Portal Berita Ekonomi Kamis, 20 September 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 14:22 WIB. Gula - Sub Divre Bulog Cirebon, telah membeli gula petani sebanyak 4.500 ton.
  • 14:16 WIB. Urea - Kementan beri tambahan kuota pupuk urea bersubsidi sebanyak 23.820 ton untuk kebutuhan petani di NTT.
  • 14:13 WIB. Purbalingga - UKM di bidang pengolahan jagung diharapkan akan makin mantap berproduksi dengan adanya aneka macam varian produk.
  • 14:12 WIB. Purbalingga - Program diversifikasi pangan berbasis jagung di Purbalingga, diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomi jagung.
  • 14:11 WIB. Purbalingga - Warga Purbalingga dilatih mengolah makanan berbahan jagung.
  • 14:04 WIB. Beras - Data proyeksi produksi beras Kementan yang disoroti Menko Perekonomian, yakni 13,7 juta ton dalam tiga bulan awal 2018.
  • 14:03 WIB. Beras - Akurasi data proyeksi produksi beras penting karena turut mempengaruhi kebijakan pemerintah terkait impor.
  • 14:02 WIB. Beras - Pihak yang mempunyai data terkait angka perkiraan produksi beras adalah Kementan dan BPS.
  • 14:01 WIB. Beras - Menko Bidang Perekonomian: data proyeksi produksi beras yang dikeluarkan oleh Kementan sering meleset.
  • 13:57 WIB. Bandara Bali - Untuk memaksimalkan metode nontunai itu, Bandara Ngurah Rai, melakukan sosialisasi kepada pelaku usaha.
  • 13:56 WIB. Bandara Bali - Menggandeng Bank BRI untuk pembayaran dengan layanan "virtual account" kepada sekitar 138 gerai dari 65 perusahaan.
  • 13:53 WIB. Bandara Bali - Tarif nontunai itu berlaku untuk sewa ruangan, untuk mendorong efisiensi dan transparansi keuangan UKM.
  • 13:52 WIB. UKM - Bandara Bali menerapkan sistem pembayaran nontunai bagi seluruh pelaku UKM yang manfaatkan jasa.
  • 13:47 WIB. Andi Arief - Tim di Mauritius mencari informasi soal gugatan.
  • 13:47 WIB. Andi Arief - Sekjen Demokrat hari ini di Hong Kong temui pihak Asia Sentinel.

Fetra Syahbana: Keluar Zona Nyaman, Tumbuh Bersama F5 Networks

Foto Berita Fetra Syahbana: Keluar Zona Nyaman, Tumbuh Bersama F5 Networks
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Bicara soal karir, keluar dari zona nyaman bukanlah hal yang mudah. Apalagi jika sudah ikut membangun dan mengubah paradigma sebuah perusahaan selama belasan tahun. Bagi Fetra Syahbana, Country Manager Indonesia, F5 Networks, zona nyaman tidak memberi tantangan  dan cenderung membuat  kreativitas  seseorang terhenti. “Saya bukan orang  yang suka kenyamanan,  karena  membuat  kita  stuck dan  berhenti berkreasi,”  paparnya kepada Warta  Ekonomi beberapa waktu lalu.

Pada awalnya Fetra bercita-cita menjadi dosen, menurutnya profesi tersebut cocok untuk menyalurkan ide-idenya. Ia pun menekuninya di Bandung. Hingga  akhirnya ada tawaran  untuk bekerja di  ibukota, anak ketiga dari empat bersaudara ini pun memutuskan untuk ‘iseng’ menerimanya.

Jiwa pengajar  haus ilmu itulah yang membuat Fetra menyelam ke dunia teknologi. Dunia TI yang dinamis dan  terus  menerus   berkembang,  memacu  kreativitas  dan  tidak membuatnya berhenti berpikir dan berinovasi, apalagi, teknologi diciptakan untuk mempermudah hidup manusia.

Namun di tahun 2013 pria lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) ini memutuskan untuk bergabung dengan F5 Networks  setelah 19 tahun berkarir bersama perusahaan teknologi asal Amerika Serikat (AS),  IBM. Ia memutuskan   pindah  ke F5  Networks,  perusahaan   teknologi  yang  kala itu justru belum  begitu dikenalnya. Memang diakuinya  keputusan itu cukup lama ia pertimbangkan, yakni  selama 1,5 tahun.  Ia pun  tertantang untuk berkreasi di luar zona nyaman bersama perusahaan spesialis  application delivery networking tersebut.  

"F5 Networks  bagus,  tapi   belum  banyak  dikenal  orang. Meski telah berdiri sejak 1996 dan beroperasi di 32 negara  termasuk Indonesia yang dimulai pada pada 2009, bahkan telah memiliki banyak klien di sini, F5 Network belum dikenal. Inilah  tantangan saya,  membuat   F5 Networks dikenal orang dalam waktu yang singkat," ujar penghobi fotografi ini.

Sejak   bergabung   dengan  F5 Networks,   Fetra  mengaku  pilihannya  tepat  karena  dirinya takpernah   melihat ke belakang.   Ia mengatakan, semula  memang   ada  pertanyaan  dari  keluarga  terkait keputusan tersebut,  terutama karena mereka menilai  IBM lebih besar dan terkenal. "Saya mendapat restu orangtua, terutama ibu, Itu yang paling utama,” ujarnya.

Karena  tak  ingin menjalankan sesuatu yang disesali di kemudian hari,  ia pun melakukan riset mengenai   F5 Networks  dengan menyeluruh. Dimatanya  perusahaan yang bermarkas di Seatle, Washington, AS ini seperti berlian yang  belum  diasah. "Namun perpindahan ini bukan upgrade, karena IBM sudah memiliki nama sedangkan F5 Networks di Indonesia harus dibangun dari awal. Nampak sulit, namun justru ini yang membuat saya semangat, saya suka hal  seperti  itu. Mengembangakan sebuah   bisnis,  kemudian memberikan kesempatan orang lain untuk ikut belajar dan berkontribusi,” lanjutnya.

Target awal  Fetra di F5 Networks sebenarnya tidaklah mudah,   selain  memposisikan F5 Networks  di pasar Indonesia,  ia  juga harus membangun organisasi  dan mengembangkan bisnisnya di Tanah Air.  Apa yang ia lakukan  terbilang sukses.  F5 Network kini sudah tersebar di kota-kota besar dan memiliki klien-klien korporasi ternama.

Empat hal esensial yang ia tekankan adalah meningkatkan kecepatan, memastikan keamanan, simplicity, dan beradaptasi dengan tren. Ia menganalogikannya sebagai sebuah kapal besar yang  bergerak lambat, lalu diubah menjadi sejumlah speedboat yang dapat berjalan dengan sangat cepat namun tetap terhubung.

Namun Indonesia coveragenya amat luas sehingga takada yang  bisa melakukan semuanya sendirian.  Oleh karenanya perlu partner bisnis, dengan bekerja  bersama ia yakinF5 Networks juga akan berkembang.

Untuk 2018 ini Fetra berharap F5 Indonesia  bisa tumbuh hingga double digit menjadi penyumbang terbesar  bagi   perusahaan  di kawasan Asia Tenggara.  Selain itu, juga  akan semakin  banyak berperan  di proyek-proyek nasional atau berkontribusi bagi kemajuan bangsa. “F5 Networks akan tetap bertransformasi. Tujuan utama kami tetap untuk memastikan  application delivery berjalan secara konsisten, cepat, dan aman,” pungkasnya.

 

Tag: strategi bisnis, F5 Networks, Fetra Syahbana

Penulis/Editor: Sufri Yuliardi

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,976.27 3,936.70
British Pound GBP 1.00 19,606.12 19,408.59
China Yuan CNY 1.00 2,176.13 2,154.53
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,913.00 14,765.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,826.84 10,716.44
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,901.17 1,882.26
Dolar Singapura SGD 1.00 10,897.33 10,787.61
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,422.86 17,245.52
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,606.53 3,566.43
Yen Jepang JPY 100.00 13,299.74 13,164.23

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5873.597 61.807 602
2 Agriculture 1573.131 -18.171 20
3 Mining 1915.607 8.625 46
4 Basic Industry and Chemicals 796.218 16.285 71
5 Miscellanous Industry 1257.362 55.238 45
6 Consumer Goods 2447.908 35.684 47
7 Cons., Property & Real Estate 421.933 1.870 68
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1023.502 -1.264 69
9 Finance 1055.900 6.888 91
10 Trade & Service 820.776 7.323 145
No Code Prev Close Change %
1 PANI 183 246 63 34.43
2 PADI 500 625 125 25.00
3 TFCO 680 850 170 25.00
4 DIGI 340 424 84 24.71
5 JSPT 1,200 1,450 250 20.83
6 BULL 141 169 28 19.86
7 PGLI 210 248 38 18.10
8 TCPI 3,020 3,480 460 15.23
9 ABMM 2,040 2,290 250 12.25
10 KPAL 394 442 48 12.18
No Code Prev Close Change %
1 ARTO 179 137 -42 -23.46
2 PNSE 850 665 -185 -21.76
3 AKPI 970 770 -200 -20.62
4 TAMU 4,290 3,590 -700 -16.32
5 MINA 550 464 -86 -15.64
6 COWL 515 448 -67 -13.01
7 TRUS 195 170 -25 -12.82
8 NICK 146 130 -16 -10.96
9 AGRS 260 232 -28 -10.77
10 MGNA 57 51 -6 -10.53
No Code Prev Close Change %
1 BMTR 384 406 22 5.73
2 SRSN 85 82 -3 -3.53
3 KPIG 715 710 -5 -0.70
4 PNLF 226 238 12 5.31
5 TLKM 3,570 3,550 -20 -0.56
6 BBRI 2,940 3,000 60 2.04
7 ASII 7,025 7,400 375 5.34
8 ERAA 2,470 2,510 40 1.62
9 ENRG 127 136 9 7.09
10 BBCA 24,000 24,000 0 0.00