Portal Berita Ekonomi Selasa, 11 Desember 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:43 WIB. Apple - Apple Store dijarah saat demo Yellow Vest di Prancis.
  • 16:41 WIB. Instagram - Instagram kini punya fitur Voice Chat.
  • 16:38 WIB. Samsung - Samsung dituding kolaborasi dengan merek palsu.
  • 16:37 WIB. Huawei - Penahanan petinggi Huawei bikin vemas bos ponsel China.
  • 16:35 WIB. Oppo - Oppo pamerkan Find X versi 5G.
  • 16:31 WIB. Tri - Tri incar 10 juta pelanggan baru.
  • 16:27 WIB. PPro - PP Properti menggeber proyek baru untuk mengejar target marketing sales Rp3,8 miliar di akhir tahun ini.
  • 16:25 WIB. Bulog - Per hari ini, realisasi OBP CBP Bulog mencapai 471.922 ton.
  • 16:06 WIB. Instagram - Instagram luncurkan fitur penyaring komentar otomatis dalam bahasa Indonesia.
  • 16:06 WIB. IHSG - IHSG ditutup melemah 0,57% ke level 6.076,59 pada akhir sesi II perdagangan Selasa (11/12/2018). 
  • 15:14 WIB. SANTRI - Sistem Akuntansi Pesantren Indonesia (SANTRI) jadi salah satu program kemandirian pesantren.
  • 15:14 WIB. Keuangan Syariah - Perry Warjiyo: Pesantren jadi basis arus ekonomi Indonesia.
  • 15:13 WIB. Syariah - Erwin Rijanto: Rata-rata transaksi di pasar keuangan syariah sampai Oktober 2018 mencapai Rp947 triliun.
  • 15:13 WIB. Sukuk - Bank Indonesia akan terbitkan Sukuk Bank Indonesia untuk mendukung pembiayaan dan pasar keuangan syariah.
  • 15:12 WIB. Rupiah - Pukul 15.00, rupiah makin terdepresi menjadi Rp14.644 per dolar AS.

Forextime Nilai Indonesia Peroleh Untung dari Sentimen Risiko yang Membaik

Foto Berita Forextime Nilai Indonesia Peroleh Untung dari Sentimen Risiko yang Membaik
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Forextime menilai Indonesia peroleh untung dari sentimen risiko yang membaik. Chief Market Strategist FXTM Hussein Sayed menuturkan jika Rupiah menguat karena selera risiko yang meningkat pada awal perdagangan pekan ini.

Rupiah menguat 0,2% saat laporan ini dituliskan. Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar melemah ke Rp13.765. Sejumlah data ekonomi Indonesia dijadwalkan untuk dirilis pekan ini, tetapi neraca perdagangan hari Kamis khususnya akan dapat memberi isyarat mengenai momentum ekonomi domestik. Optimisme meningkat karena perdagangan global menguat dan potensi impor dan ekspor melampaui ekspektasi di bulan Februari yang akan memperkuat PDB kuartal pertama.  

Laporan tenaga kerja AS yang menggembirakan di hari Jumat berhasil mengurangi kekhawatiran tentang perang perdagangan, setidaknya untuk sementara. Peningkatan lapangan kerja sebanyak 313.000 menjadi kejutan positif karena data ini melampaui ekspektasi tertinggi sekali pun yaitu 300.000 menurut survei Reuters. Walaupun para pekerja mungkin tidak gembira dengan kenaikan upah rata-rata per jam sebesar 0,1% saja, perusahaan dan pasar menyambutnya dengan gembira. 

"Alasannya adalah peningkatan upah yang tidak terlalu besar menandakan Fed masih tetap memiliki 'keleluasaan' di pasar tenaga kerja sehingga masih ada jalan bagi Fed untuk melaksanakan tiga kenaikan suku bunga di tahun 2018, bukan empat. Kombinasi antara data ekonomi yang baik dan inflasi yang terbatas adalah faktor utama untuk mempertahankan pasar bullish," ucapnya di Jakarta, Rabu (14/3/2018).

Lebih lanjut Ia menuturkan jika indeks Komposit NASDAQ mencatat rekor tertinggi terbaru pasca rilis laporan tenaga kerja hari Jumat. S&P 500 menguat 10% dari lembah yang tercatat pada 9 Februari, dan pasar pendapatan tetap pun tidak tampak gelisah, terlihat dari imbal hasil obligasi 10 tahun yang masih berada jauh dari level penting 3%.

"Kenaikan selera risiko menular ke pasar Asia di hari Senin. Nikkei 225, Hang Seng, dan Kospi semuanya menguat lebih dari 1%," jelasnya. 

Faktor lain yang meningkatkan selera risiko pekan lalu menurut Hussein adalah Trump setuju untuk bertemu kepala negara Korea Utara Kim Jong Un walaupun menurutnya itu tidak akan berpengaruh untuk para investor pasar modal. Berita bahwa AS telah membuka jalan untuk lebih banyak pengecualian tarif baja dan aluminium hari Jumat mengindikasikan bahwa perang perdagangan belum akan terjadi.

Tampaknya, target Trump saat ini bukan Kanada, Meksiko, atau Uni Eropa, melainkan Cina. Menteri Perdagangan Cina Zhong Shan mengatakan Cina tidak ingin perang perdagangan terjadi dan akan memulai perang, tetapi memperingatkan bahwa perang perdagangan dengan AS hanya akan membawa bencana bagi ekonomi dunia. 

"Data ekonomi AS pekan ini akan sangat menarik perhatian, terutama IHK Februari yang akan dirilis beberapa hari sebelum rapat Fed pekan depan. Harga konsumen diprediksi mereda bulan lalu setelah meningkat 0,5% di bulan Januari. Namun, IHK umum tetap diprediksi meningkat 2,2% YoY dari 2,1%. Investor akan lebih memperhatikan IHK inti yang apabila tetap stabil di 1,8% maka tidak ada alasan untuk menduga bahwa Fed akan mengambil posisi agresif di rapat berikutnya," ungkapnya. 

Penjualan ritel diprediksi memantul setelah melemah selama dua bulan berturut-turut. Apabila ekspektasi kenaikan 0,3% berhasil tercapai, ini dapat menjadi pertanda bahwa pemangkasan pajak akhirnya berhasil mengajak konsumen untuk menabung lebih sedikit dan belanja lebih banyak.

Tag: ForexTime (FXTM), Hussein Sayed, Nilai Tukar Rupiah, Dolar Amerika Serikat (AS)

Penulis: Annisa Nurfitriyani

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Antara/Muhammad Adimaja

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6076.587 -34.773 620
2 Agriculture 1506.543 8.473 20
3 Mining 1747.761 9.817 47
4 Basic Industry and Chemicals 820.676 -23.288 71
5 Miscellanous Industry 1382.059 4.150 45
6 Consumer Goods 2483.389 -20.063 49
7 Cons., Property & Real Estate 444.822 -4.105 73
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1031.916 -11.848 71
9 Finance 1162.012 -1.035 91
10 Trade & Service 790.383 -0.185 153
No Code Prev Close Change %
1 SOTS 280 350 70 25.00
2 DEAL 394 492 98 24.87
3 OASA 246 298 52 21.14
4 TFCO 650 780 130 20.00
5 MERK 6,475 7,725 1,250 19.31
6 KPAS 505 600 95 18.81
7 RODA 388 450 62 15.98
8 PTSN 805 920 115 14.29
9 PDES 1,500 1,700 200 13.33
10 ARTA 406 458 52 12.81
No Code Prev Close Change %
1 TRIO 290 220 -70 -24.14
2 YPAS 725 570 -155 -21.38
3 NUSA 158 136 -22 -13.92
4 RIMO 186 162 -24 -12.90
5 LUCK 705 615 -90 -12.77
6 MPOW 120 105 -15 -12.50
7 KPAL 338 300 -38 -11.24
8 CPIN 7,000 6,300 -700 -10.00
9 SILO 3,850 3,500 -350 -9.09
10 LPIN 950 865 -85 -8.95
No Code Prev Close Change %
1 RIMO 186 162 -24 -12.90
2 SRIL 366 370 4 1.09
3 KPAS 505 600 95 18.81
4 NUSA 158 136 -22 -13.92
5 PTBA 4,020 4,280 260 6.47
6 TLKM 3,680 3,620 -60 -1.63
7 WSKT 1,845 1,795 -50 -2.71
8 BHIT 57 60 3 5.26
9 BBRI 3,610 3,620 10 0.28
10 DEAL 394 492 98 24.87