Portal Berita Ekonomi Jum'at, 18 Januari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 14:06 WIB. Beras - Bulog Sulteng berharap penyerapan beras petani meningkat di tahun ini.
  • 13:59 WIB. Surplus - Neraca perdagangan Sulut Desember 2018 mengalami surplus senilai US$62,89 juta.
  • 13:58 WIB. Karet - Menhub: pemerintah akan membeli karet petani termasuk yang di Sumsel.
  • 13:57 WIB. Revitalisasi - DPRD Surabaya meminta Tri Rismaharini tuntaskan revitalisasi kawasan Jalan Tunjungan secara total.
  • 13:20 WIB. Saham - Wakil Presiden Direktur Indo Acidatama menjual 2,5 juta saham SRSN.
  • 13:20 WIB. Vidio.com - Video.com sewa ruangan kantor di SCTV Tower, Senayan City.
  • 13:19 WIB. TAXI - Benny Setiawan mengundurkan diri sebagai Direktur Utama TAXI.
  • 13:19 WIB. Pergadaian - OJK beri bukti terdaftar ke KSP Karunia Sejahtera Pratama sebagai pelaku usaha pergadaian.
  • 11:30 WIB. IHSG - Jeda siang, IHSG balik melemah 0,11% ke level 6.416,79. 
  • 11:13 WIB. Semen - Indocement resmikan pengoperasian terminal semen di Lampung dengan kapasitas produksi 1.000 ton semen curah per hari. 
  • 10:47 WIB. Rupiah - Pukul 10.45 WIB, rupiah melemah 0,04% ke level Rp14.185. 
  • 10:14 WIB. KA - Jokowi diagendakan meninjau panel reaktivasi jalur kereta api Cibatu-Garut.

Warga yang Beraktivitas di Sungai, Waspadai Buaya

Foto Berita Warga yang Beraktivitas di Sungai, Waspadai Buaya
Warta Ekonomi.co.id, Sampit -

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Tengah mengingatkan masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur saat beraktivitas di sungai untuk lebih waspada terhadap serangan buaya.

"Terlebih di lokasi-lokasi yang rawan serangan buaya. Seperti kejadian serangan buaya di Desa Ganepo. Itu sudah terjadi beberapa kali di kawasan itu. Kami mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sungai," kata Komandan Pos Jaga BKSDA Sampit, Muriansyah, di Sampit, Sabtu.

Serangan buaya kembali terjadi pada Kamis (8/3) sore di Desa Ganepo, Kecamatan Seranau. Seorang perempuan bernama Jumi (49) diserang buaya saat mencuci pakaian. Untungnya korban lolos dari maut karena buaya tidak berhasil menariknya ke sungai setelah gigitannya terhalang kayu lanting.

Akibat kejadian itu, korban menderita luka cakaran di lengan kiri dan luka gigitan buaya di lengan kanan. Korban masih trauma beraktivitas di sungai, apalagi buaya ganas itu kembali muncul di sekitar lokasi kejadian.

Pada Jumat (9/3) siang, Muriansyah bersama tim meninjau lokasi kejadian dan bertemu korban untuk memberi bantuan biaya berobat. Mereka dibuat kaget karena buaya pemangsa itu kembali menampakkan diri di sekitar lokasi kejadian.

Melihat dari bentuk kepalanya, kata Muriansyah, buaya tersebut diidentifikasi merupakan jenis buaya muara yang memang memiliki sifat ganas. Panjang buaya diperkirakan empat meter. Saat didekati menggunakan perahu tradisional, buaya tersebut menghilang.

Muriansyah berkoordinasi dengan Direktorat Polairud Polda Kalimantan Tengah yang juga turun ke lokasi. Kebetulan lokasi kejadian tepat di seberang sungai dari Markas Komando Direktorat Polairud Polda Kalimantan Tengah di Desa Pelangsian, Kecamatan Mentawa Baru, Ketapang.

Hasil evaluasi BKSDA, lokasi kejadian termasuk kawasan rawan serangan buaya. Masih terdapat banyaknya pepohonan dan semak di pinggir sungai menjadi pilihan buaya untuk bertahan.

"Lokasi serangan Jumat (9/3) lalu itu berdekatan yakni berjarak sekitar 500 meter dengan Sungai Remiling, anak Sungai Mentaya. Di sekitar muara Sungai Remiling pada 2015 dan 2016 lalu, terjadi empat kali serangan buaya terhadap warga," katanya.

Muriansyah mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sungai. Selain menghindari lokasi rawan, warga juga diminta menghindari beraktivitas di sungai pada senja hingga subuh karena rawan serangan buaya.

Buaya biasanya makin agresif saat musim kawin. Selain itu, buaya makin sering muncul di perairan permukiman penduduk dan menyerang warga, diduga karena kelaparan akibat sumber makanan di habitatnya makin sulit didapat.

Masyarakat memperkirakan habitat buaya Sungai Mentaya ada di Pulau Lepeh, yakni pulau kecil tidak berpenghuni di tengah Sungai Mentaya kawasan Kecamatan Mentaya Hilir Selatan. Warga sering melihat banyak buaya berjemur di pulau itu saat air surut.

Namun, karena sumber makanan makin sulit didapat, kini buaya mencari makanan hingga permukiman.

Selain mengincar ternak milik warga, buaya juga mengincar manusia. Sudah banyak korban meninggal akibat serangan buaya Sungai Mentaya, bahkan sebagian korban tidak ditemukan lagi jenazahnya.

Tag: Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA)

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Gito Adiputro Wiratno

Foto: Antara/Mohamad Hamzah

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6423.780 10.420 625
2 Agriculture 1585.056 4.391 21
3 Mining 1869.559 5.276 47
4 Basic Industry and Chemicals 893.324 6.713 71
5 Miscellanous Industry 1416.122 3.773 46
6 Consumer Goods 2620.437 -2.533 51
7 Cons., Property & Real Estate 471.732 -7.343 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1142.331 -2.336 71
9 Finance 1224.233 5.952 91
10 Trade & Service 792.311 2.820 153
No Code Prev Close Change %
1 PSDN 200 270 70 35.00
2 HOME 108 145 37 34.26
3 AGRS 374 466 92 24.60
4 SQMI 246 306 60 24.39
5 CANI 210 254 44 20.95
6 ASBI 252 300 48 19.05
7 PADI 780 920 140 17.95
8 TIRT 66 75 9 13.64
9 TNCA 183 206 23 12.57
10 CNTX 478 535 57 11.92
No Code Prev Close Change %
1 ABDA 4,480 3,360 -1,120 -25.00
2 NOBU 1,000 840 -160 -16.00
3 INCF 350 296 -54 -15.43
4 TIRA 312 270 -42 -13.46
5 BGTG 110 97 -13 -11.82
6 GLOB 545 482 -63 -11.56
7 VICO 119 107 -12 -10.08
8 SAFE 208 190 -18 -8.65
9 NIPS 398 364 -34 -8.54
10 APEX 1,295 1,190 -105 -8.11
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 348 342 -6 -1.72
2 VICO 119 107 -12 -10.08
3 INDY 1,935 2,090 155 8.01
4 UNTR 26,050 26,850 800 3.07
5 KPAS 224 210 -14 -6.25
6 ERAA 2,450 2,310 -140 -5.71
7 BBRI 3,780 3,810 30 0.79
8 ADRO 1,460 1,460 0 0.00
9 TLKM 3,990 3,990 0 0.00
10 BUMI 159 164 5 3.14