Portal Berita Ekonomi Selasa, 23 Oktober 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 12:39 WIB. Sandiaga - Berubah atau tidak kostum Prabowo tak pengaruhi karakternya.
  • 12:39 WIB. Sandiaga - Masyarakat tak ingin Prabowo merubah penampilan.
  • 12:37 WIB. KPK - Masa tahanan eks Wali Kota Pasuruan, Setiyono diperpanjang selama 40 hari.
  • 12:35 WIB. Sekjen PPP - Banyak warga terkesan pada Jokowi karena sosoknya yang sederhana.
  • 12:35 WIB. Sekjen PPP - Rekam jejak mempengaruhi perolehan suara di Pilpres 2019.
  • 12:35 WIB. Sekjen PPP - Menang dan kalah Prabowo bukan dipengaruhi gaya berpakaian.
  • 12:32 WIB. Rizal Ramli - Ke KPK mengadukan dugaan korupsi pada impor pangan.
  • 12:31 WIB. NasDem - Harusnya Sandiaga tak kritisi kepentingan rakyat, tapi mengontrol pelaksaan dana kelurahan.
  • 12:31 WIB. NasDem - Sandiaga Uno berbicara dan bersikap tak pernah kontstruktif pada program pro-rakyat.
  • 12:30 WIB. NasDem - Sangat disayangkan Sandiaga Uno tak berpihak pada kebijakan pensejahteraan rakyat.
  • 12:30 WIB. NasDem - Dana kelurahan adalah serapan aspirasi Jokowi dari wali kota.
  • 12:26 WIB. KPK - Fuad Amin dan Tubagus Chaeri Wardana diperiksa atas kasus Kalapas Sukamiskin.
  • 12:25 WIB. KPK - Rp862 juta duit Setnov adalah bagian dari cicilan uang penganti.
  • 12:25 WIB. KPK - Sebanyak Rp862 juta uang Setya Novanto disita.
  • 12:24 WIB. Ma'ruf Amin - Harusnya kita bersyukur, karena Jokowi hari santri nasional ditetapkan.

China Masih Pelajari Peraturan Swakemudi dari Jerman

Foto Berita China Masih Pelajari Peraturan Swakemudi dari Jerman
Warta Ekonomi.co.id, Berlin -

Pemerintah China tengah mempelajari sebuah undang-undang Jerman tentang penggunaan mobil otonom (swakemudi), menurut seorang ahli hukum Jerman dilansir Reuters.

Laporan itu juga menyebutkan bahwa China kemungkinan akan mengadopsi beberapa peraturan pengoperasian kendaraan dari Jerman.

Dosen hukum Universitas Wuerzburg, Eric Hilgendorf, yang juga anggota komisi etika kendaraan otonom pemerintah Jerman, akan bertolak ke China dalam beberapa pekan mendatang untuk menyampaikan informasi tentang undang-undang tersebut.

Hilgendorf, yang mengisi tiga ceramah di Renmin University of China Law School dan mengadakan pertemuan tingkat tinggi mengenai undang-undang tersebut, mengatakan China telah mengadopsi banyak undang-undang pidana dan perdata dari Jerman.

Meski masih ragu, namun ia berharap China kembali mengadopsi undang-undang Jerman terkait pengoperasian kendaraan otonom.

"Terutama jika menyangkut masalah teknis, mereka sering kali siap untuk mengadopsi sebagian besar undang-undang kami," katanya kepada Reuters.

Pabrikan mobil Jerman akan mendapat keuntungan jika China mengadopsi undang-undang itu, kata Hilgendorf, kemudian menambahkan bahwa kendaraan Jerman yang diekspor ke China akan minim perubahan spesifikasi karena kesamaan peraturan tersebut.

Pabrikan mobil dari seluruh dunia tengah bekerja sama dengan perusahaan teknologi seperti Google, Tesla dan Apple untuk mengembangkan kendaraan otonom. Pembuat mobil Jerman, Volkswagen, Daimler dan BMW, juga menggelontorkan banyak dana dalam teknologi itu.

Undang-undang tersebut memungkinkan perusahaan menguji coba kendaraan dengan pengemudi yang diizinkan melepaskan tangan mereka dari setir dan pandangannya tidak perlu selalu memantau situasi lalulintas karena kendaraan digerakan secara swakemudi.

Hilgendorf adalah anggota komite yang ditunjuk pemerintah Jerman untuk menyusun pedoman etika pertama di dunia tentang mobil swakemudi, termasuk persyaratan perangkat lunak yang diprogram untuk menghindari kecelakaan dengan segala cara.

Tag: Otomotif, China (Tiongkok), Jerman

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Vicky Fadil

Foto: Antara/China Daily

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,074.00 4,032.94
British Pound GBP 1.00 19,818.76 19,620.15
China Yuan CNY 1.00 2,204.27 2,182.35
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 15,284.00 15,132.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,804.26 10,693.78
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,949.96 1,930.55
Dolar Singapura SGD 1.00 11,068.95 10,958.07
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,521.58 17,341.27
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,674.92 3,634.88
Yen Jepang JPY 100.00 13,578.54 13,439.91

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5840.435 3.144 610
2 Agriculture 1570.332 -4.068 20
3 Mining 1918.413 8.447 47
4 Basic Industry and Chemicals 757.577 0.126 70
5 Miscellanous Industry 1252.288 -2.704 45
6 Consumer Goods 2470.043 -1.914 49
7 Cons., Property & Real Estate 411.035 1.920 71
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1064.616 17.661 70
9 Finance 1050.751 -3.316 91
10 Trade & Service 788.480 -4.485 147
No Code Prev Close Change %
1 MINA 472 585 113 23.94
2 MPRO 254 314 60 23.62
3 IBFN 324 400 76 23.46
4 BCAP 135 159 24 17.78
5 DART 250 294 44 17.60
6 UNIC 3,400 3,930 530 15.59
7 SKYB 138 159 21 15.22
8 LPGI 3,550 4,050 500 14.08
9 SHIP 950 1,065 115 12.11
10 MYTX 126 138 12 9.52
No Code Prev Close Change %
1 NICK 159 140 -19 -11.95
2 MAYA 8,150 7,275 -875 -10.74
3 LPPF 5,625 5,025 -600 -10.67
4 PBSA 770 690 -80 -10.39
5 INCF 125 114 -11 -8.80
6 JKON 505 466 -39 -7.72
7 BMAS 368 340 -28 -7.61
8 MMLP 530 490 -40 -7.55
9 INCI 610 565 -45 -7.38
10 VINS 96 89 -7 -7.29
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 344 362 18 5.23
2 LPPF 5,625 5,025 -600 -10.67
3 KPIG 135 138 3 2.22
4 PGAS 2,270 2,340 70 3.08
5 ISAT 2,680 2,840 160 5.97
6 PTBA 4,540 4,610 70 1.54
7 PNLF 286 288 2 0.70
8 FREN 99 105 6 6.06
9 BBCA 23,375 23,150 -225 -0.96
10 WSKT 1,540 1,600 60 3.90