Portal Berita Ekonomi Selasa, 19 Juni 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 13:02 WIB. AAJI - AAJI melaporkan pertumbuhan kanal bancassurance naik 5,9% menjadi 28.464 orang per Maret 2018.
  • 13:01 WIB. AAJI - AAJI mencatat saluran keagenan berlisensi naik 4,9% menjadi 540.058 orang sampai kuartal I-2018.
  • 12:59 WIB. AAJI - AAJI mengatakan peranan agen masih sangat dibutuhkan dalam jangka waktu lima tahun ke depan.
  • 12:57 WIB. Kemenhub - Menhub Budi Karya menyampaikan dukacita atas peritiwa tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba.
  • 10:56 WIB. AS - Presiden Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif tambahan US$200 miliar untuk produk impor asal China.
  • 10:55 WIB. Jepang - Sejumlah perusahaan manufaktur menghentikan operasional pabrik di Osaka untuk sementara waktu.
  • 08:25 WIB. BBM - Mesir naikkan harga BBM dan elpiji.
  • 08:24 WIB. Gempa - Tiga orang ditemukan tewas dalam gempa Osaka.
  • 08:24 WIB. India - Gencatan senjata berakhir, India lanjutkan operasi militer.
  • 08:23 WIB. Inggris - Ratu wajibkan Harry dan Meghan lakukan perjanjian pranikah.
  • 08:22 WIB. Imigran - Anak-anak imigran ditahan di fasilitas penampungan Texas.
  • 08:21 WIB. Eropa - Jumlah pencari suaka di Eropa turun pada 2017.
  • 08:20 WIB. Kolombia - Ivan Duque menangi pemilu presiden Kolombia.

  • 08:19 WIB. Macedonia - Yunani dan Macedonia teken kesepakatan untuk akhiri sengketa nama.
  • 08:18 WIB. Pengangguran - Tingkat pengangguran Turki turun jadi 10,1% pada Maret.

Kalbar Tertolong oleh Hujan

Foto Berita Kalbar Tertolong oleh Hujan
Warta Ekonomi.co.id, Pontianak -

Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono mengatakan dalam beberapa hari ini Kalbar tertolong dengan adanya hujan sehingga tidak ada titik api dampak dari kebakaran hutan dan lahan.

"Alhamdulillah Kalbar, tertolong dengan adanya hujan sehingga tidak ada titik api dalam beberapa hari terakhir," kata Didi Haryono di Pontianak, Jumat (9/3/2018).

Ia menjelaskan kebakaran hutan dan lahan merupakan ancaman serius yang harus ditangani dan melakukan pencegahan secara bersama-sama.

"Sebab kasus kebakaran di Kalbar masuk nomor dua setelah Riau, sehingga menjadi tanggung jawab bersama dalam melakukan pencegahan Karhutla tersebut," ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Didi juga berharap seluruh masyarakat Kalbar bersama-sama menjaga lingkungan sekitarnya dengan bijak.

Sebelumnya, Kapolda Kalbar memerintahkan perusahaan perkebunan sawit agar kembali mengaktifkan embung-embung dalam menyimpan air di musim kemarau, sehingga bisa digunakan untuk mencegah atau memadamkan Karhutla.

"Kita aktifkan kembali embung-embung untuk menimbun air, dan parit dalam menyediakan air agar airnya bisa digunakan untuk memadamkan api apabila terjadi kebakaran di sekitar kebun atau di dalam," katanya.

Menurut dia, jauh hari saat dirinya menjabat sebagai Kapolda Kalbar, sudah memerintahkan kepada seluruh kapolres agar membuat embung-embung di kawasan yang rawan terjadi Karhutla.

"Sudah dilakukan oleh para kapolres, tetapi ketika musim kemarau ini, embung-embung tersebut malah tidak ada airnya, sehingga mari kita aktifkan kembali embung-embung dalam menyimpan cadangan air tersebut," ungkapnya.

Data Polda Kalbar jumlah titik api di Kalbar cenderung mengalami penurunan, yakni tercatat yakni tahun 2015 terdata sebanyak 2.724 titik api, kemudian menurun di tahun 2016 menjadi sebanyak 1.022 titik api, dan kembali menurun di tahun 2017 menjadi sebanyak 640 titik api.

"Sehingga di tahun 2018, harusnya zero titik api, sehingga diperlukan keterlibatan semua pihak dalam mencegah terjadinya Karhutla di Kalbar, apalagi sekitar 75 persen wilayah Kalbar adalah lahan gambut, sehingga pembakaran secara liar harus dicegah bersama-sama," katanya.

Tag: Kalimantan Barat (Kalbar), Hutan, Lahan gambut, Kebakaran Hutan, Air Hujan

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Ratih Rahayu

Foto: Warta Ekonomi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5993.627 -113.071 587
2 Agriculture 1535.417 -16.568 19
3 Mining 1950.048 -19.774 44
4 Basic Industry and Chemicals 810.011 -8.507 70
5 Miscellanous Industry 1230.258 -8.573 45
6 Consumer Goods 2439.310 -39.956 45
7 Cons., Property & Real Estate 473.172 -5.498 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1040.501 -26.112 65
9 Finance 1059.149 -33.106 93
10 Trade & Service 902.658 -6.794 141
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10