Portal Berita Ekonomi Senin, 21 Januari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 21:51 WIB. Mandiri - Sekitar 600 investor dan pelaku bisnis dari dalam dan luar negeri akan menghadiri MIF 2019.
  • 21:48 WIB. Holding BUMN - Pembentukan holding masih menunggu inisiatif Kementerian BUMN.
  • 19:46 WIB. BNI - BNI mengelola dana wealth management sebesar Rp128,5 triliun di tahun 2018.
  • 19:45 WIB. BNI - Komposisi transaksi melalui e-channel BNI sudah mencapai sekitar 92%.
  • 19:35 WIB. WIKA - WIKA akan melakukan penawaran IPO melalui WIKA Realty dengan target proceeds sekitar Rp2 trliun.
  • 19:23 WIB. WIKA - WIKA menganggarkan capex Rp715 miliar untuk pengembangan kawasan dan TOD 2019.
  • 19:21 WIB. PTPP - Total investasi untuk proyek TOD PT PP sekitar Rp550 miliar.
  • 19:19 WIB. PTPP - PT PP menyiapkan investasi sekitar Rp250 miliar untuk pengembangan proyek TOD pada 2019.
  • 19:18 WIB. NYIA - Menhub berencana membuat kereta api jarak jauh berhenti di stasiun kereta Bandara NYIA.
  • 19:16 WIB. Waskita - Waskita akan melakukan kajian bersama dengan KAI untuk rencana pengembangan TOD.
  • 19:14 WIB. BNI - BPK meminta BNI untuk membantu distribusi KIP kepada penerimanya.
  • 19:14 WIB. PGN - Jumlah pelanggan yang akan dikelola PGN pada 2019 direncanakan mencapai 244.043 pelanggan.
  • 19:13 WIB. PGN - Dari segmen usaha transmisi gas, PGN menargetkan 2.156 MMSCFD sepanjang 2019.
  • 19:13 WIB. PGN - PGN Group mematok target mampu menggarap lini niaga gas bumi hingga 935 BBTUD.
  • 19:13 WIB. Pertamina - Selain gugatan pidana, Pertamina akan digugat juga secara perdata oleh KLHK.

Bappenas: Penguatan Dolar AS Perlu Diwaspadai

Foto Berita Bappenas: Penguatan Dolar AS Perlu Diwaspadai
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro menilai penguatan dolar AS terhadap hampir seluruh mata uang di dunia, termasuk Indonesia, perlu diwaspadai.

Menurut Bambang, pernyataan Gubernur Bank Sentral AS The Fed Jerome Powell yang menyebutkan AS perlu lebih agresif untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, mengirim sinyal ke pasar di seluruh dunia sehingga dolar mengalami penguatan.

Ia menekankan, pemerintah perlu mengantisipasi potensi keluarnya arus modal (capital outflow) dari negara berkembang kembali ke AS.

"Yang 'challenging' itu 'outflow. Saat ini indeks terkoreksi cukup lumayan, trading surat utang negara kita juga 'yield'-nya naik. Tentu ini perlu kita waspadai," ujar Bambang saat serah terima pelaksana Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (PP ISEI) di Kantor Bappenas, Jakarta, Kamis 8/3/2018).

Bambang menuturkan, meski nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah, ketahanan rupiah harus tetap diperkuat. Ia menyebut, Bank Indonesia tentunya pasti sudah mengantisipasi hal ini dengan melakukan intervensi.

Namun, lanjut Bambang, penguatan ketahanan rupiah perlu diperkuat tidak hanya secara operasional namun juga fundamental yakni dengan meningkatkan ekspor tidak hanya dari sisi barang, tapi juga dari sisi jasa yaitu sektor pariwisata.

"Dari sisi neraca jasa, kita juga punya ekspor jasa. Di situlah salah satu prioritas pemerintah yang memang tengah terus digencarkan yaitu 'tourism', untuk bisa memperkuat rupiah secara permanen," kata Bambang.

Bambang menambahkan, meningkatkan kesadaran tentang pentingnya sektor pariwisata, terutama di daerah, kini menjadi sangat penting. Sektor pariwisata dinilai dapat memberikan efek berganda atau multiplier effect yang besar, sehingga perlu menjadi perhatian pemerintah daerah.

"Tingkatkan 'awareness' pariwisata itu penting dan multiplier effect-nya besar. Tapi harus ada investasi oleh daerah itu sendiri, baik dari APBD maupun swasta," ujar Bambang.

Ia menilai, Indonesia saat ini masih tergantung pada Bali untuk berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi. Investasi dan pengembangan untuk menciptakan Bali-Bali baru perlu terus diintensifkan.

"Investasi itu bukan hanya datangin pabrik, pariwisata itu juga penting. Mengapa lompatan jumlah turis kita tidak sespektakuler Jepang, karena ketergantungan kita terhadap Bali. Pemerintah sudah bikin 10 Bali baru, tapi itu kan rencana yang butuh wakt untuk dikapitalisasi," kata Bambang.

Tag: Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Vicky Fadil

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6450.834 2.678 627
2 Agriculture 1642.122 58.830 21
3 Mining 1896.174 15.254 47
4 Basic Industry and Chemicals 890.201 0.505 71
5 Miscellanous Industry 1423.572 -19.807 46
6 Consumer Goods 2599.505 -7.787 51
7 Cons., Property & Real Estate 465.509 -6.115 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1154.795 5.554 71
9 Finance 1239.207 4.959 91
10 Trade & Service 794.825 -2.264 155
No Code Prev Close Change %
1 NATO 175 236 61 34.86
2 CLAY 306 382 76 24.84
3 SQMI 382 476 94 24.61
4 YPAS 575 710 135 23.48
5 HEXA 2,920 3,600 680 23.29
6 BNLI 705 855 150 21.28
7 VOKS 250 300 50 20.00
8 INRU 785 910 125 15.92
9 KMTR 334 382 48 14.37
10 DSSA 15,600 17,825 2,225 14.26
No Code Prev Close Change %
1 MTSM 206 157 -49 -23.79
2 AGRS 490 402 -88 -17.96
3 PADI 1,090 920 -170 -15.60
4 CANI 248 210 -38 -15.32
5 NAGA 280 240 -40 -14.29
6 SKYB 160 142 -18 -11.25
7 AKSI 394 350 -44 -11.17
8 PLIN 3,400 3,040 -360 -10.59
9 KIOS 2,000 1,790 -210 -10.50
10 MYTX 105 94 -11 -10.48
No Code Prev Close Change %
1 HOME 150 144 -6 -4.00
2 BUMI 174 174 0 0.00
3 ERAA 2,310 2,240 -70 -3.03
4 BNLI 705 855 150 21.28
5 PNLF 296 296 0 0.00
6 ASII 8,475 8,325 -150 -1.77
7 BHIT 69 68 -1 -1.45
8 BBRI 3,820 3,800 -20 -0.52
9 SSMS 1,205 1,210 5 0.41
10 INDY 2,180 2,130 -50 -2.29