Portal Berita Ekonomi Sabtu, 21 April 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 12:09 WIB. Pilgub Jateng - Pendukung Sudirman Said pkai kaus #2018GantiGubernurJateng.
  • 12:09 WIB. Politik - Rachmawati sebut kasus Sukmawati lebih parah dibanding Ahok.
  • 12:08 WIB. Pilpres - PPP yakin Demokrat condong ke Jokowi.
  • 12:08 WIB. Pilgub Jateng - Calon Wakil Gubernur Jateng Ida sebut Ganjar gagal turunkan angka kemiskinan.
  • 12:07 WIB. Pilpres - Rizal Ramli ancam basmi 100 orang brengsek jika jadi Presiden.
  • 12:06 WIB. Pilpres - Rachmawati yakin Jokowi akan bertarung dengan Prabowo di Pilpres 2019.
  • 12:06 WIB. Transportasi - Menhub targetkan proyek LRT Palembang rampung awal Juni 2018.
  • 12:06 WIB. Politik - Komisi IX DPR dukung pansus Tenaga Kerja Asing.
  • 12:05 WIB. Politik - Sandiaga: Prabowo akan hadiri Milad PKS.
  • 12:05 WIB. Pilpres - Sandiaga Uno minta tak usah diperdebatkan soal Prabowo Capres 2019.
  • 12:04 WIB. Pilpres - Gerindra klaim akibat elektabilitas jeblok Jokowi ingin Prabowo jadi Cawapres.
  • 11:59 WIB. Hari Kartini - Ibu Negara rayakan Hari Kartini di Istana Bogor.
  • 11:58 WIB. Hari Kartini - Pertamina beri diskon saat hari Kartini.
  • 11:58 WIB. Pilpres - JAGAD prediksi hanya Gatot yang mampu bersaing dengan Jokowi di Pilpres 2019.
  • 11:57 WIB. Mudik - Polisi prediksi kepadatan mudik Lebaran akan bergeser ke Semarang.

Utang Tembus Rp4.000 T, RI Bakal Seperti Yunani?

Foto Berita Utang Tembus Rp4.000 T, RI Bakal Seperti Yunani?
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Utang pemerintah Indonesia dalam tiga tahun terakhir mengalami pertumbuhan yang cukup pesat. Dari Rp3.165, 13 triliun pada 2015 menjadi Rp3.466,96 triliun di 2017. Peningkatan utang terus berlanjut, hingga Februari 2018 lalu telah menembus Rp4.034,8 triliun atau setara dengan rasio 29,24% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. 

Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati mengatakan meski masih dalam posisi aman, utang yang terus meningkat ini perlu menjadi kewaspadaan bagi pemerintah.

Ia menilai Indonesia berpotensi jadi negara gagal bayar seperti yang dialami Yunani. Yunani menjadi negara bangkrut setelah tidak mampu membayar utang sebesar US$1,7 miliar atau setara Rp22,7 triliun ke International Monetary Fund (IMF) yang jatuh tempo 30 Juni 2015 lalu. Total utang Yunani sendiri sejauh ini tercatat berjumlah US$360 miliar atau 323 miliar Euro atau setara Rp4.795 triliun.

"Apa yang terjadi di Yunani kok mirip-mirip dengan kita (Indonesia). Kita tidak ingin membuat kekhawatiran,  apalagi di tahun politik. Kita harus waspada. Persoalan utang luar negeri kita bukan sekadar dinyatakan aman atau tidak aman berdasarkan rasio terhadap GDP," kata Enny dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (21/3/2018) .

Lalu apakah Indonesia akan mengalami nasib seperti Yunani?

Direktur Strategi dan Portofolio Pembiayaan, Kementerian Keuangan, Schneider Siahaan meminta masyarakat tak perlu khawatir meski utang pemerintah sudah bertengger di atas Rp4.000 triliun. Alasannya, besaran cicilan utang pemerintah masih tergolong kecil dibandingkan dengan penerimaan negara setiap tahun.

"Masa jatuh tempo total utang pemerintah sekitar sembilan tahun. Hitungannya begini, total utang dibagi dengan waktu jatuh tempo maka setiap tahun pemerintah harus membayar cicilan Rp450 triliun," kata dia.

Tag: Schneider Siahaan, Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Enny Sri Hartati

Penulis: Boyke P. Siregar

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Boyke P. Siregar

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6337.695 -18.206 575
2 Agriculture 1721.541 -3.312 19
3 Mining 1958.128 -0.646 44
4 Basic Industry and Chemicals 794.507 -3.199 70
5 Miscellanous Industry 1293.151 -17.847 44
6 Consumer Goods 2633.301 -33.845 45
7 Cons., Property & Real Estate 510.814 0.450 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1076.189 -0.378 64
9 Finance 1148.751 1.106 90
10 Trade & Service 942.468 5.729 134
No Code Prev Close Change %
1 INPS 2,430 3,030 600 24.69
2 RELI 330 400 70 21.21
3 IBST 7,200 8,600 1,400 19.44
4 TRIL 83 99 16 19.28
5 PDES 1,125 1,320 195 17.33
6 AKPI 750 850 100 13.33
7 YPAS 795 900 105 13.21
8 CENT 110 124 14 12.73
9 KICI 198 218 20 10.10
10 GEMA 1,245 1,350 105 8.43
No Code Prev Close Change %
1 TIFA 266 212 -54 -20.30
2 PBSA 1,280 1,080 -200 -15.62
3 TRUS 250 218 -32 -12.80
4 INAI 490 434 -56 -11.43
5 BINA 775 705 -70 -9.03
6 FINN 145 132 -13 -8.97
7 ABBA 74 68 -6 -8.11
8 ALMI 324 298 -26 -8.02
9 DPNS 458 424 -34 -7.42
10 GOLD 472 440 -32 -6.78
No Code Prev Close Change %
1 TIFA 266 212 -54 -20.30
2 SRIL 356 356 0 0.00
3 MNCN 1,405 1,445 40 2.85
4 BHIT 106 110 4 3.77
5 HELI 300 280 -20 -6.67
6 PGAS 2,190 2,320 130 5.94
7 BMTR 565 580 15 2.65
8 IKAI 610 615 5 0.82
9 CENT 110 124 14 12.73
10 TRIL 83 99 16 19.28

Recommended Reading