Portal Berita Ekonomi Jum'at, 21 September 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:14 WIB. HIPMI  - HIPMI: tanggapi polemik beras dengan kepala dingin.
  • 16:13 WIB. Perikanan - Menteri Susi mendorong pengusaha perikanan nasional untuk dapat melakukan terobosan ekspor
  • 16:02 WIB. Instagram - Instagram dikabarkan uji fitur 'Repost' konten. 
  • 16:02 WIB. Gerindra - Semua nomor urut capres-cawapres adalah baik.
  • 16:01 WIB. Amazon - Amazon targetkan buka 3.000 toko tanpa kasir di AS.
  • 16:00 WIB. Kemenhub - Kemenhub libatkan Organda godok peraturan transportasi online.
  • 15:59 WIB. Facebook - Facebook lepas dukungan kampanye politik.
  • 15:24 WIB. Samsung - Samsung Galaxy A7 melenggang dengan tiga kamera utama.
  • 15:16 WIB. PLN - Pefindo menegaskan dua peringkat surat utang milik PLN dengan peringkat idAAA dan idAAA syariah.
  • 15:00 WIB. Pertamina - Total kebutuhan FAME Pertamina yaitu sekitar 5,8 juta kiloliter per tahun.
  • 14:59 WIB. Pertamina - Pertamina mengalami kekurangan pasokan bahan campuran B20.
  • 14:57 WIB. AP I - AP I merancang Bandara Internasional Yogyakarta di Kabupaten Kulon Progo, DIY tahan gempa hingga 8,8 SR.
  • 14:55 WIB. Bulog - Perum Bulog Divre Sulawesi Utara telah menggelontorkan sebanyak 2.000 ton beras untuk OP.
  • 14:55 WIB. PP - PT PP meraih penghargaan bertaraf internasional Asian Power Awards 2018.
  • 14:54 WIB. IKM - Mengenalkan E-Commerce kepada pelaku IKM di Buleleng, Dinas Kominfosandi selenggarakan Sosialisasi E-Commerce.

Aftech Harap Pelaku UMKM Bisa Naik Kelas

Foto Berita Aftech Harap Pelaku UMKM Bisa Naik Kelas
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Ketua Kelompok Kerja Peer to Peer (P2P) Lending Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) sekaligus CEO Modalku, Reynold Wijaya menekankan teknologi finansial lahir didorong kebutuhan untuk mengisi gap pembiayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang tinggi di Indonesia, yang meski telah diakselerasi dengan sangat baik, belum dapat sepenuhnya dicapai oleh lembaga keuangan lain selama ini karena usia usaha yang masih muda, minimnya data, dan ketiadaan agunan.

"Dibantu tekfin, UMKM di Indonesia diharapkan dapat berkembang menjadi bankable sehingga tekfin dan layanan jasa keuangan incumbent bersifat saling mendukung dan melengkapi," tuturnya di Jakarta, Rabu (7/3/2018).

OJK sendiri kerap menegaskan adanya gap pembiayaan sebesar Rp988 triliun yang belum mampu dipenuhi oleh perbankan saat ini. Fakta ini selaras dengan temuan studi Asian Development Bank di tahun 2017 bahwa terdapat gap pembiayaan sebesar US$57 miliar di Indonesia yang belum dapat didukung oleh lembaga keuangan formal. 

Tekfin memiliki potensi yang sangat besar untuk membantu mewujudkan inklusi keuangan sesuai Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI), dengan prioritas agenda nasional yaitu membuka akses layanan keuangan kepada sedikitnya 75 persen penduduk Indonesia yang belum bankable

Di sisi dunia usaha, Indonesia berada dalam momentum yang terbangun berkat perkembangan teknologi dan pertumbuhan perusahaan rintisan yang terjadi dengan sangat pesat di Asia Tenggara. Indonesia tercatat sebagai negara dengan jumlah perusahaan rintisan tertinggi di kawasan ini dan diperkirakan akan mencapai jumlah 13.000 pada 2020 mendatang. 

Oleh karenanya, Aftech mendukung segala bentuk inisiatif yang mendukung agenda nasional tersebut, termasuk rencana dikeluarkannya Principal Based Guideline Fintech Provider oleh OJK. Reynold mengungkapkan, khusus untuk kegiatan p2p lending, Aftech sendiri telah menyiapkan "Pedoman Perilaku Layanan Pinjam Meminjam Daring yang Bertanggung Jawab" yang akan dipresentasikan kepada seluruh pemangku kepentingan terkait dalam waktu dekat. 

"Aftech terus berkomitmen dan bekerja secara intensif untuk mendukung terbentuknya regulasi yang bijak, baik dari sisi advokasi penyusunannya maupun dari sisi implementasi operasional, serta melakukan edukasi kepada publik agar mereka dapat bertransaksi dengan aman dan nyaman," jelas Reynold. 

Melalui Aftech, para pelaku usaha juga saling menjaga kredibilitas, memastikan praktik yang akuntabel, dan terus meningkatkan kapabilitas tata kelola usaha agar semakin banyak perusahaan tekfin Indonesia berkualitas dan berkembang sesuai standar internasional, terutama untuk melindungi hak dan kepentingan konsumen akan layanan yang terpercaya, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.  

"Dukungan atas perkembangan dan kapabilitas usaha tekfin berarti mendukung cita-cita inklusi keuangan, serta terbukanya akses publik dan akselerasi pertumbuhan ekonomi," pungkas Reynold.

Tag: Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech), Reynold Wijaya, Modalku, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Penulis: Dina Kusumaningrum

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: AFTECH

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,972.48 3,932.70
British Pound GBP 1.00 19,766.67 19,568.83
China Yuan CNY 1.00 2,179.44 2,157.79
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,898.00 14,750.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,860.64 10,751.28
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,904.46 1,885.47
Dolar Singapura SGD 1.00 10,919.89 10,810.61
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,552.82 17,372.55
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,609.89 3,570.56
Yen Jepang JPY 100.00 13,234.43 13,099.47

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5931.266 57.669 602
2 Agriculture 1584.135 11.004 20
3 Mining 1936.077 20.470 46
4 Basic Industry and Chemicals 810.673 14.455 71
5 Miscellanous Industry 1272.514 15.152 45
6 Consumer Goods 2477.630 29.722 47
7 Cons., Property & Real Estate 421.938 0.005 68
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1029.500 5.998 69
9 Finance 1067.861 11.961 91
10 Trade & Service 821.943 1.167 145
No Code Prev Close Change %
1 BKDP 62 83 21 33.87
2 HDTX 172 218 46 26.74
3 DIGI 424 530 106 25.00
4 PANI 246 306 60 24.39
5 KPAL 442 530 88 19.91
6 TRUS 170 200 30 17.65
7 OKAS 195 222 27 13.85
8 DYAN 88 100 12 13.64
9 MINA 464 525 61 13.15
10 ARTO 137 154 17 12.41
No Code Prev Close Change %
1 CNTX 680 580 -100 -14.71
2 DNAR 310 266 -44 -14.19
3 DSSA 16,300 14,000 -2,300 -14.11
4 GLOB 160 140 -20 -12.50
5 RELI 262 234 -28 -10.69
6 INPP 660 590 -70 -10.61
7 SRAJ 139 125 -14 -10.07
8 BULL 169 153 -16 -9.47
9 YPAS 700 635 -65 -9.29
10 ALMI 350 320 -30 -8.57
No Code Prev Close Change %
1 PNLF 238 232 -6 -2.52
2 BMTR 406 406 0 0.00
3 KPIG 710 690 -20 -2.82
4 BBRI 3,000 3,090 90 3.00
5 DYAN 88 100 12 13.64
6 BHIT 88 90 2 2.27
7 TLKM 3,550 3,600 50 1.41
8 INKP 17,850 18,300 450 2.52
9 ADRO 1,740 1,805 65 3.74
10 PGAS 2,020 2,080 60 2.97