Portal Berita Ekonomi Senin, 10 Desember 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 20:25 WIB. Pertamina - Pertamina hanya bermitra dengan Overseas Oil and Gas LLC untuk proyek kilang Bontang.
  • 20:24 WIB. Pelindo I - Pelindo I menerapkan sistem e-berthing dan e-pass di Terminal Penumpang Sri Bintan Pura, Tanjung Pinang.
  • 19:04 WIB. Carlos Ghosn - Carlos Ghosn secara resmi dinyatakan bersalah dalam skandal pelanggaran keuangan.
  • 19:03 WIB. Asia - Bank Dunia: Penduduk Asia Timur ingin berpenghasilan tinggi.
  • 19:02 WIB. Uni Eropa - Uni Eropa siapkan sanksi tambahan untuk otoritas Myanmar.
  • 19:02 WIB. Donald Trump - Trump mendukung permintaan anggaran pertahanan senilai $750 miliar kepada Kongres.
  • 19:01 WIB. China - China dan Ukraina memperbarui perjanjian swap mata uang bilateral bilateral
  • 19:01 WIB. Belgia - Lima menteri Belgia mundur karena sengketa migrasi.
  • 19:00 WIB. Prancis - Aksi vandalisme 'Rompi Kuning' lukai pertumbuhan ekonomi Prancis 0,1%.
  • 19:00 WIB. Kopi - Indonesia peringkat ke-4 produsen kopi dunia.
  • 18:59 WIB. Standard Chartered - Standard Chartered pangkas jumlah karyawan di Uni Emirat Arab.
  • 18:58 WIB. Luksemburg - Luksemburg gratiskan biaya transportasi publik.
  • 16:32 WIB. Google - Google mau bikin perumahan murah dekat kantornya. 
  • 16:27 WIB. Bukalapak - Bukalapak bidik transaksi Rp1,6 triliun di Harbolnas 12.12.
  • 16:26 WIB. Bukalapak - Bukalapak tambah kapasitas server untuk persiapan Harbolnas. 

Fetra Syahbana: Keluar Zona Nyaman, Tumbuh Bersama F5 Networks

Foto Berita Fetra Syahbana: Keluar Zona Nyaman, Tumbuh Bersama F5 Networks
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Bicara soal karir, keluar dari zona nyaman bukanlah hal yang mudah. Apalagi jika sudah ikut membangun dan mengubah paradigma sebuah perusahaan selama belasan tahun. Bagi Fetra Syahbana, Country Manager Indonesia, F5 Networks, zona nyaman tidak memberi tantangan  dan cenderung membuat  kreativitas  seseorang terhenti. “Saya bukan orang  yang suka kenyamanan,  karena  membuat  kita  stuck dan  berhenti berkreasi,”  paparnya kepada Warta  Ekonomi beberapa waktu lalu.

Pada awalnya Fetra bercita-cita menjadi dosen, menurutnya profesi tersebut cocok untuk menyalurkan ide-idenya. Ia pun menekuninya di Bandung. Hingga  akhirnya ada tawaran  untuk bekerja di  ibukota, anak ketiga dari empat bersaudara ini pun memutuskan untuk ‘iseng’ menerimanya.

Jiwa pengajar  haus ilmu itulah yang membuat Fetra menyelam ke dunia teknologi. Dunia TI yang dinamis dan  terus  menerus   berkembang,  memacu  kreativitas  dan  tidak membuatnya berhenti berpikir dan berinovasi, apalagi, teknologi diciptakan untuk mempermudah hidup manusia.

Namun di tahun 2013 pria lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) ini memutuskan untuk bergabung dengan F5 Networks  setelah 19 tahun berkarir bersama perusahaan teknologi asal Amerika Serikat (AS),  IBM. Ia memutuskan   pindah  ke F5  Networks,  perusahaan   teknologi  yang  kala itu justru belum  begitu dikenalnya. Memang diakuinya  keputusan itu cukup lama ia pertimbangkan, yakni  selama 1,5 tahun.  Ia pun  tertantang untuk berkreasi di luar zona nyaman bersama perusahaan spesialis  application delivery networking tersebut.  

"F5 Networks  bagus,  tapi   belum  banyak  dikenal  orang. Meski telah berdiri sejak 1996 dan beroperasi di 32 negara  termasuk Indonesia yang dimulai pada pada 2009, bahkan telah memiliki banyak klien di sini, F5 Network belum dikenal. Inilah  tantangan saya,  membuat   F5 Networks dikenal orang dalam waktu yang singkat," ujar penghobi fotografi ini.

Sejak   bergabung   dengan  F5 Networks,   Fetra  mengaku  pilihannya  tepat  karena  dirinya takpernah   melihat ke belakang.   Ia mengatakan, semula  memang   ada  pertanyaan  dari  keluarga  terkait keputusan tersebut,  terutama karena mereka menilai  IBM lebih besar dan terkenal. "Saya mendapat restu orangtua, terutama ibu, Itu yang paling utama,” ujarnya.

Karena  tak  ingin menjalankan sesuatu yang disesali di kemudian hari,  ia pun melakukan riset mengenai   F5 Networks  dengan menyeluruh. Dimatanya  perusahaan yang bermarkas di Seatle, Washington, AS ini seperti berlian yang  belum  diasah. "Namun perpindahan ini bukan upgrade, karena IBM sudah memiliki nama sedangkan F5 Networks di Indonesia harus dibangun dari awal. Nampak sulit, namun justru ini yang membuat saya semangat, saya suka hal  seperti  itu. Mengembangakan sebuah   bisnis,  kemudian memberikan kesempatan orang lain untuk ikut belajar dan berkontribusi,” lanjutnya.

Target awal  Fetra di F5 Networks sebenarnya tidaklah mudah,   selain  memposisikan F5 Networks  di pasar Indonesia,  ia  juga harus membangun organisasi  dan mengembangkan bisnisnya di Tanah Air.  Apa yang ia lakukan  terbilang sukses.  F5 Network kini sudah tersebar di kota-kota besar dan memiliki klien-klien korporasi ternama.

Empat hal esensial yang ia tekankan adalah meningkatkan kecepatan, memastikan keamanan, simplicity, dan beradaptasi dengan tren. Ia menganalogikannya sebagai sebuah kapal besar yang  bergerak lambat, lalu diubah menjadi sejumlah speedboat yang dapat berjalan dengan sangat cepat namun tetap terhubung.

Namun Indonesia coveragenya amat luas sehingga takada yang  bisa melakukan semuanya sendirian.  Oleh karenanya perlu partner bisnis, dengan bekerja  bersama ia yakinF5 Networks juga akan berkembang.

Untuk 2018 ini Fetra berharap F5 Indonesia  bisa tumbuh hingga double digit menjadi penyumbang terbesar  bagi   perusahaan  di kawasan Asia Tenggara.  Selain itu, juga  akan semakin  banyak berperan  di proyek-proyek nasional atau berkontribusi bagi kemajuan bangsa. “F5 Networks akan tetap bertransformasi. Tujuan utama kami tetap untuk memastikan  application delivery berjalan secara konsisten, cepat, dan aman,” pungkasnya.

 

Tag: strategi bisnis, F5 Networks, Fetra Syahbana

Penulis/Editor: Sufri Yuliardi

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6111.360 -14.996 620
2 Agriculture 1498.070 5.905 20
3 Mining 1737.944 -0.464 47
4 Basic Industry and Chemicals 843.964 1.637 71
5 Miscellanous Industry 1377.909 -12.076 45
6 Consumer Goods 2503.452 -5.828 49
7 Cons., Property & Real Estate 448.927 -0.797 73
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1043.764 -1.013 71
9 Finance 1163.047 -4.982 91
10 Trade & Service 790.568 -1.203 153
No Code Prev Close Change %
1 SOTS 165 280 115 69.70
2 URBN 1,200 1,800 600 50.00
3 PTSN 645 805 160 24.81
4 MDIA 126 153 27 21.43
5 YULE 173 208 35 20.23
6 PJAA 1,125 1,350 225 20.00
7 MERK 5,400 6,475 1,075 19.91
8 YPAS 625 725 100 16.00
9 SHID 3,500 4,000 500 14.29
10 KPAS 442 505 63 14.25
No Code Prev Close Change %
1 DEAL 525 394 -131 -24.95
2 NUSA 210 158 -52 -24.76
3 HERO 920 770 -150 -16.30
4 AKSI 332 280 -52 -15.66
5 FORU 120 103 -17 -14.17
6 ETWA 85 73 -12 -14.12
7 LMAS 64 55 -9 -14.06
8 SIPD 1,100 960 -140 -12.73
9 PNSE 740 650 -90 -12.16
10 HDTX 150 132 -18 -12.00
No Code Prev Close Change %
1 KPAS 442 505 63 14.25
2 RIMO 163 186 23 14.11
3 TLKM 3,670 3,680 10 0.27
4 NUSA 210 158 -52 -24.76
5 WSKT 1,845 1,845 0 0.00
6 BBRI 3,620 3,610 -10 -0.28
7 PTBA 3,990 4,020 30 0.75
8 ASII 8,225 8,150 -75 -0.91
9 ADRO 1,300 1,310 10 0.77
10 ITMG 20,425 19,800 -625 -3.06