Portal Berita Ekonomi Sabtu, 15 Desember 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 14:15 WIB. Pertamina - Pertamina menyalurkan bantuan senilai Rp481 juta kepada tiga panti asuhan di Jayapura.
  • 14:14 WIB. AP II - AP II menyiapkan program "customer happiness" dalam rangka menyambut Natal dan Tahun Baru 2019.

Gubernur Sulsel Genjot Proyek Elevated Road untuk Mudik Lebaran

Foto Berita Gubernur Sulsel Genjot Proyek Elevated Road untuk Mudik Lebaran
Warta Ekonomi.co.id, Maros -
Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, meninjau pembangunan proyek elevated road segmen I di KM 48 Jalan Poros Maros-Bone, Kabupaten Maros. Meski diguyur hujan deras, Gubernur Syahrul tetap melakukan peninjauan ke beberapa titik lokasi pembangunan, utamanya yang sedang berjalan dan mengalami kendala. 
 
Kehadiran elevated road alias jalan layang yang menghubungkan Kabupaten Maros dan Kabupaten Bone itu memiliki arti penting dan strategis. Jalan layang itu bertujuan untuk mengurangi kondisi tanjakan dan tikungan ekstrim serta kondisi jalan yang sempit di ruas jalan yang sering dilalui kendaraan, baik alat berat maupun ringan. 
 
Proyek elevated road itu dikerjakan dengan nilai kontrak Rp167,68 miliar bersumber dari APBN 2015-2017. Masa pelaksanaan pengerjaan mencapai 766 hari dan masa pemeliharaan berkisar 1.095 hari. Dengan target penanganan sepanjang 1,48 kilometer dan pembangunan elevated road sepanjang 316 meter.
 
Gubernur Syahrul mengharapkan proyek elevated road itu sudah dapat dinikmati pada arus mudik Lebaran Idul Fitri. Meski tidak sepenuhnya, paling tidak sudah dapat digunakan sebagian. "Minimal bisa dipakai, dalam pengertian tidak sepenuhnya. Yang ke sana sedang diperlebar ke depan, tinggal beberapa ruas. Saya kira Juni sudah selesai," katanya, dalam keterangan persnya belum lama ini.
 
Pada kesempatan itu, Gubernur Syahrul menyebutkan telah disepakati untuk pembangunan jalan layang tidak lagi dikerjakan ke arah atas hutan, gunung dan bukit yang dilindungi. Tetapi membangun terowongan (tunnel) dengan tujuan agar tidak merusak kawasan hutan yang masuk dalam Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung (TNBB).
 
"Kita sepakat untuk membangun terowongan seperti Mina Tunnel, semacam terowongan, di ujung elevated kendaraan akan masuk di terowongan," sebut mantan Bupati Gowa itu. 
 
Terowongan itu akan memiliki panjang 1,3 kilometer. Dengan demikian, diharapkan akan menyelamatkan hutan diatasnya. Serta untuk menghindari jatuhnya korban serta menjaga rakyat tidak terpancing naik ke atas hutan, bukit atau gunung di tempat tersebut. 
 
Pembangunan terowongan itu berdampak pada perubahan anggaran. Namun dengan tujuan untuk penyelamatan jangka panjang hutan lindung yang ada di jalan layang, pihaknya itu tidak masalah. "Saya akan coba berjuang bersama teman-teman dari Dinas Pekerjaan Umum untuk mencoba mengubah sedikit anggaran kita, agar tunnel itu ada dan penyelamatan jangka panjang bisa dilakukan," jelasnya. 
 
Menurut Gubernur Syahrul akan terdapat tambahan biaya, namun tidak besar. Untuk alat akan menggunakan sebagian alat pembuatan tunnel yang digunakan di Jakarta. "Sebagian pengerjaan tunnel di Jakarta sudah selesai. Alatnya kita minta kira-kira begitu di pikiran saya. Tetapi ini belum disetujui oleh menteri," imbuhnya. 
 
Sementara itu, Koordinator Pengawas Lapangan Elevated Road, Syamsu Alam, mengatakan untuk target pemanfaatan saat Lebaran, jembatan layang tersebut memang diharapkan dapat digunakan. Untuk itu, pengerjaannya akan digenjot sedari sekarang. 
 
"Kami usahakan secepat mungkin karena kontrak kami akan berakhir di bulan enam (Juni). Kami usahakan sebelum Lebaran. Sementara untuk pembangunan progresnya sekarang sudah 77 persen. Jadi elevatednya hampir rampung," urai Syamsu.
 
Pengerjaan yang masih perlu diselesaikan, Syamsul menuturkan adalah lampu penerangan. Sementara untuk pembangunan untuk terowongan akan di lakukan di segmen dua, tiga dan empat. 

Tag: Infrastruktur, Mudik Lebaran, Syahrul Yasin Limpo

Penulis: Tri Yari Kurniawan

Editor: Vicky Fadil

Foto: Tri Yari Kurniawan

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6169.843 -7.877 621
2 Agriculture 1522.036 5.966 20
3 Mining 1764.925 -11.589 47
4 Basic Industry and Chemicals 841.598 -5.250 71
5 Miscellanous Industry 1418.274 -2.043 46
6 Consumer Goods 2529.665 13.782 49
7 Cons., Property & Real Estate 454.173 -0.929 73
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1056.334 -5.796 71
9 Finance 1173.614 -2.714 91
10 Trade & Service 791.592 0.061 153
No Code Prev Close Change %
1 ZONE 555 690 135 24.32
2 GLOB 182 226 44 24.18
3 PADI 655 810 155 23.66
4 YPAS 610 750 140 22.95
5 PNSE 935 1,100 165 17.65
6 KICI 260 300 40 15.38
7 RIMO 151 172 21 13.91
8 KINO 2,470 2,810 340 13.77
9 ETWA 72 79 7 9.72
10 PTSN 880 965 85 9.66
No Code Prev Close Change %
1 KONI 450 340 -110 -24.44
2 SQMI 418 316 -102 -24.40
3 SSTM 510 396 -114 -22.35
4 SOTS 545 444 -101 -18.53
5 MTSM 228 202 -26 -11.40
6 GDYR 2,140 1,900 -240 -11.21
7 META 244 220 -24 -9.84
8 TRAM 180 165 -15 -8.33
9 INCF 242 222 -20 -8.26
10 ASJT 380 350 -30 -7.89
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 360 352 -8 -2.22
2 TLKM 3,750 3,730 -20 -0.53
3 BBRI 3,680 3,680 0 0.00
4 KPAS 705 705 0 0.00
5 RIMO 151 172 21 13.91
6 TRAM 180 165 -15 -8.33
7 ADRO 1,280 1,285 5 0.39
8 BHIT 61 61 0 0.00
9 MERK 7,200 7,500 300 4.17
10 ASII 8,450 8,450 0 0.00