Portal Berita Ekonomi Minggu, 22 April 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 13:07 WIB. AP I - Pada 2018, AP I anggarkan dana investasi pengembangan bandara sebesar Rp18,8 triliun. 
  • 13:06 WIB. AP I - Pada  Q1 2018, trafik penumpang di 13 bandara AP I capai 22,38 juta orang.
  • 13:04 WIB. AP I - Sepanjang triwulan I 2018, jumlah trafik penumpang di 13 bandara AP I naik 10%.
  • 13:03 WIB. JSMR - JSMR mengaku pemberlakuan ganjil genap Cibubur selama sepekan tingkatkan kecepatan kendaraan 36,15%.
  • 12:38 WIB. BTN - BTN nyatakan kesiapannya dukung program uang muka 0% untuk PNS dan TNI-Polri. 
  • 12:17 WIB. Pertamina - IRESS komentari perombakan direksi Pertamina sebagai langkah yang sarat nuansa politik.
  • 12:14 WIB. BNI - BNI bantah akan terapkan biaya administrasi iuran BPJS Kesehatan per 1 Mei 2018.
  • 12:13 WIB. BNI - BNI siapkan ribuan uang elektronik atau Tapcash di sejumlah SPBU Kota Manado, Sulut.
  • 11:49 WIB. Pertamina - Sebanyak 5 unit SPBU MOR I di wilayah Sumbagut beri pelayanan khusus untuk perempuan.
  • 11:46 WIB. BUMN - BUMN dan Kemenhub gelar promosi mudik gratis di kawasan CFD, Jakarta.
  • 11:08 WIB. DPR - DPR meminta pemerintah mengawasi peredaran uang menjelang Pilkada 2018 dan Lebaran.
  • 10:21 WIB. Shopee - Shopee meluncurkan BincangShopee dalam rangka menyambut hari Kartini.
  • 09:45 WIB. Yunani - Indonesia jalin kerja sama dengan Coast Guard Yunani.
  • 09:44 WIB. Assad - AS siap serang kembali Suriah jika Assad abaikan pesan.
  • 09:43 WIB. Azerbaijan - Novruz Memmedov terpilih sebagai perdana menteri baru Azerbaijan.

Di Black List Pertamina, Begini Reaksi BULL

Foto Berita Di Black List Pertamina, Begini Reaksi BULL
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

PT Buana Listya Tama Tbk (BULL) dinilai telah melakukan penipuan atau fraud kepada PT Pertamina (Persero) terkait proses sewa kapal.

Direktur Utama PT Buana Listya Tama Tbk Wong Kevin saat dikonfirmasi mengenai hal tersebut masih belum angkat bicara. "Kita mendingan enggak ngomong apa-apa (tentang Pertamina)," katanya, di Jakarta, Selasa (20/3/2018).

Namun, Ia menuturkan hingga saat ini pihaknya masih terus melakukan komunikasi dengan pihak Pertamina. Pasalnya, perseroan selama ini memiliki hubungan yang baik dengan Pertamina. 

"Hubungan kita sudah cukup lama, kita coba berusaha komunikasi meluruskan kesalahpahaman. Tapi, saat ini belum bisa komen," tegasnya. 

Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) menegur keras PT Buana Lintas Lautan Tbk atau sebelumnya dengan nama PT Buana Listya Tama Tbk dengan memberikan surat dengan perihal "Pemberian Sanksi Kategori Hitam" per tanggal 12 Maret 2018.

Surat yang ditandatangani oleh Direktorat Menejemen Aset VP Procurment Excellenece Gorup Joen Riyanto S menyebut, Buana Lintas Lautan tidak diperbolehkan mengikuti kegiatan pengadaan barang/jasa selanjutnya untuk selamanya. Adapun alasannya sebagai berikut.

Sehubungan dengan adanya pekerjaan sewa kapal di lingkungan perkapalan Pertamina, khususnya untuk sewa tiga unit kapal Large Ranger (LR) crude oil MT Bull Sulawesi, MT Bull Flores dan MT Bull Papua. Dua di antara kapal tersebut pernah ditahan oleh bea cukai berdasarkan hasil pemeriksaan uji petik atas PIB.

Dengan demikian, ke tiga kapal yang dimaksud itu pada saat dimulainya perjanjian sewa kapal dengan Pertamina belum memenuhi kewajiban terkait kepabeanan.

Hasil rapat Komite Sanksi Pertamina menyatakan bahwa Buana Listya Tama atau yang saat ini bernama Buana Lintas Lautan telah melanggar tiga ketentuan, di antaranya pertama, Undang-Undang Nomor 17/2006 tentang Kepabeanan, khususnya Pasal 2 ayat 1 yang mengatur bahwa barang yang dimasukan ke dalam daerah pabean diperlakukan sebagai barang impor dan terutang bea masuk.

Kedua, Pertamina Tie For 1 Part II angka 9.1, yang menyatakan bahwa, izin-izin dan surat keterangan yang diperlukan oleh kapal (termasuk tetapi tidak terbatas pada nakhoda, perwia-perwira dan awak kapal), penyelesaian bea dan cukai dan syarat-syarat formalitas kepabeanan dan kesyahbandaraan berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku untuk berlayar di wilayah pelayaran.

Ketiga, pakta integritas PT Buana Listya Tama Tbk tanggal 30 Juni 2016 angka 1, yang menyatakan bahwa semua informasi yang disampaikan adalah benar sehingga apabila di kemudian hari ditemukan adanya ketidaksesuaian atas informasi yang dimaksud,  perusahaan bersedia menerima sanksi administratif sesuai ketentuan yang berlaku di Pertamina, yaitu SK Direksi.

Mengacu pada ketentuan SK 43/C000000/2015-S0 Bab IX huruf B angka 4, dinyatakan bahwa kelompok sanksi hitam adalah kelompok penyedia barang/jasa terdaftar dan tidak diperbolehkan mengikuti kegiatan pengadaan barang/jasa selanjutnya untuk selamanya.

Tag: PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL), Wong Kevin, PT Pertamina (Persero)

Penulis: Annisa Nurfitriyani

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6337.695 -18.206 575
2 Agriculture 1721.541 -3.312 19
3 Mining 1958.128 -0.646 44
4 Basic Industry and Chemicals 794.507 -3.199 70
5 Miscellanous Industry 1293.151 -17.847 44
6 Consumer Goods 2633.301 -33.845 45
7 Cons., Property & Real Estate 510.814 0.450 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1076.189 -0.378 64
9 Finance 1148.751 1.106 90
10 Trade & Service 942.468 5.729 134
No Code Prev Close Change %
1 INPS 2,430 3,030 600 24.69
2 RELI 330 400 70 21.21
3 IBST 7,200 8,600 1,400 19.44
4 TRIL 83 99 16 19.28
5 PDES 1,125 1,320 195 17.33
6 AKPI 750 850 100 13.33
7 YPAS 795 900 105 13.21
8 CENT 110 124 14 12.73
9 KICI 198 218 20 10.10
10 GEMA 1,245 1,350 105 8.43
No Code Prev Close Change %
1 TIFA 266 212 -54 -20.30
2 PBSA 1,280 1,080 -200 -15.62
3 TRUS 250 218 -32 -12.80
4 INAI 490 434 -56 -11.43
5 BINA 775 705 -70 -9.03
6 FINN 145 132 -13 -8.97
7 ABBA 74 68 -6 -8.11
8 ALMI 324 298 -26 -8.02
9 DPNS 458 424 -34 -7.42
10 GOLD 472 440 -32 -6.78
No Code Prev Close Change %
1 TIFA 266 212 -54 -20.30
2 SRIL 356 356 0 0.00
3 MNCN 1,405 1,445 40 2.85
4 BHIT 106 110 4 3.77
5 HELI 300 280 -20 -6.67
6 PGAS 2,190 2,320 130 5.94
7 BMTR 565 580 15 2.65
8 IKAI 610 615 5 0.82
9 CENT 110 124 14 12.73
10 TRIL 83 99 16 19.28

Recommended Reading

Minggu, 22/04/2018 11:51 WIB

3 Cara Mengajarkan Anak Soal Uang

Minggu, 22/04/2018 00:28 WIB

BI Nilai Ekonomi RI Tetap Solid

Sabtu, 21/04/2018 13:39 WIB

DPR Sebut Manajemen Telkom Bobrok, Kenapa Ya?

Sabtu, 21/04/2018 08:59 WIB

Kemenkominfo Kembali Surati Facebook

Sabtu, 21/04/2018 06:06 WIB

AFS: Habis Turun, Terbitlah Kenaikan Laba

Jum'at, 20/04/2018 20:00 WIB

10 Manfaat Internet Marketing bagi Bisnis