Portal Berita Ekonomi Selasa, 23 Oktober 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 14:31 WIB. Kabul - Afghanistan bertekad selidiki tuduhan kecurangan dalam pemilu.
  • 14:30 WIB. Khashoggi - Indonesia sampaikan belasungkawa kepada keluarga Khashoggi.
  • 14:30 WIB. Turki - Polisi Turki temukan mobil Konsulat Saudi di Distrik Sultangazi.
  • 14:30 WIB. Rusia - Pakistan dan Rusia gelar latihan militer bersama.
  • 14:29 WIB. Inggris - PM Inggris Theresa May kutuk pembunuhan Khashoggi.
  • 14:29 WIB. Makedonia - Mayoritas parlemen Makedonia setujui ubah nama negara.
  • 14:28 WIB. Yordania - Pejabat Israel kecam modifikasi perjanjian damai Yordania.
  • 14:28 WIB. Khasoggi - DPR RI minta kasus Khasoggi diungkap secara terbuka.
  • 14:28 WIB. Retno Marsudi - Menlu Arab Saudi dan Menlu Indonesia lakukan pertemuan bilateral di Jakarta.
  • 14:27 WIB. Uni Eropa - Jerman desak EU berhenti jual senjata ke Arab Saudi.
  • 14:26 WIB. Palestina - Israel bebaskan kepala intelijen Palestina yang ditahan.
  • 14:26 WIB. Kashmir - 14 tewas dalam bentrokan di Jammu Kashmir.
  • 14:25 WIB. CIA - Direktur CIA bertolak ke Turki sebagai bagian dari investigasi AS atas kematian Jamal Khashoggi.
  • 00:00 WIB. Minyak - Pasar minyak bertumpu pada Arab Saudi untuk saat ini dalam rangka melunakkan dampak sanksi Iran.
  • 13:46 WIB. Prabowo - Kekayaan kita tidak tinggal di negara.

Forextime Nilai Indonesia Peroleh Untung dari Sentimen Risiko yang Membaik

Foto Berita Forextime Nilai Indonesia Peroleh Untung dari Sentimen Risiko yang Membaik
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Forextime menilai Indonesia peroleh untung dari sentimen risiko yang membaik. Chief Market Strategist FXTM Hussein Sayed menuturkan jika Rupiah menguat karena selera risiko yang meningkat pada awal perdagangan pekan ini.

Rupiah menguat 0,2% saat laporan ini dituliskan. Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar melemah ke Rp13.765. Sejumlah data ekonomi Indonesia dijadwalkan untuk dirilis pekan ini, tetapi neraca perdagangan hari Kamis khususnya akan dapat memberi isyarat mengenai momentum ekonomi domestik. Optimisme meningkat karena perdagangan global menguat dan potensi impor dan ekspor melampaui ekspektasi di bulan Februari yang akan memperkuat PDB kuartal pertama.  

Laporan tenaga kerja AS yang menggembirakan di hari Jumat berhasil mengurangi kekhawatiran tentang perang perdagangan, setidaknya untuk sementara. Peningkatan lapangan kerja sebanyak 313.000 menjadi kejutan positif karena data ini melampaui ekspektasi tertinggi sekali pun yaitu 300.000 menurut survei Reuters. Walaupun para pekerja mungkin tidak gembira dengan kenaikan upah rata-rata per jam sebesar 0,1% saja, perusahaan dan pasar menyambutnya dengan gembira. 

"Alasannya adalah peningkatan upah yang tidak terlalu besar menandakan Fed masih tetap memiliki 'keleluasaan' di pasar tenaga kerja sehingga masih ada jalan bagi Fed untuk melaksanakan tiga kenaikan suku bunga di tahun 2018, bukan empat. Kombinasi antara data ekonomi yang baik dan inflasi yang terbatas adalah faktor utama untuk mempertahankan pasar bullish," ucapnya di Jakarta, Rabu (14/3/2018).

Lebih lanjut Ia menuturkan jika indeks Komposit NASDAQ mencatat rekor tertinggi terbaru pasca rilis laporan tenaga kerja hari Jumat. S&P 500 menguat 10% dari lembah yang tercatat pada 9 Februari, dan pasar pendapatan tetap pun tidak tampak gelisah, terlihat dari imbal hasil obligasi 10 tahun yang masih berada jauh dari level penting 3%.

"Kenaikan selera risiko menular ke pasar Asia di hari Senin. Nikkei 225, Hang Seng, dan Kospi semuanya menguat lebih dari 1%," jelasnya. 

Faktor lain yang meningkatkan selera risiko pekan lalu menurut Hussein adalah Trump setuju untuk bertemu kepala negara Korea Utara Kim Jong Un walaupun menurutnya itu tidak akan berpengaruh untuk para investor pasar modal. Berita bahwa AS telah membuka jalan untuk lebih banyak pengecualian tarif baja dan aluminium hari Jumat mengindikasikan bahwa perang perdagangan belum akan terjadi.

Tampaknya, target Trump saat ini bukan Kanada, Meksiko, atau Uni Eropa, melainkan Cina. Menteri Perdagangan Cina Zhong Shan mengatakan Cina tidak ingin perang perdagangan terjadi dan akan memulai perang, tetapi memperingatkan bahwa perang perdagangan dengan AS hanya akan membawa bencana bagi ekonomi dunia. 

"Data ekonomi AS pekan ini akan sangat menarik perhatian, terutama IHK Februari yang akan dirilis beberapa hari sebelum rapat Fed pekan depan. Harga konsumen diprediksi mereda bulan lalu setelah meningkat 0,5% di bulan Januari. Namun, IHK umum tetap diprediksi meningkat 2,2% YoY dari 2,1%. Investor akan lebih memperhatikan IHK inti yang apabila tetap stabil di 1,8% maka tidak ada alasan untuk menduga bahwa Fed akan mengambil posisi agresif di rapat berikutnya," ungkapnya. 

Penjualan ritel diprediksi memantul setelah melemah selama dua bulan berturut-turut. Apabila ekspektasi kenaikan 0,3% berhasil tercapai, ini dapat menjadi pertanda bahwa pemangkasan pajak akhirnya berhasil mengajak konsumen untuk menabung lebih sedikit dan belanja lebih banyak.

Tag: ForexTime (FXTM), Hussein Sayed, Nilai Tukar Rupiah, Dolar Amerika Serikat (AS)

Penulis: Annisa Nurfitriyani

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Antara/Muhammad Adimaja

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,074.00 4,032.94
British Pound GBP 1.00 19,818.76 19,620.15
China Yuan CNY 1.00 2,204.27 2,182.35
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 15,284.00 15,132.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,804.26 10,693.78
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,949.96 1,930.55
Dolar Singapura SGD 1.00 11,068.95 10,958.07
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,521.58 17,341.27
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,674.92 3,634.88
Yen Jepang JPY 100.00 13,578.54 13,439.91

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5840.435 3.144 610
2 Agriculture 1570.332 -4.068 20
3 Mining 1918.413 8.447 47
4 Basic Industry and Chemicals 757.577 0.126 70
5 Miscellanous Industry 1252.288 -2.704 45
6 Consumer Goods 2470.043 -1.914 49
7 Cons., Property & Real Estate 411.035 1.920 71
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1064.616 17.661 70
9 Finance 1050.751 -3.316 91
10 Trade & Service 788.480 -4.485 147
No Code Prev Close Change %
1 MINA 472 585 113 23.94
2 MPRO 254 314 60 23.62
3 IBFN 324 400 76 23.46
4 BCAP 135 159 24 17.78
5 DART 250 294 44 17.60
6 UNIC 3,400 3,930 530 15.59
7 SKYB 138 159 21 15.22
8 LPGI 3,550 4,050 500 14.08
9 SHIP 950 1,065 115 12.11
10 MYTX 126 138 12 9.52
No Code Prev Close Change %
1 NICK 159 140 -19 -11.95
2 MAYA 8,150 7,275 -875 -10.74
3 LPPF 5,625 5,025 -600 -10.67
4 PBSA 770 690 -80 -10.39
5 INCF 125 114 -11 -8.80
6 JKON 505 466 -39 -7.72
7 BMAS 368 340 -28 -7.61
8 MMLP 530 490 -40 -7.55
9 INCI 610 565 -45 -7.38
10 VINS 96 89 -7 -7.29
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 344 362 18 5.23
2 LPPF 5,625 5,025 -600 -10.67
3 KPIG 135 138 3 2.22
4 PGAS 2,270 2,340 70 3.08
5 ISAT 2,680 2,840 160 5.97
6 PTBA 4,540 4,610 70 1.54
7 PNLF 286 288 2 0.70
8 FREN 99 105 6 6.06
9 BBCA 23,375 23,150 -225 -0.96
10 WSKT 1,540 1,600 60 3.90