Portal Berita Ekonomi Rabu, 19 September 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 10:21 WIB. UKM - Wakil Walkot Yogya: kelemahan UKM di Yogya terletak pada sisi pengemasan produk.
  • 10:20 WIB. UKM - Pada 2019, Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi akan mendata ulang jumlah UKM.
  • 10:19 WIB. UKM - Pemkot Yogya bekerja sama dengan Yayasan Bedo, latih 100 pelaku UKM.
  • 10:18 WIB. UKM - Intitusi mampu meningkatkan kapasitas pelaku UKM; pelatihan untuk peningkatan kualitas produk hingga manajemen usaha.
  • 10:17 WIB. UKM - Pemkot Yogya gandeng institusi berikan pembinaan untuk pelaku usaha UKM.
  • 10:14 WIB. UKM - Selama ini pelaku UKM di Yogyakarta sudah merasa cukup puas dengan cara pengemasan yang sederhana.
  • 10:13 WIB. UKM - Kepala Dinas Koperasi dan UKM: margin keuntungan bagi pelaku usaha juga ditentukan kemasan produk.
  • 10:11 WIB. UKM - Kepala Dinas Koperasi dan UKM: apabila kualitas kemasan produk lebih menarik akan menaikkan harga jual.
  • 10:10 WIB. UKM - Kepala Dinas Koperasi dan UKM meminta pelaku UKM di Yogyakarta memperhatikan kualitas kemasan.
  • 10:08 WIB. IMF - Geo Dipa dukung pertemuan tahunan IMF-WB di Nusa Dua.
  • 10:04 WIB. BRI - BRI bekerja sama dengan pengusaha Jefri Pusung untuk lakukan pembinaan gemar menabung.
  • 10:02 WIB. BRI - BRI ajak pengusaha lokal Timika gemar menabung.
  • 06:42 WIB. Smartfren - Smartfren permanenkan paket unlimited Rp65.000.
  • 06:40 WIB. IKEA - Platform pertukangan IKEA ekspansi ke Kanada.
  • 06:27 WIB. Honor - Ponsel gaming Honor Play dipastikan tak masuk Indonesia.

Go-Jek Sumbang Rp8,2 Triliun Per Tahun ke Perekonomian Nasional

Foto Berita Go-Jek Sumbang Rp8,2 Triliun Per Tahun ke Perekonomian Nasional
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) memaparkan hasil risetnya yang berjudul Dampak Go-Jek terhadap Perekonomian Indonesia. Hasilnya menyatakan bahwa Go-Jek berkontribusi Rp8,2 triliun per tahun ke ekonomi nasional. Selain itu, kehadiran transportasi berbasis aplikasi ini turut membantu masyarakat yang belum mendapat pekerjaan.

Kepala LD FEB UI Turro S. Wongkaren menjelaskan bahwa riset mengenai perubahan-perubahan sosial ekonomi yang diakibatkan oleh perkembangan teknologi penting dilaksanakan agar pengambilan kebijakan dan pendekatan program-program pemberdayaan masyarakat tepat sasaran.

"Sebagai perusahaan teknologi terkemuka, keberadaan Go-Jek merupakan bagian dari disruptive force di Indonesia. Sebagaimana semua disruptive force, akan ada pergeseran di dalam konsumsi dan ketenagakerjaan pada masa awal. Namun, diperkirakan pergeseran-pergeseran tersebut tidak akan berlangsung lama sehingga keberadaan Go-Jek pada perekonomian akan terus meningkat di masa depan," jelas Turro di Jakarta, Kamis (22/3/2018).

Riset ini dilakukan pada Oktober-Desember 2017 dan melibatkan lebih dari 7.500 responden di sembilan wilayah seperti Bandung, Bali, Balikpapan, Jabodetabek, DIY Yogyakarta, Makassar, Medan, Palembang, dan Surabaya.

LD FEB UI melakukan riset untuk mengetahui dampak sosial ekonomi yang diperoleh masyarakat luas dari perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dengan menggunakan studi kasus Go-Jek, salah satu dari 50 perusahaan yang mengubah dunia menurut majalah bisnis dan keuangan terkemuka Fortune di tahun 2017.

Go-Jek saat ini bermitra dengan lebih dari 900 ribu mitra pengemudi dan lebih dari 125 ribu Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (mitra merchant Go-Food) beserta puluhan ribu penyedia jasa individu (talent partners) di seluruh Indonesia. Hasil riset ini ditujukan untuk penyusunan kebijakan berbasis data.

Untuk mitra UMKM, hasil riset ini menunjukkan bahwa keberadaan layanan Go-Food dari Go-Jek mendukung para UMKM untuk go online, meningkatkan volume transaksi mitra UMKM, membuka akses langsung ke pasar (konsumen) serta meningkatkan aset usaha.

Diperkirakan terdapat tambahan Rp1,7 triliun per tahun yang masuk ke ekonomi nasional dari penghasilan mitra UMKM Go-Food.

Sementara bagi konsumen Go-Jek, sebagian besar responden menyatakan kehadiran aplikasi tersebut meningkatkan kualitas hidup mereka yang berasal dari berbagai lapisan masyarakat. 

Riset ini menggunakan metode kuantitatif dengan wawancara tatap muka yang menggunakan metode sampling pencuplikan acak murni (pure random sampling) atas mitra pengemudi roda dua (3 hingga 315 responden), mitra UMKM (806 responden), dan konsumen (3.465 responden) yang aktif dalam sebulan terakhir. Sampel mewakili populasi mitra pengemudi, mitra UMKM, dan konsumen di sembilan wilayah.

Tag: Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), Turro S. Wongkaren, PT Go-Jek Indonesia, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Go-Food

Penulis: Dina Kusumaningrum

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Dina Kusumaningrum

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,995.15 3,954.83
British Pound GBP 1.00 19,701.15 19,499.46
China Yuan CNY 1.00 2,185.58 2,163.70
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,983.00 14,833.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,745.81 10,632.29
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,909.90 1,890.76
Dolar Singapura SGD 1.00 10,914.99 10,799.42
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,497.15 17,319.01
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,614.72 3,575.94
Yen Jepang JPY 100.00 13,387.24 13,250.85

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5811.790 -12.467 602
2 Agriculture 1591.302 -14.202 20
3 Mining 1906.982 13.144 46
4 Basic Industry and Chemicals 779.933 -0.140 71
5 Miscellanous Industry 1202.124 8.921 45
6 Consumer Goods 2412.224 -29.669 47
7 Cons., Property & Real Estate 420.063 -6.294 68
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1024.766 15.682 69
9 Finance 1049.012 -2.325 91
10 Trade & Service 813.453 -3.458 145
No Code Prev Close Change %
1 DIGI 200 340 140 70.00
2 PANI 108 183 75 69.44
3 SRSN 63 85 22 34.92
4 ABBA 145 195 50 34.48
5 TRIL 57 70 13 22.81
6 VIVA 139 163 24 17.27
7 MGNA 50 57 7 14.00
8 PNSE 765 850 85 11.11
9 MAMI 65 72 7 10.77
10 ALMI 320 350 30 9.38
No Code Prev Close Change %
1 NUSA 252 189 -63 -25.00
2 COWL 630 515 -115 -18.25
3 GOLD 570 478 -92 -16.14
4 LCGP 140 119 -21 -15.00
5 PKPK 194 169 -25 -12.89
6 MOLI 1,265 1,105 -160 -12.65
7 CANI 204 180 -24 -11.76
8 KIOS 3,170 2,800 -370 -11.67
9 ERTX 140 124 -16 -11.43
10 FAST 1,745 1,555 -190 -10.89
No Code Prev Close Change %
1 PNLF 216 226 10 4.63
2 ABBA 145 195 50 34.48
3 BBRI 2,970 2,940 -30 -1.01
4 TLKM 3,470 3,570 100 2.88
5 KPIG 740 715 -25 -3.38
6 PTBA 3,930 4,130 200 5.09
7 BBCA 23,925 24,000 75 0.31
8 NUSA 252 189 -63 -25.00
9 PGAS 1,995 2,060 65 3.26
10 BMRI 6,450 6,375 -75 -1.16