Portal Berita Ekonomi Jum'at, 14 Desember 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:09 WIB. AP II - AP II resmi mencatatkan obligasi berkelanjutan I tahap I 2018 sebesar Rp750 miliar di pasar modal.
  • 16:08 WIB. BTN - BTN membidik penjualan aset sebesar Rp600 miliar di tahun depan lewat KPR Lelang.
  • 16:03 WIB. Infrastruktur - Jembatan Batang Kula jalur Padang-Bukittinggi, sudah bisa dilalui besok.
  • 16:02 WIB. IHSG - Akhir pekan ini IHSG ditutup melemah 0,13% ke level 6.169,84.  
  • 14:02 WIB. Youtube - Youtube hapus 58 juta video spam.
  • 14:02 WIB. Grab - Grab yakin bakal jadi Decacorn pertama di Asia Tenggara.
  • 14:01 WIB. Fintech - Sejumlah situs fintech ilegal masih bisa diakses.
  • 14:01 WIB. Jepang - Cegah monopoli, Jepang akan perketat regulasi untuk Google cs.
  • 14:01 WIB. Renault - Renault pilih tak pecat Carlos Ghosn.

Produksi AS Tekan Harga Minyak Dunia

Foto Berita Produksi AS Tekan Harga Minyak Dunia
Warta Ekonomi.co.id, New York -

Harga minyak dunia turun pada akhir perdagangan Selasa (13/3/2018) pagi WIB, karena para investor bergulat dengan kekhawatiran mengenai meningkatnya produksi AS dan pasokan OPEC yang ketat.

Sementara itu, data minggu lalu menunjukkan bahwa para spekulan mengurangi taruhan tentang minyak, menyatakan penjualan lebih banyak dapat dilihat.

Kontrak berjangka minyak mentah Brent untuk pengiriman Mei, turun 54 sen atau 0,8 persen, menjadi menetap di 64,95 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.

Sementara itu, minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April, turun 68 sen atau 1,1 persen, menjadi berakhir pada 61,36 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Para "hedge fund" dan manajer uang mengupas taruhan "bullish" mereka terhadap minyak mentah AS, karena "long positions" jatuh pada minggu lalu untuk pertama kalinya dalam tiga minggu. "Short positions" bruto di New York Mercantile Exchange naik ke level tertinggi mereka dalam hampir sebulan.

Itu telah melemahkan beberapa antusiasme untuk minyak, karena para investor mempertimbangkan peningkatan pasokan AS melawan kemungkinan bahwa Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan produsen non-OPEC akan mempertahankan pemangkasan pasokan yang telah berlaku selama lebih dari satu tahun.

"Pasar terus bergulir bolak-balik pada gagasan bahwa meningkatnya permintaan global dan penurunan produksi akan mendukung harga ... namun produksi AS, dan tingkat produksi Amerika Utara pada umumnya, akan meniadakan banyak dampak dari itu," kata Gene McGillian, direktur riset pasar di Tradition Energy.

Perusahaan jasa energi Baker Hughes mengatakan pada Jumat (9/3) bahwa perusahaan-perusahaan energi minggu lalu mengurangi rig minyak mereka untuk pertama kalinya dalam hampir dua bulan.

Namun, Amerika Serikat sekarang adalah negara produsen minyak mentah nomor dua dunia, di depan eksportir utama Arab Saudi.

"Kami mempertahankan sikap perdagangan 'bearish' untuk mengantisipasi kisaran di WTI antara sekitar 58 dolar AS hingga 63 dolar AS," Jim Ritterbusch, presiden Ritterbusch and Associates, mengatakan dalam sebuah catatan.

"Sementara data pekerjaan yang menguntungkan pada Jumat (9/3) dan penurunan rig minyak, mungkin menunjukkan uji coba sisi tinggi kisaran yang diharapkan ini, kita masih melihat risiko penurunan harga melebihi itu ke sisi positif," katanya.

Pada Minggu (11/3), menteri minyak Iran Bijan Zanganeh mengatakan bahwa OPEC dapat menyetujui pada Juni untuk mulai mengurangi hambatan-hambatan produksi saat ini pada 2019, Wall Street Journal melaporkan.

Juga pada Minggu (11/3), pejabat Saudi mengatakan mereka akan menunda penawaran umum perdana Saudi Aramco sampai 2019.

Rilis Indeks Harga Konsumen (CPI) minggu ini, mengingat potensi dampaknya terhadap dolar, bisa jadi penting, kata Bill Baruch, presiden Blue Line Futures di Chicago. Dolar cenderung memiliki hubungan terbalik dengan harga minyak, karena pelemahan greenback membuat komoditas berdenominasi dolar lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

Tag: Minyak

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Vicky Fadil

Foto: Antara/Puspa Perwitasari

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6169.843 -7.877 621
2 Agriculture 1522.036 5.966 20
3 Mining 1764.925 -11.589 47
4 Basic Industry and Chemicals 841.598 -5.250 71
5 Miscellanous Industry 1418.274 -2.043 46
6 Consumer Goods 2529.665 13.782 49
7 Cons., Property & Real Estate 454.173 -0.929 73
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1056.334 -5.796 71
9 Finance 1173.614 -2.714 91
10 Trade & Service 791.592 0.061 153
No Code Prev Close Change %
1 ZONE 555 690 135 24.32
2 GLOB 182 226 44 24.18
3 PADI 655 810 155 23.66
4 YPAS 610 750 140 22.95
5 PNSE 935 1,100 165 17.65
6 KICI 260 300 40 15.38
7 RIMO 151 172 21 13.91
8 KINO 2,470 2,810 340 13.77
9 ETWA 72 79 7 9.72
10 PTSN 880 965 85 9.66
No Code Prev Close Change %
1 KONI 450 340 -110 -24.44
2 SQMI 418 316 -102 -24.40
3 SSTM 510 396 -114 -22.35
4 SOTS 545 444 -101 -18.53
5 MTSM 228 202 -26 -11.40
6 GDYR 2,140 1,900 -240 -11.21
7 META 244 220 -24 -9.84
8 TRAM 180 165 -15 -8.33
9 INCF 242 222 -20 -8.26
10 ASJT 380 350 -30 -7.89
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 360 352 -8 -2.22
2 TLKM 3,750 3,730 -20 -0.53
3 BBRI 3,680 3,680 0 0.00
4 KPAS 705 705 0 0.00
5 RIMO 151 172 21 13.91
6 TRAM 180 165 -15 -8.33
7 ADRO 1,280 1,285 5 0.39
8 BHIT 61 61 0 0.00
9 MERK 7,200 7,500 300 4.17
10 ASII 8,450 8,450 0 0.00