Portal Berita Ekonomi Rabu, 25 April 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 06:36 WIB. Panaoil - Panaoil Indonesia mengatakan akan fokus menggarap pasar industri.
  • 06:34 WIB. IHSG - Indosurya Sekuritas memproyeksikan IHSG berpeluang rebound hari ini dengan pergerakan di level 6.171-6.389.
  • 06:28 WIB. IHSG - Binaartha Sekuritas mengestimasi peluang technical rebound pada gerak IHSG hari ini terbuka lebar.
  • 06:25 WIB. IHSG - Reliance Sekuritas memprediksi IHSG akan kembali merosot ke level 6.200-an.
  • 19:49 WIB. Garuda Indonesia - Menpar minta Garuda Indonesia pertahankan rute Jakarta-London.
  • 19:46 WIB. AP I - AP I sediakan 50 bus gratis untuk program "Mudik Bareng BUMN".
  • 19:41 WIB. Pelindo III - Pelindo III alokasikan capex untuk beli 49% saham milik Dubai Port World di TPS senilai Rp490 miliar. 
  • 19:39 WIB. PLN - PLN berikan waktu setahun kepada IPP yang belum selesaikan proses financial close. 
  • 19:38 WIB. Pelindo III - Total capex Pelindo III tahun ini Rp12 triliun yang pendanaanya dicari dari pasar modal.
  • 19:37 WIB. Askrindo - Askrindo Syariah teken kerja sama dengan LPDB KUMKM senilai Rp1,5 triliun.
  • 19:36 WIB. PLN - PLN segera terbitkan global bond pada Mei 2018. 
  • 19:33 WIB. MTF - Total outstanding pembiayaan yang telah disalurkan MTF pada Q1 2018 capai Rp6,59 triliun. 
  • 19:32 WIB. MTF - MTF catat penyaluran pembiayaan segmen multiguna selama Q1 2018 tumbuh 28,7%.
  • 19:30 WIB. Pelindo II - KPK panggil saksi untuk tersangka RJ Lino dalam penyidikan tindak pidana korupsi pengadaan QCC di Pelindo II. 
  • 19:28 WIB. BRI - PSS Sleman kerja sama dengan BRI untuk siapkan inovasi dalam pendistribusian tiket pertandingannya.

Tips Mengamankan Kamera CCTV Agar Tak Jadi Incaran Hacker

Foto Berita Tips Mengamankan Kamera CCTV Agar Tak Jadi Incaran Hacker
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Perusahaan keamanan siber global Kaspersky Lab menyatakan bahwa serangan hacker yang mendapatkan akses jarak jauh terhadap rekaman video dan audio dari kamera pengawas (CCTV) hanya mungkin dilakukan jika penyerang mengetahui nomor seri kamera. Sementara cara untuk menemukan nomor seri dihasilkan relatif cukup mudah yaitu melalui serangan brute force yang sederhana sistem pendaftaran kamera tidak memiliki proteksi terhadap serangan brute force.

Saat melakukan penelitian ini, para ahli Kaspersky Lab berhasil mengidentifikasi hampir sebanyak 2.000 kamera rentan yang bekerja secara online. Akan tetapi, ini merupakan kamera yang memiliki alamat IP mereka sendiri, karenanya langsung tersedia melalui internet. Jumlah sebenarnya dari perangkat rentan yang ditempatkan di belakang router dan firewall sebenarnya bisa lebih banyak lagi.

Selain itu, para ahli menemukan fitur yang tidak tercatat, yang dapat digunakan oleh produsen dengan tujuan melakukan uji produksi terakhir. Namun, pada saat yang sama penyerang bisa menggunakan celah ini untuk mengirimkan sinyal yang mengecoh ke kamera manapun atau mengubah perintah yang sudah dikirim ke sana. 

Kerentanan tersebut dianggap bisa lebih dieksploitasi lagi dengan cara buffer overflow, yang berpotensi menyebabkan kamera shutdown. Produsen sekarang telah memperbaiki permasalahan ini dan menghapus fitur ini.

"Permasalahan dengan keamanan dari perangkat IoT saat ini adalah bahwa baik pelanggan dan produsen telah keliru berpikir bahwa jika kita menempatkan perangkat di dalam jaringan dan memisahkannya dari internet yang lebih luas dengan bantuan router. Bahwa secara tidak langsung telah mengatasi sebagian besar masalah keamanan atau setidaknya secara signifikan mengurangi tingkat kerusakan dari permasalahan yang ada," ungkap Vladimir Dashchenko, Head of Vulnerabilities Research Group Kaspersky Lab ICS CERT di Jakarta, belum lama ini.

Dalam banyak kasus, sebelum mengeksploitasi masalah keamanan di perangkat dalam jaringan yang ditargetkan, penyerang perlu mengakses router.

"Namun, berdasarkan hasil penelitian kami menunjukkan bahwa ini mungkin tidak benar-benar terjadi sama sekali mengingat bahwa kamera yang kami selidiki hanya bisa berkomunikasi dengan dunia luar melalui layanan cloud, yang juga benar-benar rentan," ungkapnya.

Yang menarik, sambungnya, selain vektor serangan yang sebelumnya telah dideskripsikan, seperti infeksi malware dan botnet, Kaspersky Lab juga menemukan bahwa kamera pengawas ini dapat dimanfaatkan untuk penambangan (mining). Seperti yang kita ketahui, mining merupakan salah satu jenis ancaman keamanan utama yang harus dihadapi bisnis, IoT mining merupakan tren yang muncul karena meningkatnya prevalensi perangkat IoT dan akan terus meningkat.

"Keamanan pelanggan merupakan prioritas tertinggi bagi kami. Kami telah memperbaiki kerentanan pada kamera pengawas, termasuk mengunggah dan meluncurkan kode berbahaya sewaktu-waktu terhadap kamera dari jarak jauh. Kami telah merilis pembaharuan firmware yang tersedia untuk semua pengguna produk kami. Beberapa kerentanan yang terkait dengan cloud telah dikenali dan akan dengan segera diperbaiki," terangnya.

Agar tetap terlindungi, Kaspersky Lab sangat menyarankan pengguna untuk melakukan langkah-langkah seperti selalu mengganti password default. Gunakan yang kompleks dan jangan lupa memperbaruinya secara teratur. Kemudian, perhatikan masalah keamanan perangkat yang terkoneksi sebelum membeli perangkat cerdas lainnya untuk rumah atau kantor. Informasi tentang kerentanan yang ditemukan dan di patch biasanya tersedia secara online dan seringkali mudah untuk ditemukan.

"Kaspersky Lab mendorong para produsen untuk meningkatkan keamanan siber mereka dan menekankan pentingnya memastikan pemahaman dan penilaian yang tepat atas risiko ancaman, serta pengembangan lingkungan secure-by-design. Perusahaan kami secara aktif berkolaborasi dengan produsen dan melaporkan semua kerentanan yang ditemukan," tutup Vladimir.

Tag: Kaspersky Lab, Vladimir Dashchenko, Hacker, cctv

Penulis: Dina Kusumaningrum

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Antara/Rivan Awal Lingga

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6229.635 -78.513 575
2 Agriculture 1722.371 6.370 19
3 Mining 1919.443 -33.172 44
4 Basic Industry and Chemicals 789.595 -7.216 70
5 Miscellanous Industry 1264.767 -18.889 44
6 Consumer Goods 2549.123 -61.872 45
7 Cons., Property & Real Estate 500.752 -5.526 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1087.256 11.099 64
9 Finance 1120.332 -20.452 90
10 Trade & Service 942.879 -0.426 134
No Code Prev Close Change %
1 LPPS 108 145 37 34.26
2 OASA 248 310 62 25.00
3 BIMA 97 118 21 21.65
4 RAJA 665 805 140 21.05
5 PTIS 328 394 66 20.12
6 GHON 1,185 1,400 215 18.14
7 NAGA 216 248 32 14.81
8 MLPT 710 800 90 12.68
9 CNTX 570 640 70 12.28
10 BPFI 525 580 55 10.48
No Code Prev Close Change %
1 BUVA 585 474 -111 -18.97
2 INPS 2,600 2,150 -450 -17.31
3 KDSI 1,010 910 -100 -9.90
4 SONA 3,100 2,800 -300 -9.68
5 RODA 550 500 -50 -9.09
6 TAXI 144 132 -12 -8.33
7 DEFI 1,095 1,005 -90 -8.22
8 BINA 685 630 -55 -8.03
9 HELI 258 238 -20 -7.75
10 CARS 1,950 1,820 -130 -6.67
No Code Prev Close Change %
1 LPPS 108 145 37 34.26
2 RAJA 665 805 140 21.05
3 AUTO 1,545 1,640 95 6.15
4 BBRI 3,580 3,490 -90 -2.51
5 UNVR 50,800 48,000 -2,800 -5.51
6 TKIM 9,725 9,950 225 2.31
7 BAPA 171 180 9 5.26
8 TLKM 3,750 3,830 80 2.13
9 UNTR 37,600 37,900 300 0.80
10 MNCN 1,410 1,395 -15 -1.06