Portal Berita Ekonomi Kamis, 17 Januari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 21:52 WIB. Innovaccer - Lengan investasi Microsoft, M12 kucurkan Rp156 miliar ke startup Innovaccer.
  • 20:07 WIB. LG - LG G8 ThinQ bakal punya dua layar dan touchless.
  • 20:07 WIB. Asus - Asus rilis ZenBook baru, disebut lebih kecil dari MacBook Air.
  • 20:06 WIB. IMEI - Asosiasi ponsel desak pemerintah segera terapkan regulasi IMEI.
  • 20:05 WIB. Huawei - Smartphone murah Huawei Y7 Pro 2019 masuk pasar Indonesia.
  • 20:04 WIB. Pajak - Menkominfo dan Menkeu mau uji pajak online di Pulau Perbatasan. 
  • 19:37 WIB. Meizu - Meizu garap 3 ponsel Snapdragon 855, salah satunya ponsel gaming.
  • 19:35 WIB. Huawei - Jaksa AS investigasi dugaan Huawei mencuri rahasia dagang.
  • 19:35 WIB. Xiaomi - Xiaomi rambah ekosistem AIoT.
  • 19:34 WIB. Huawei - Jerman ingin singkirkan Huawei dari proyek jaraingan 5G.
  • 19:33 WIB. Facebook - Facebook bantah main licik dalam 10 Years Challenge.

Setelah Naikkan Suku Bunga, Fed Indikasikan Dua Kenaikan Lagi

Foto Berita Setelah Naikkan Suku Bunga, Fed Indikasikan Dua Kenaikan Lagi
Warta Ekonomi.co.id, Washington -

Federal Reserve AS atau bank sentral AS pada Rabu (21/3/2018) menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin dan mengisyaratkan dua kenaikan suku bunga lagi pada 2018, dengan alasan "menguatnya" prospek ekonomi dalam beberapa bulan terakhir.

"Mengingat realisasi dan ekspetasi kondisi-kondisi pasar kerja dan inflasi," the Fed memutuskan untuk menaikkan kisaran target suku bunga federal funds menjadi 1,5 hingga 1,75 persen, bank sentral mengatakan dalam sebuah pernyataan setelah mengakhiri pertemuan dua hari.

Pejabat-pejabat Fed secara luas memperkirakan bahwa ekonomi AS akan tumbuh pada laju yang lebih cepat tahun ini dan tahun depan, didorong oleh stimulus fiskal dan peningkatan permintaan luar negeri.

Perekonomian AS akan tumbuh 2,7 persen pada 2018 dan 2,4 persen pada 2019, lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya, masing-masing 2,5 persen dan 2,1 persen, menurut perkiraan the Fed yang dirilis pada Rabu (21/3).

Pejabat-pejabat Fed juga memperkirakan inflasi inti akan naik menjadi 2,1 persen tahun depan, sedikit di atas target Fed dan naik dari proyeksi sebelumnya 2,0 persen.

Tingkat pengangguran diperkirakan turun menjadi 3,8 persen pada 2018 dan 3,6 persen pada 2019, keduanya di bawah proyeksi sebelumnya 3,9 persen.

Para pembuat kebijakan the Fed masih membayangkan tiga kenaikan suku bunga pada 2018 meskipun prospek ekonomi membaik, menurut rata-rata perkiraan untuk suku bunga.

Namun para pejabat Fed memperkirakan tiga kenaikan suku bunga pada 2019 dan dua pada 2020, lebih besar dari perkiraan sebelumnya pada Desember.

Namun, Ketua Fed Jerome Powell mengecilkan signifikansi dari perkiraan suku bunga ini, menolak untuk mengakui bahwa bank sentral akan mengejar langkah pengetatan yang lebih cepat.

"Saya kira seperti serangkaian perkiraan, prakiraan itu akan berubah seiring waktu. Mereka akan berubah tergantung pada jalan prospek perubahan ekonomi," kata Powell pada konferensi pers setelah pertemuan.

"Jika ekonomi lebih kuat atau lebih lemah, jalan bisa sedikit kurang bertahap atau sedikit lebih bertahap," katanya.

Pengumuman Rabu (21/3) menandai kenaikan suku bunga keenam the Fed sejak akhir 2015, dan langkah pertama di bawah Powell, yang mengambil kemudi bank sentral pada Februari lalu.

Tag: The Federal Reserve System (The Fed)

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Vicky Fadil

Foto: Nytimes.com

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6423.780 10.420 625
2 Agriculture 1585.056 4.391 21
3 Mining 1869.559 5.276 47
4 Basic Industry and Chemicals 893.324 6.713 71
5 Miscellanous Industry 1416.122 3.773 46
6 Consumer Goods 2620.437 -2.533 51
7 Cons., Property & Real Estate 471.732 -7.343 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1142.331 -2.336 71
9 Finance 1224.233 5.952 91
10 Trade & Service 792.311 2.820 153
No Code Prev Close Change %
1 PSDN 200 270 70 35.00
2 HOME 108 145 37 34.26
3 AGRS 374 466 92 24.60
4 SQMI 246 306 60 24.39
5 CANI 210 254 44 20.95
6 ASBI 252 300 48 19.05
7 PADI 780 920 140 17.95
8 TIRT 66 75 9 13.64
9 TNCA 183 206 23 12.57
10 CNTX 478 535 57 11.92
No Code Prev Close Change %
1 ABDA 4,480 3,360 -1,120 -25.00
2 NOBU 1,000 840 -160 -16.00
3 INCF 350 296 -54 -15.43
4 TIRA 312 270 -42 -13.46
5 BGTG 110 97 -13 -11.82
6 GLOB 545 482 -63 -11.56
7 VICO 119 107 -12 -10.08
8 SAFE 208 190 -18 -8.65
9 NIPS 398 364 -34 -8.54
10 APEX 1,295 1,190 -105 -8.11
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 348 342 -6 -1.72
2 VICO 119 107 -12 -10.08
3 INDY 1,935 2,090 155 8.01
4 UNTR 26,050 26,850 800 3.07
5 KPAS 224 210 -14 -6.25
6 ERAA 2,450 2,310 -140 -5.71
7 BBRI 3,780 3,810 30 0.79
8 ADRO 1,460 1,460 0 0.00
9 TLKM 3,990 3,990 0 0.00
10 BUMI 159 164 5 3.14