Portal Berita Ekonomi Minggu, 22 April 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 20:54 WIB. New York - Menteri Luar Negeri Turki tiba di New York untuk KTT perdamaian PBB.
  • 20:53 WIB. PBB - Lembaga HAM desak PBB terus awasi tindakan pasukan Israel di Gaza.
  • 20:52 WIB. Turki - Erdogan sebut Donald Trump adalah ancaman terbesar Turki.
  • 20:51 WIB. Palestina - Otoritas Malaysia lakukan upaya autopsi jenazah ilmuwan asal Palestina.
  • 20:51 WIB. Hamas - Otoritas Israel bantah dalangi pembunuhan ilmuwan Palestina di Malaysia.
  • 20:49 WIB. Israel - Uni Eropa: Investigasi terhadap Israel perlu dilakukan.
  • 20:49 WIB. Nuklir - Uni Eropa sambut baik keputusan Korea Utara untuk hentikan uji coba rudal nuklir.
  • 20:47 WIB. Nikaragua - 25 orang tewas dalam protes anti-pemerintah di Nikaragua.
  • 20:46 WIB. Hamas - Militer Israel tengkap 15 angggota Hamas dalam serangan di Tepi Barat.
  • 20:45 WIB. Kabul - Bom bunuh diri meledak di Kabul tewaskan 31 warga sipil.
  • 19:39 WIB. PLN - PLN terbitkan obligasi global hingga US$1 miliar pada Mei 2018.
  • 19:38 WIB. Astra Sedaya Finance - Astra Sedaya Finance siap terbitkan obligasi dan sukuk Rp3 triliun.
  • 19:37 WIB. Taspen - Rayakan ulang tahun ke-55, Taspen ajak funwalk menteri hingga karyawan.
  • 19:36 WIB. BTN - BTN dukung program DP 0% untuk PNS dan TNI/Polri.
  • 19:35 WIB. UOB Indonesia - Bank UOB Indonesia akan terbitkan obligasi Rp1 triliun.

Buka Ekspor ke Selandia Baru, Indonesia Targetkan US$2,9 Miliar

Foto Berita Buka Ekspor ke Selandia Baru, Indonesia Targetkan US$2,9 Miliar
Warta Ekonomi.co.id, Wellington -

Para pimpinan perusahaan Indonesia dan Selandia Baru bertemu dalam ajang Chief Executive Officer (CEO) Meeting, Senin (19/3/2018). Pertemuan diadakan di Clifftons Conference, the Majestic Center, Wellington, Selandia Baru. Ajang pertemuan CEO ini bertujuan memperkuat komitmen Indonesia membuka ekspor ke negara dengan pasar yang belum tergarap (un-tapped country), seperti Selandia Baru.

Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional (PEN), Arlinda, yang memimpin rangkaian misi dagang Kementerian Perdagangan ke Selandia Baru, turut bergabung dalam delegasi Indonesia pada CEO Meeting. Arlinda berharap momentum ini dapat semakin membuka peluang untuk meningkatkan ekspor Indonesia ke negara dengan pasar yang belum tergarap, seperti Selandia Baru.

"Kami juga berharap kegiatan ini dapat menghasilkan kesepakatan atau transaksi potensial antara pelaku usaha dua negara untuk meningkatkan perdagangan bilateral di masa mendatang,” kata Arlinda dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis (19/3/2018).

Pertemuan CEO ini diadakan bersamaan dengan momentum kunjungan kenegaraan Presiden RI Joko Widodo ke Selandia Baru untuk membahas isu-isu bilateral, termasuk isu perdagangan. Dalam pertemuan ini, Presiden Joko Widodo ikut menyaksikan para Menteri Kabinet Kerja dan para CEO perusahaan Indonesia bertukar pikiran dengan otoritas Selandia Baru dan CEO perusahaan Selandia Baru, yang dipimpin Minister of Agriculture, Bio Security, Food Safety and Rural Community and Associate Minister of Trade, Damien O'Connor. 

CEO Meeting dibagi ke dalam dua sesi, yaitu sesi I yang dimoderatori oleh Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Thomas Lembong. Sesi I ini juga diikuti Presiden RI. Sementara itu, sesi II dimoderatori oleh Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, Rosan P. Roeslani.

Delegasi Indonesia berjumlah 29 orang yang terdiri atas perwakilan pemerintah, Duta Besar RI Wellington Tantowi Yahya, Ketua KADIN, serta para CEO perusahaan yang bergerak di bidang farmasi, minyak kelapa sawit, makanan, hingga geotermal. Sementara itu, delegasi Selandia Baru yang juga berjumlah 29 orang terdiri atas perwakilan pemerintah dan para CEO perusahaan peternakan, pariwisata, hingga energi.

Sebelum CEO Meeting dimulai, dilaksanakan penandatanganan nota kesepahaman antara Indonesia dan Selandia Baru. Terdapat tiga penandatanganan yaitu antara Kalbe Farma dan Westland Milk Products; Kalbe Farma dan Fonterra; serta Jakarta International College (JIC) dan Auckland University of Technology. Nota kesepahaman meliputi penjajakan kerja sama bahan baku produk, pengembangan pasar, dan pendidikan. 

Setelah CEO Meeting, Arlinda turut mendampingi Presiden RI dan menteri-menteri Kabinet Kerja dalam pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, dan jajaran menterinya. Kemudian, Arlinda juga mengikuti acara temu Presiden RI dengan diaspora Indonesia di Selandia Baru. 

Indonesia dan Selandia Baru sangat berpotensi meningkatkan hubungan perdagangan di masa depan. Kedua negara berkomitmen mencapai total perdagangan sebesar US$2,9 miliar atau Rp40 triliun di tahun 2024.

Hingga Senin (19/3), misi dagang Kemendag ke Selandia Baru telah mencatatkan potensi transaksi US$9,74 juta, yang dicatatkan dari negosiasi produk kopi, tenaga kerja perkebunan, dan permesinan, produk turunan kelapa sawit, pupuk, serta makanan dan minuman.

Tag: PT Kalbe Farma Tbk, Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Kementerian Perdagangan (Kemendag), Joko Widodo (Jokowi), Selandia Baru, Arlinda, Thomas Lembong, Diaspora Indonesia, Rosan P. Roeslani, Pengembangan Ekspor Nasional (PEN), Westland Milk Products, Fonterra, Jakarta International College (JIC), Tantowi Yahya

Penulis/Editor: Ratih Rahayu

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6337.695 -18.206 575
2 Agriculture 1721.541 -3.312 19
3 Mining 1958.128 -0.646 44
4 Basic Industry and Chemicals 794.507 -3.199 70
5 Miscellanous Industry 1293.151 -17.847 44
6 Consumer Goods 2633.301 -33.845 45
7 Cons., Property & Real Estate 510.814 0.450 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1076.189 -0.378 64
9 Finance 1148.751 1.106 90
10 Trade & Service 942.468 5.729 134
No Code Prev Close Change %
1 INPS 2,430 3,030 600 24.69
2 RELI 330 400 70 21.21
3 IBST 7,200 8,600 1,400 19.44
4 TRIL 83 99 16 19.28
5 PDES 1,125 1,320 195 17.33
6 AKPI 750 850 100 13.33
7 YPAS 795 900 105 13.21
8 CENT 110 124 14 12.73
9 KICI 198 218 20 10.10
10 GEMA 1,245 1,350 105 8.43
No Code Prev Close Change %
1 TIFA 266 212 -54 -20.30
2 PBSA 1,280 1,080 -200 -15.62
3 TRUS 250 218 -32 -12.80
4 INAI 490 434 -56 -11.43
5 BINA 775 705 -70 -9.03
6 FINN 145 132 -13 -8.97
7 ABBA 74 68 -6 -8.11
8 ALMI 324 298 -26 -8.02
9 DPNS 458 424 -34 -7.42
10 GOLD 472 440 -32 -6.78
No Code Prev Close Change %
1 TIFA 266 212 -54 -20.30
2 SRIL 356 356 0 0.00
3 MNCN 1,405 1,445 40 2.85
4 BHIT 106 110 4 3.77
5 HELI 300 280 -20 -6.67
6 PGAS 2,190 2,320 130 5.94
7 BMTR 565 580 15 2.65
8 IKAI 610 615 5 0.82
9 CENT 110 124 14 12.73
10 TRIL 83 99 16 19.28

Recommended Reading

Minggu, 22/04/2018 17:54 WIB

Ini Harapan untuk Dirut Pertamina yang Baru

Minggu, 22/04/2018 13:09 WIB

10 Tips Memilih Karyawan

Minggu, 22/04/2018 11:51 WIB

3 Cara Mengajarkan Anak Soal Uang

Minggu, 22/04/2018 00:28 WIB

BI Nilai Ekonomi RI Tetap Solid

Sabtu, 21/04/2018 13:39 WIB

DPR Sebut Manajemen Telkom Bobrok, Kenapa Ya?