Kalau yang mengadakan itu Pakistan, Amerika Serikat, Rusia tentu mereka tidak mau karena ada kepentingan," kata dia.

Adapun upaya untuk perdamaian Afghanistan itu akan dilakukan dengan pertemuan ulama tiga negara yaitu dari Indonesia, Afghanistan dan Pakistan. Pertemuan akan dilakukan di Bogor pada Maret 2018.

Namun Muhyiddin belum dapat memastikan tanggal pelaksanaan halaqah itu, karena masih menunggu kesediaan ulama Afghanistan dari kalangan Taliban.

Sebelumnya, pertemuan ulama itu akan diadakan pada 15 Maret tetapi harus ditunda dengan pertimbangan memasukkan ulama Taliban yang sebelumnya tidak ada di daftar undangan.

"Total ada 45 ulama tiga negara, masing-masing 15 yaitu dari Indonesia, Afghanistan dan Pakistan," kata dia.

Dia mengatakan keikutsertaan Pakistan sangat penting karena di negara itu terdapat sejumlah ulama Taliban yang juga orang Afghanistan. Maka, Pakistan memiliki arti penting dalam upaya perdamaian di Afghanistan.

Tag: KH Muhyiddin Junaidi, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Afghanistan, Muhammad Jusuf Kalla (JK)

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Vicky Fadil

Foto: Reuters/Mohammad Ismail

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5993.627 -113.071 587
2 Agriculture 1535.417 -16.568 19
3 Mining 1950.048 -19.774 44
4 Basic Industry and Chemicals 810.011 -8.507 70
5 Miscellanous Industry 1230.258 -8.573 45
6 Consumer Goods 2439.310 -39.956 45
7 Cons., Property & Real Estate 473.172 -5.498 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1040.501 -26.112 65
9 Finance 1059.149 -33.106 93
10 Trade & Service 902.658 -6.794 141
No Code Prev Close Change %
1 KPAL 195 262 67 34.36
2 GDST 198 266 68 34.34
3 MYTX 160 204 44 27.50
4 SWAT 272 340 68 25.00
5 JPRS 266 332 66 24.81
6 CITA 875 1,090 215 24.57
7 ATIC 735 915 180 24.49
8 CSIS 980 1,180 200 20.41
9 ASJT 290 328 38 13.10
10 DSSA 15,500 17,500 2,000 12.90
No Code Prev Close Change %
1 BNBR 104 70 -34 -32.69
2 DFAM 1,205 905 -300 -24.90
3 SDMU 282 222 -60 -21.28
4 FORU 144 126 -18 -12.50
5 JKSW 74 66 -8 -10.81
6 SAME 560 500 -60 -10.71
7 MNCN 1,180 1,070 -110 -9.32
8 ERTX 132 120 -12 -9.09
9 IIKP 230 212 -18 -7.83
10 SMRA 995 920 -75 -7.54
No Code Prev Close Change %
1 SWAT 272 340 68 25.00
2 BBRI 3,140 2,960 -180 -5.73
3 TLKM 3,610 3,710 100 2.77
4 BBCA 22,250 21,500 -750 -3.37
5 BBNI 8,050 7,525 -525 -6.52
6 BMRI 6,950 6,700 -250 -3.60
7 ADRO 1,935 2,000 65 3.36
8 UNTR 34,800 33,500 -1,300 -3.74
9 ASII 6,900 6,950 50 0.72
10 PGAS 2,080 2,040 -40 -1.92