Portal Berita Ekonomi Rabu, 12 Desember 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:49 WIB. Facebook - Kantor Facebook di AS dapat ancaman bom. 
  • 16:35 WIB. Samsung - Samsung kolaborasi dengan Tesla kembangkan mobil otonom. 
  • 16:32 WIB. Facebook - Facebook akui bertemu dengan kedua Paslon Pilpres 2019.
  • 16:30 WIB. GoPro - GoPro pindahkan pabrik keluar China.
  • 16:29 WIB. Grab - Grab sebar diskon ongkir hingga 80% saat Harbolnas. 
  • 16:00 WIB. IHSG - Penutupan sesi II, HSG menguat 0,64% ke level 6.115,58. 

Dinilai Rugikan Konsumen, YLKI Minta OJK Kaji Perjanjian Standar Asuransi

Foto Berita Dinilai Rugikan Konsumen, YLKI Minta OJK Kaji Perjanjian Standar Asuransi
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengkaji kembali perjanjian di industri asuransi. Pasalnya, di dalam perjanjian tersebut terdapat klausula baku yang merugikan konsumen.

Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi mengatakan, selama ini kontrak asuransi selalu menggunakan perjanjian standar dengan klausula baku. "Karena perjanjian standar itu ada klausula bakunya yang merugikan konsumen," katanya di Jakarta, Selasa (20/3/2018).

Lebih lanjut dirinya mengatakan, perjanjian standar dengan klausula baku kerap memunculkan sengketa di industri perasuransian. Sengketa asuransi juga dipengaruhi oleh asimetri informasi di industri ini.

Menurut dia, sejauh ini masyarakat berpendidikan tinggi sekalipun terbilang sulit untuk memahami kontrak asuransi yang fair. Maklum, produk asuransi itu selalu manis, tetapi ketika mengajukan klaim selalu tidak sesuai dengan janji, konsumen terjebak dalam perjanjian yang tidak dipahaminya.

Pada dasarnya, jelas Tulus, perjanjian standar tidak bisa dihilangkan, tetapi OJK harus mampu menciptakan industri jasa keuangan yang fair, terlebih lagi perjanjian standar kerap disharmoni dengan UU. "Pembuat UU kita yang sering bikin disharmoni ini maka harus diselesaikan di tingkat legislatif juga," imbuhnya.

Sehingga, lanjut dia, OJK juga harus mengatur asimetri informasi yang ada di industri perasuransian. "OJK harus membuat aturan mengenai kontrak tunggal standar agar tidak dimanfaatkan pelaku-pelaku asuransi yang bisa merugikan konsumen," ujarnya.

Sementara itu, kata Tulus, pelaku usaha perasuransian juga diwajibkan mengedukasi dan mendampingi konsumen. "Kalau ada sengketa, sebenarnya kami juga sudah dorong konsumen ke BMAI (Badan Mediasi Asuransi Indonesia). Tidak hanya ke YLKI atau BPSK (Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen) meski masing-masing mempunyai keabsahan. Hanya saja, BMAI belum dikenal masyarakat," kata Tulus

Tag: Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Asuransi

Penulis: Gito Adiputro Wiratno

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6115.577 38.990 621
2 Agriculture 1505.088 -1.455 20
3 Mining 1755.401 7.640 47
4 Basic Industry and Chemicals 834.495 13.819 71
5 Miscellanous Industry 1393.243 11.184 46
6 Consumer Goods 2499.289 15.900 49
7 Cons., Property & Real Estate 451.558 6.736 73
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1041.077 9.161 71
9 Finance 1164.990 2.978 91
10 Trade & Service 792.381 1.998 153
No Code Prev Close Change %
1 ZONE 298 446 148 49.66
2 SOTS 350 436 86 24.57
3 AKSI 286 344 58 20.28
4 KPAS 600 710 110 18.33
5 ESSA 272 314 42 15.44
6 PNSE 650 750 100 15.38
7 SSTM 450 510 60 13.33
8 TRAM 144 163 19 13.19
9 IBFN 246 278 32 13.01
10 YPAS 570 640 70 12.28
No Code Prev Close Change %
1 SQMI 740 555 -185 -25.00
2 TFCO 780 610 -170 -21.79
3 OCAP 306 244 -62 -20.26
4 PDES 1,700 1,445 -255 -15.00
5 APEX 1,400 1,210 -190 -13.57
6 RIMO 162 142 -20 -12.35
7 RDTX 6,150 5,550 -600 -9.76
8 HDTX 140 127 -13 -9.29
9 YULE 220 200 -20 -9.09
10 MDKI 298 274 -24 -8.05
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 370 372 2 0.54
2 RIMO 162 142 -20 -12.35
3 KPAS 600 710 110 18.33
4 PTBA 4,280 4,310 30 0.70
5 ADRO 1,285 1,255 -30 -2.33
6 TLKM 3,620 3,650 30 0.83
7 TRAM 144 163 19 13.19
8 PTPP 1,900 2,020 120 6.32
9 WSKT 1,795 1,855 60 3.34
10 PGAS 2,060 2,130 70 3.40