Portal Berita Ekonomi Minggu, 24 Juni 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 09:41 WIB. Ayam - Harga daging ayam broiler di sejumlah pasar tradisional di Mataram terpantau tinggi Rp40.000 per kilogram.
  • 09:28 WIB. Aceh - Polres Lhokseumawe menyatakan hanya terjadi tiga kasus kecelakaan selama arus mudik-balik Lebaran 2018.
  • 09:28 WIB. Inalum - Sebanyak 28 pegawai Inalum diturunkan mencari korban hilang KM Sinar Bangun.
  • 08:53 WIB. Bali - Bali mencatat ekspor berbagai jenis perhiasan naik 32,94% menjadi US$5,85 juta selama April 2018.
  • 08:50 WIB. Bali - BMKG mengingatkan masyarakat Denpasar untuk mewaspadai peningkatan kecepatan angin.
  • 08:42 WIB. Cuaca - BMKG memperkirakan suhu di DKI Jakarta akan berada di kisaran 23-33 derajat celcius pada hari ini.
  • 08:40 WIB. Cuaca - BMKG memprediksi wilayah Jakarta akan turun hujan dengan intensitas ringan pada hari ini.
  • 06:32 WIB. Surabaya - Pemkot Surabaya menggelar operasi daging ayam ras pada periode 23-30 Juni.
  • 06:04 WIB. Samsung - Samsung menguji coba smartphone berbasis Android Go berharga murah, Galaxy J2 Core.
  • 22:47 WIB. Politik - Prabowo tak yakin Indonesia negara terkuat 2045 bisa terwujud.
  • 22:47 WIB. Pilpres - Demokrat: Ada suara kader yang mengusulkan JK berpasangan dengan AHY.
  • 22:46 WIB. Pilpres - Survei SMRC: Jokowi ungguli Prabowo di Jabar, Jateng, dan Jatim.

Menkeu Optimistis Insentif Pajak RI Lebih Menarik

Foto Berita Menkeu Optimistis Insentif Pajak RI Lebih Menarik
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani optimistis kebijakan insentif pajak untuk mendorong investasi yang ditawarkan Pemerintah Indonesia akan lebih menarik dibandingkan dengan insentif yang ditawarkan oleh negara-negara tetangga di ASEAN.

"Kita lakukan 'benchmarking' dan kita akan jauh lebih baik dibandingkan yang ditawarkan Thailand, Malaysia, Vietnam, dan Filipina dari sisi 'allowance' dan 'holiday' yang kita berikan," ujar Sri Mulyani di Jakarta, Selasa (13/3/2018).

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menuturkan, Presiden Joko Widodo meminta segera diselesaikannya seluruh kebijakan insentif bagi investasi dan ia menyebutkan akan ada perubahan yang sangat radikal dalam cara pemerintah mengubah dan mendesain insentif tersebut.

"Pertama dari sisi 'tax holiday' tidak lagi 'range' tapi satu, 100 persen, jadi 'certainty'. Setiap dunia usaha yang masuk dalam klasifikasi kelompok yang dapat fasilitas, pasti akan dapat 'tax holiday' 100 persen dan dalam jangka waktu yang pasti, tergantung dari nilai investasinya. Makin besar investasinya, makin lama ia dapat 'tax holiday'," kata Sri Mulyani.

Kemudian, lanjut Sri Mulyani, pemerintah juga punya 'tax allowance". Nantinya, bidang usaha yang masuk kategori pionir atau pun untuk kepentingan ekspansi dari sisi kapasitas, dapat memilih untuk mendapatkan salah satu dari fasilitas 'tax holiday' atau 'tax allowance'.

"Untuk dunia usaha kecil menengah yang di bawah Rp4,8 miliar, kita juga akan turunkan PPh final dari 1 persen jadi 0,5 persen," ujarnya.

Selain itu, untuk dunia usaha yang melakukan investasi di bidang seperti vokasi maupun riset dan pengembangan (research and development) untuk bisa mengembangkan produk inovasi baru, juga akan diberikan insentif dalam bentuk Pajak Penghasilan (PPh).

Sri Mulyani mengatakan, semua hal tersebut ditujukan supaya dunia usaha merasa 'confident' dan yakin bahwa indonesia adalah negara dengan ekonomi dan pasarnya yang terus tumbuh, serta tidak perlu diragukan lagi komitmen pemerintah dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif.

"Pemerintah memiliki komitmen yang tidak perlu dipertanyakan lagi dari sisi reformasi kebijakan investasi. Kita berikan kemudahan, kita berikan simplifikasi, kita berikan pelayanan, dan kita berikan kepastian. Itu yang ingin kita komunikasikan. Nanti Bapak Presiden akan umumkan dalam satu paket pada awal April," kata Sri Mulyani.

Tag: Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Pajak, Sri Mulyani Indrawati

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Vicky Fadil

Foto: Fajar Sulaiman

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5821.812 -0.521 587
2 Agriculture 1482.909 -8.990 19
3 Mining 1961.047 9.274 44
4 Basic Industry and Chemicals 792.719 -10.247 70
5 Miscellanous Industry 1192.511 -9.581 45
6 Consumer Goods 2334.240 -6.620 45
7 Cons., Property & Real Estate 448.980 -1.710 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1024.955 -10.483 65
9 Finance 1028.501 16.045 93
10 Trade & Service 878.674 -10.182 141
No Code Prev Close Change %
1 JKSW 89 120 31 34.83
2 SWAT 424 530 106 25.00
3 KPAL 326 406 80 24.54
4 BTON 254 316 62 24.41
5 SONA 2,710 3,290 580 21.40
6 CSIS 1,150 1,390 240 20.87
7 DSSA 21,000 25,200 4,200 20.00
8 PTIS 316 376 60 18.99
9 CITA 1,150 1,350 200 17.39
10 TGRA 426 498 72 16.90
No Code Prev Close Change %
1 SDMU 167 116 -51 -30.54
2 BBRM 63 52 -11 -17.46
3 MFMI 775 640 -135 -17.42
4 DNAR 310 260 -50 -16.13
5 KPIG 1,405 1,200 -205 -14.59
6 JKON 540 472 -68 -12.59
7 LEAD 107 94 -13 -12.15
8 CMPP 338 300 -38 -11.24
9 NELY 132 118 -14 -10.61
10 GLOB 278 250 -28 -10.07
No Code Prev Close Change %
1 SWAT 424 530 106 25.00
2 ERAA 2,660 2,980 320 12.03
3 BBRI 2,910 2,980 70 2.41
4 KREN 760 750 -10 -1.32
5 BMTR 570 540 -30 -5.26
6 INKP 20,025 19,250 -775 -3.87
7 BBCA 21,150 21,925 775 3.66
8 ADRO 2,010 1,930 -80 -3.98
9 BBTN 2,800 2,690 -110 -3.93
10 TLKM 3,610 3,580 -30 -0.83