Portal Berita Ekonomi Rabu, 15 Agustus 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 22:48 WIB. Transportasi - TransJakarta siapkan dua rute gratis khusus Asian Games.
  • 22:47 WIB. Asian Games - 12 arena Asian Games 2018 di Jakarta habiskan Rp101 miliar.
  • 22:47 WIB. Daerah -¬†Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengaku kerepotan usai ditinggal Sandi.
  • 22:46 WIB. Politik - Maruf Amin buka peluang bertemu Rizieq Shihab di sela Haji.
  • 22:46 WIB. Daerah - Pemprov Jawa Barat lepas 200 pemeriksa hewan kurban.
  • 22:44 WIB. Trump - Omarosa: Melania tak sabar ingin ceraikan Trump.
  • 22:43 WIB. Inggris - Indonesia dan Inggris hidupkan lagi 'Partnership Forum'.
  • 22:41 WIB. Turki - Pastor AS ajukan banding di pengadilan Turki.
  • 22:40 WIB. Cyber - Indonesia gandeng Inggris perkuat keamanan siber.
  • 22:39 WIB. United States - Rusia: Sanksi AS buat hubungan bilateral renggang.
  • 22:37 WIB. Tarif AS - AS menuai lebih dari US$1,4 miliar dari tarif baja dan aluminium.
  • 22:36 WIB. Lira - Lira Turki pulih tajam terhadap dolar setelah rekor menukik.
  • 22:35 WIB. Apple - Erdogan menyebutkan Turki akan memboikot barang elektronik AS, termasuk iPhone Apple.
  • 22:28 WIB. iPhone - iPhone KW malah lebih populer di China.
  • 22:18 WIB. Telkomsel - Telkomsel bangun 108 BTS baru di NTT.

OJK: Pemahaman Produk Perbankan Syariah di Kaltim Masih Minim

Foto Berita OJK: Pemahaman Produk Perbankan Syariah di Kaltim Masih Minim
Warta Ekonomi.co.id, Balikpapan -

OJK Kaltim mencatat literasi pemahaman produk syariah di Kalimantan Timur masih minim yakni sekitar 3,6 persen jika dibandingkan produk konvensional.

Namun potensi sangat besar mengingat mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim.

“Wajar saja, pengetahuannya tentang produk syariah minim. Namun, tetap dengan potensi yang ada, mayoritas penduduk Indonesia beragama muslim. Maka porsi produk syariah ini perlu ditambah,” kata Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kaltim Dwi Ariyanto acara diskusi tren perbankan syariah 2018, di Balikpapan, Jumat (9/3/2018).

Terhadap hal itu, OJK secara intensif telah mengenalkan produk dan jasa keuangan syariah melalui berbagai kegiatan sosialisasi agar masyarakat semakin paham. Sehingga nantinya mau menggunakan produk dan jasa keuangan tersebut.

Apalagi data perbankan menunjukan bahwa kinerja perbankan syariah menunjukan pertumbuhan yang positif.

Manajer Moneter Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan Joko Andoko membenarkan hal itu.  Hanya saja produk perbankan syariah masih relatif kecil dibandingkan konvensional.

Menurutnya perbankan konvesional pertumbuhannya unggul jauh dari syariah. 

"Dari produk yang ditawarkan saja perbankan konvesional sudah lebih mau beberapa langkah dibanding perbankan syariah,” ucapnya.

Pertumbuhan perbankan syariah di 2018 tercatat sudah tumbuh lebih baik. Hal ini tidak lepas dukungan pemerintah mengenalkan produk syariah yang secara perlahan bisa diterima masyarakat.

Dari data BI, statistik perbankan syariah di Balikpapan, di Januari 2018, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh sebesar 26,45 persen (yoy) atau senilai Rp2,01 triliun. Namun, secara pangsa terhadap bank konvesional masih rendah yakni 8,51 persen.

Sementara untuk aset juga tumbuh baik sebesar 13,15 persen yakni sebesar, Rp2,7 triliun.  namun pangsanya juga masih sedikit yakni 9,44 persen. 

Sedangkan pembiayaan syariah tumbuh 7,95 persen sebanding Rp2,4 triliun dengan pangsa terhadap konvesional sebesar 7,95 persen.

BI juga mencatat rasio kredit macet masih cukup terjaga dibanding perbankan konvesional. Non performing financing perbankan syariah 4,27 persen.

Joko juga berharap, agar produk syariah terus mengembangkan layanan sehingga memudahkan nasabah mereka. Jika dilihat, pangsa produk syariah seharusnya bisa di atas 10 persen.

“Kami tidak hentinya mengeluarkan beberapa program untuk produk syariah. Bahkan tiap tahun kami menggelar festival produk syariah,” tutupnya.

Sementara Direktur Kepatuhan dan Risiko BNI Syariah Tribuana Tunggadewi mengatakan untuk memacu  produk syariah dapat diterima masyarakat, pihaknya membangun ekosistem serba halal.

Lanjutnya ekosistem yang dimaksud yakni merancang produk khusus yang dapat diakses menggunakan kartu BNI iB Hasanah berlaku di merchant berlogo MasterCard di seluruh dunia. 

Meliputi makanan halal, pariwisata halal serta fesyen halal. 

"Menariknya, kartu secara otomatis tidak berfungsi ketika akan melakukan pembayaran di tempat non halal. Pengembangan terus kami lakukan agar bisa mengejar kemajuan perbankan konvesional,” terangnya.

Harapannya dengan menciptakan ekosistem syariah akan mendorong masyarakat menempatkan dana di BNI syariah termasuk pembiayaan atau lainnya.

"BNI syariah ingin mengembangkan industri keuangan syariah yang modern, global dan Islamic.karena itu ekosistem syariah yang dikembangkan juga sangat penting terus dilakukan," tutupnya.

Tag: Dwi Ariyanto, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Perbankan Syariah, PT Bank BNI Syariah

Penulis: Andi Aliev

Editor: Vicky Fadil

Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5769.873 -91.373 598
2 Agriculture 1504.044 10.622 19
3 Mining 1973.743 -15.372 46
4 Basic Industry and Chemicals 770.065 -19.886 70
5 Miscellanous Industry 1184.524 -40.044 45
6 Consumer Goods 2305.685 -67.033 46
7 Cons., Property & Real Estate 438.876 -4.935 67
8 Infrastruc., Utility & Trans. 998.907 -8.880 70
9 Finance 1049.919 -7.372 91
10 Trade & Service 831.939 -13.103 144
No Code Prev Close Change %
1 FILM 760 935 175 23.03
2 SQMI 224 274 50 22.32
3 GOLD 452 535 83 18.36
4 BYAN 16,500 19,000 2,500 15.15
5 AIMS 222 250 28 12.61
6 LMSH 555 620 65 11.71
7 DYAN 82 91 9 10.98
8 MAYA 3,510 3,890 380 10.83
9 NUSA 185 204 19 10.27
10 RODA 460 500 40 8.70
No Code Prev Close Change %
1 HDFA 177 141 -36 -20.34
2 GLOB 220 180 -40 -18.18
3 PTBA 4,850 4,160 -690 -14.23
4 KPAL 635 550 -85 -13.39
5 MAPA 4,160 3,700 -460 -11.06
6 LPIN 1,095 980 -115 -10.50
7 NIPS 410 370 -40 -9.76
8 OKAS 232 210 -22 -9.48
9 DMAS 147 134 -13 -8.84
10 MIKA 1,960 1,790 -170 -8.67
No Code Prev Close Change %
1 PTBA 4,850 4,160 -690 -14.23
2 BBRI 3,140 3,130 -10 -0.32
3 TLKM 3,370 3,350 -20 -0.59
4 FILM 760 935 175 23.03
5 IMAS 2,600 2,530 -70 -2.69
6 UNVR 42,600 41,000 -1,600 -3.76
7 PGAS 1,805 1,815 10 0.55
8 BMRI 6,925 6,725 -200 -2.89
9 TARA 900 905 5 0.56
10 BBTN 2,630 2,530 -100 -3.80