Portal Berita Ekonomi Sabtu, 15 Desember 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 10:00 WIB. ISEF - ISEF membukukan 19 kesepakatan senilai Rp6,75 triliun.
  • 09:58 WIB. PLN - Jonan:  25% pegawai PLN biasanya harus siaga saat libur Natal dan Tahun Baru.
  • 09:51 WIB. Energi - Pemerintah memprediksi beban puncak pasokan listrik Jawa-Bali pada libur Natal-Tahun Baru 2019 cenderung turun.
  • 09:49 WIB. Pelindo II - Pemprov Jambi dan Pelindo II akan kerja sama kembangkan Pelabuhan di Jambi.
  • 08:16 WIB. Energi - Pemerintah menambah pasokan BBM sebesar 8% menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2019.
  • 07:49 WIB. Eredivisie Belanda - Willem II 0 vs 3 ADO Den Haag
  • 07:45 WIB. Bundesliga Jerman - Nurnberg 0 vs 2 Wolfsburg
  • 07:44 WIB. LaLiga Spanyol - Celta Vigo 0 vs 0 Leganes

Artificial Intelligence Mampu Bantu Perusahaan Listrik Lakukan Efisiensi? Ini Jawabannya

Foto Berita Artificial Intelligence Mampu Bantu Perusahaan Listrik Lakukan Efisiensi? Ini Jawabannya
Warta Ekonomi.co.id, Frankfurt -

Utilitas dapat meningkatkan efisiensi mereka dengan menggunakan teknologi artificial intelligence (AI), seperti perangkat lunak untuk memprediksi perubahan permintaan di jaringan listrik atau untuk mengendalikan peralatan rumah tangga, konsultan Roland Berger mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Utilitas Eropa dapat mencapai keuntungan efisiensi hingga seperlima dalam lima tahun ke depan dengan menggunakan teknologi semacam itu, katanya, dengan menambahkan bahwa kurang dari seperempat perusahaan memiliki strategi untuk melakukan hal ini.

Perusahaan listrik di seluruh Eropa, yang sebelumnya bergantung pada pembangkit listrik berbahan bakar batubara atau gas, harus menyesuaikan diri dengan perluasan penggunaan sumber daya terbarukan dan menghadapi tekanan keuntungan karena harga listrik grosir telah turun.

"Perusahaan perlu menanggapi perubahan ini dan menghasilkan model bisnis baru," ungkap Torsten Henzelmann, mitra di Roland Berger, sebagaimana dikutip dari Reuters, Senin (12/3/2018).

"Untuk melakukan itu mereka membutuhkan teknologi baru seperti kecerdasan buatan," imbuhnya.

Maraknya energi terbarukan, seperti matahari dan angin yang menyediakan pasokan yang berselang-seling, telah meningkatkan kebutuhan akan sistem teknologi informasi yang cerdas dan juga dalam rangka menyeimbangkan permintaan dan suplai pasokan saat perusahaan berusaha memenuhi target energi dan emisi karbon, kata konsultan tersebut.

Utilitas telah mulai membajak investasi puluhan miliar euro ke dalam jaringan mereka, memicu gelombang kesepakatan merger dan akuisisi (M & A) dan kolaborasi di sektor energi, dengan teknologi AI menjadi satu area fokus.

E.ON, salah satu perusahaan energi terbesar di Jerman, membuat kesepakatan minggu lalu dengan Mesin Sight yang berbasis di San Francisco untuk menawarkan perangkat lunak yang menggunakan pembelajaran mesin untuk memperbaiki proses manufaktur dan menurunkan biaya energi.

"AI bisa digunakan untuk memanaskan, menyalakan dan peralatan rumah tangga lainnya serta membantu mereka beradaptasi dengan kebiasaan konsumen sehari-hari dan menggunakan energi lebih efisien," pungkas Roland Berger.

Tag: ekonomi eropa, Eropa, Uni Eropa, Bank Sentral Eropa, Kamar Dagang Eropa (EuroCham), Pasar Eropa, Artificial Intelligence, Artificial Intelligent (AI), Kecerdasan Buatan, Energi Listrik, Mobil Listrik

Penulis/Editor: Hafit Yudi Suprobo

Foto: Reuters/Thomas Peter

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6169.843 -7.877 621
2 Agriculture 1522.036 5.966 20
3 Mining 1764.925 -11.589 47
4 Basic Industry and Chemicals 841.598 -5.250 71
5 Miscellanous Industry 1418.274 -2.043 46
6 Consumer Goods 2529.665 13.782 49
7 Cons., Property & Real Estate 454.173 -0.929 73
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1056.334 -5.796 71
9 Finance 1173.614 -2.714 91
10 Trade & Service 791.592 0.061 153
No Code Prev Close Change %
1 ZONE 555 690 135 24.32
2 GLOB 182 226 44 24.18
3 PADI 655 810 155 23.66
4 YPAS 610 750 140 22.95
5 PNSE 935 1,100 165 17.65
6 KICI 260 300 40 15.38
7 RIMO 151 172 21 13.91
8 KINO 2,470 2,810 340 13.77
9 ETWA 72 79 7 9.72
10 PTSN 880 965 85 9.66
No Code Prev Close Change %
1 KONI 450 340 -110 -24.44
2 SQMI 418 316 -102 -24.40
3 SSTM 510 396 -114 -22.35
4 SOTS 545 444 -101 -18.53
5 MTSM 228 202 -26 -11.40
6 GDYR 2,140 1,900 -240 -11.21
7 META 244 220 -24 -9.84
8 TRAM 180 165 -15 -8.33
9 INCF 242 222 -20 -8.26
10 ASJT 380 350 -30 -7.89
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 360 352 -8 -2.22
2 TLKM 3,750 3,730 -20 -0.53
3 BBRI 3,680 3,680 0 0.00
4 KPAS 705 705 0 0.00
5 RIMO 151 172 21 13.91
6 TRAM 180 165 -15 -8.33
7 ADRO 1,280 1,285 5 0.39
8 BHIT 61 61 0 0.00
9 MERK 7,200 7,500 300 4.17
10 ASII 8,450 8,450 0 0.00