Portal Berita Ekonomi Sabtu, 15 Desember 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Kahmi Dorong Indonesia jadi Lumbung Pangan Dunia

Foto Berita Kahmi Dorong Indonesia jadi Lumbung Pangan Dunia
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Departemen Teknologi Pertanian Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MN KAHMI) mendukung upaya pemerintah untuk mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia pada 2045.

Sekretaris Departemen Teknologi Pertanian MN KAHMI Abiyadun dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (11/3/2018), mengatakan untuk mempercepat dan mewujudkan hal itu pihaknya mengusulkan terobosan, yakni diversifikasi teknologi pertanian yang spesifik lokasi.

"Kita patut mengapresiasi kerja keras pemerintahan Jokowi-JK yang mengutamakan program teknologi khususnya dengan nyata memberi bantuan mekanisasi pertanian yang sangat besar. Kami akan dorong agar teknologi pertanian sesuai dengan kebutuhan petani setempat sehingga program yang diarahkan pemerintah dapat diterapkan," kata Abiyadun.

Alumnus Institut Pertanian Bogor (IPB) sekaligus HMI Cabang Bogor ini menuturkan pentingnya teknologi mekanisasi pertanian dalam meningkatkan kesejahteraan petani karena dipastikan dapat menghemat biaya dan mencegah kehilangan panen.

Menurut dia, teknologi pertanian yang mendesak dibutuhkan adalah teknologi untuk menangani pra dan pascapanen.

"Seperti yang pernah disampaikan Menteri Pertanin Andi Amran Sulaiman, teknologi mekanisasi pertanian dapat meningkatkan produksi sebanyak 10 persen, mengurangi kehilangan panen 10,2 persen dan mampu menghemat biaya produksi mencapai 40 persen. Jadi ini harus kita dorong," tutur Abiyadun.

Ia mencontohkan, analisis usaha tani pada komoditas hortikultura dengan dukungan mekanisasi modern yang ditelah diluncurkan Badan Litbang Kementerian Pertanian pada tahun lalu, dapat menekan biaya untuk bawang merah Rp33,9 juta per hektar atau efisiensinya 45 persen.

"Kemudian untuk cabai mampu menekan biaya Rp 28,6 juta perhektar atau efisiensi 38 persen dibandingkan secara manual," kata Abiyadun.

Sementara itu, anggota Departemen Teknologi Pertanian MN KAHMI Yayan Suherman menegaskan terobosan yang tidak kalah pentingnya lagi untuk mengejewantahkan terwujudnya Indonesia sebagai Lumbung Pangan Dunia, yakni perlu dihidupkannya kembali misalnya lumbung pangan komunitas dengan teknologi rendah.

"Majelis Nasional KAHMI nanti menjadi wadah terwujudnya hal ini. Koordinasi atau pun kerja sama dengan pihak perguruan tinggi, pelaku usaha dan pemerintah sendiri menjadi langkah awal dan utama. Sinergitas yang serius tiga elemen ini harus kita dorong sampai kongkrit," kata Yayan.

Alumnus HMI Universitas Hasanuddin (Unhas) itu mengatakan terobosan ini sangat penting guna mendorong pemuda di perdesaan terjun ke sawah menjadi petani.

Ia berpendapat, pemuda memiliki kemampuan untuk melakukan inovasi atau terobosan baru sehingga dapat mengoptimalkan dan membangunkan potensi lahan cukup luas seperti lahan tidur, rawa, dan pasang surut.

"Dulu kan para pemuda tidak mau ke sawah karena bertani kita sangat tradisional dan penghasilannya sangat rendah jika dibanding kerja di sektor industri atau lainnya. Padahal menjadi petani penghasilannya jauh lebih besar. Apalagi bertani dengan teknologi modern, sambil mesin panen saja bisa sambil menelpon dan tidak kotor," katanya.

Oleh karena itu, kata dia, jika pemuda bergerak, maka pihaknya optimistis cita-cita Indonesia menjadi lumbung pangan dunia dapat terwujud.

"Dan mampu merealisasikan nawacita yakni membangun negara dari pinggiran melalui sektor pertanian," kata Yayan. (Ant)

Tag: Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI)

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Fajar Sulaiman

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6169.843 -7.877 621
2 Agriculture 1522.036 5.966 20
3 Mining 1764.925 -11.589 47
4 Basic Industry and Chemicals 841.598 -5.250 71
5 Miscellanous Industry 1418.274 -2.043 46
6 Consumer Goods 2529.665 13.782 49
7 Cons., Property & Real Estate 454.173 -0.929 73
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1056.334 -5.796 71
9 Finance 1173.614 -2.714 91
10 Trade & Service 791.592 0.061 153
No Code Prev Close Change %
1 ZONE 555 690 135 24.32
2 GLOB 182 226 44 24.18
3 PADI 655 810 155 23.66
4 YPAS 610 750 140 22.95
5 PNSE 935 1,100 165 17.65
6 KICI 260 300 40 15.38
7 RIMO 151 172 21 13.91
8 KINO 2,470 2,810 340 13.77
9 ETWA 72 79 7 9.72
10 PTSN 880 965 85 9.66
No Code Prev Close Change %
1 KONI 450 340 -110 -24.44
2 SQMI 418 316 -102 -24.40
3 SSTM 510 396 -114 -22.35
4 SOTS 545 444 -101 -18.53
5 MTSM 228 202 -26 -11.40
6 GDYR 2,140 1,900 -240 -11.21
7 META 244 220 -24 -9.84
8 TRAM 180 165 -15 -8.33
9 INCF 242 222 -20 -8.26
10 ASJT 380 350 -30 -7.89
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 360 352 -8 -2.22
2 TLKM 3,750 3,730 -20 -0.53
3 BBRI 3,680 3,680 0 0.00
4 KPAS 705 705 0 0.00
5 RIMO 151 172 21 13.91
6 TRAM 180 165 -15 -8.33
7 ADRO 1,280 1,285 5 0.39
8 BHIT 61 61 0 0.00
9 MERK 7,200 7,500 300 4.17
10 ASII 8,450 8,450 0 0.00