Portal Berita Ekonomi Sabtu, 23 Juni 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 08:50 WIB. Mahkota Group - Mahkota Group membutuhkan dana Rp330 miliar untuk membangun pabrik refinery dan kernel crushing plant.
  • 08:49 WIB. ARII - Atlas Resources menargetkan laba bersih berkisar US$10 juta hingga US$12 juta pada 2018.
  • 08:46 WIB. Mahkota Group - Mahkota Group akan mengakuisisi lahan perkebunan sawit seluas 5.000-20.000 hektare pada akhir 2019.
  • 08:32 WIB. PNRI - Perum Percetakan menerbitkan MTN senilai Rp145 miliar.
  • 08:31 WIB. IBFN - Intan Baruprana Finance akan meningkatkan nilai saham menjadi Rp500 per saham melalui reverse stock.
  • 08:29 WIB. PTIS - Indo Straits menargetkan kontrak baru sebesar US$12,8 juta pada 2018.
  • 06:43 WIB. Paramount - Paramount Land menargetkan marketing sales sebesar Rp2,5 triliun pada 2018.
  • 06:42 WIB. PTIS - Indo Straits mendapatkan kontrak kerja baru senilai Rp121 miliar untuk masa tiga tahun.
  • 06:39 WIB. Paramount - Paramount Land mencatatkan marketing sales hampir Rp1 triliun sepanjang periode Januari-Mei 2018.
  • 06:33 WIB. MDKA - Merdeka Copper Gold mengatakan akan menggunakan sejumlah dana hasil rights issue untuk melunasi utang.
  • 06:32 WIB. MDKA - Merdeka Copper Gold berencana melakukan rights issue dengan menawarkan 594.931.190 saham.

Ratusan Nelayan Terancam Gagal Melaut

Foto Berita Ratusan Nelayan Terancam Gagal Melaut
Warta Ekonomi.co.id, Sungai Liat -

Ratusan nelayan tradisional Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terancam gagal melaut disebabkan alur muara Sungai Air Kantung di Sungailiat tertutup pasir.

"Akibat badai pada Minggu dini hari, pasir dibagian kiri dan kanan muara turun dan menutup alur," ujar Ketua Himpunan Nelayan Indonesia Kabupaten Bangka, Ridwan di Sungailiat, Minggu.

Ia mengatakan, PT Polumas sebagai mitra pemerintah berkewajiban melakukan pengerukan alur sungai itu. Pengerukan dilakukan Minggu siang.

Menurut dia agar masalah alur muara Sungai Air Kantung segera selesai, HNSI Bangka sudah melayangkan surat ke PT Timah tbk dan PT Pulomas agar bisa bekerjasama menggeruk alur sehingga tidak menjadi masalah yang berulang di kemudian hari.

"Kita sudah layangkan surat ke PT Timah supaya bisa kerjasama dengan PT Pulomas guna normalisasi alur," jelasnya.

Ridwan mengatakankan pihaknya sudah mengajukan pembangunan talud dalam rencana kerja pemerintah daerah khususnya pemerintah provinsi Babel.

"Mudah-mudahan direspon pemerintah provinsi dan dilanjutkan ke pusat, supaya bisa terealisasi secepatnya," kata Ridwan.

Ia menambahkan ratusan nelayan tidak bisa masuk ke muara sungai untuk bongkar muat setelah melaut, dikhawatirkan nelayan terancam gagal melaut jika air laut tidak benar-benar pasang.

Sementara itu salah seorang nelayan setempat, Syarifudin mengungkapkan alur muara Sungai Air Kantung ini tertutup pasir sejak pagi, akibatnya nelayan yang pulang melaut tidak bisa masuk kedalam alur muara.

"Kalau kondisi seperti ini nelayan tak bisa masuk, kalau tidak menunggu air pasang malam hari baru nelayan bisa masuk," kata Syarifudin.

Akibat kejadian ini nelayan minta kepada pemerintah daerah bersama pihak terkait lainnya untuk tidak tutup mata.

"Pokoknya pemerintah harus mengusahakan itu. Tapi kalau tidak juga pasti ada langkah-langkah lain yang akan kita ambil," ujarnya.

Kepala Cabang PT Pulomas,Yanto alias Acun, mengatakan,"Akibat badai pasir turun menutup alur, tapi dalam hitungan jam sudah terbuka setelah kita keruk dengan alat berat," kata Acun.

 

Tag: Nelayan

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Ferry Hidayat

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5821.812 -0.521 587
2 Agriculture 1482.909 -8.990 19
3 Mining 1961.047 9.274 44
4 Basic Industry and Chemicals 792.719 -10.247 70
5 Miscellanous Industry 1192.511 -9.581 45
6 Consumer Goods 2334.240 -6.620 45
7 Cons., Property & Real Estate 448.980 -1.710 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1024.955 -10.483 65
9 Finance 1028.501 16.045 93
10 Trade & Service 878.674 -10.182 141
No Code Prev Close Change %
1 JKSW 89 120 31 34.83
2 SWAT 424 530 106 25.00
3 KPAL 326 406 80 24.54
4 BTON 254 316 62 24.41
5 SONA 2,710 3,290 580 21.40
6 CSIS 1,150 1,390 240 20.87
7 DSSA 21,000 25,200 4,200 20.00
8 PTIS 316 376 60 18.99
9 CITA 1,150 1,350 200 17.39
10 TGRA 426 498 72 16.90
No Code Prev Close Change %
1 SDMU 167 116 -51 -30.54
2 BBRM 63 52 -11 -17.46
3 MFMI 775 640 -135 -17.42
4 DNAR 310 260 -50 -16.13
5 KPIG 1,405 1,200 -205 -14.59
6 JKON 540 472 -68 -12.59
7 LEAD 107 94 -13 -12.15
8 CMPP 338 300 -38 -11.24
9 NELY 132 118 -14 -10.61
10 GLOB 278 250 -28 -10.07
No Code Prev Close Change %
1 SWAT 424 530 106 25.00
2 ERAA 2,660 2,980 320 12.03
3 BBRI 2,910 2,980 70 2.41
4 KREN 760 750 -10 -1.32
5 BMTR 570 540 -30 -5.26
6 INKP 20,025 19,250 -775 -3.87
7 BBCA 21,150 21,925 775 3.66
8 ADRO 2,010 1,930 -80 -3.98
9 BBTN 2,800 2,690 -110 -3.93
10 TLKM 3,610 3,580 -30 -0.83