Portal Berita Ekonomi Kamis, 13 Desember 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 11:40 WIB. WhatsApp - WhatsApp sediakan tombol Group Call untuk iOS.
  • 11:39 WIB. Facebook - Facebook klaim eksekusi 1,5 miliar akun bodong.
  • 11:31 WIB. Instagram - Fitur anti-bullying Instagram dukung bahasa Indonesia.
  • 11:30 WIB. Rusia - Rusia diprediksi kejatuhan meteor tahun depan.
  • 11:29 WIB. Instagram - Instagram tes akun khusus untuk selebgram.
  • 11:28 WIB. Microsoft - Microsoft segera luncurkan aplikasi pesaing WhatsApp di Indonesia.
  • 11:02 WIB. Akuisisi - PT Misi Hutama Internasional resmi megambil alih 40% saham Humpuss Transportasi Curah dari PT Sarana Niaga Buana.
  • 11:02 WIB. Obligasi - Sarana Multigriya Finansial menyiapkan dana Rp300 miliar dalam bentuk deposito untuk lunasi obligasi.
  • 10:29 WIB. Dividen - Bank Mayapada batalkan rencana pembagian dividen sebesar Rp223,19 miliar kepada pemegang saham.
  • 10:28 WIB. Akuisisi - DSNG akuisisi 100% saham Bima Palma Nugraha (BPN) dan PT Bima Agri Sawit (BAS).
  • 09:25 WIB. Rupiah - Rupiah masih buat dolar AS melemah 0,52%. 
  • 09:03 WIB. IHSG - IHSG dibuka menguat 0,41% ke level 6.140,88 pada perdagangan Kamis (13/12/2018). 
  • 07:18 WIB. Tri - Tri akui ada kartu perdana aktif dijual ke konsumen.
  • 07:12 WIB. Grab - Grab bakal rambah bisnis travel dan jasa kesehatan.
  • 07:08 WIB. Telkomsel - Telkomsel luncurkan mBanking, integrasikan banyak bank.

Abraham Samad: Mahasiswa Lawan Jika Ada yang Korupsi

Foto Berita Abraham Samad: Mahasiswa Lawan Jika Ada yang Korupsi
Warta Ekonomi.co.id, Padang -

Mantan Ketua KPK Abraham Samad mengajak mahasiswa Universitas Negeri Padang, Sumatera Barat untuk tidak apatis terhadap perilaku korupsi sehingga bangsa ini dapat dikelola dengan baik pada masa depan.

"Banyak yang masih menyangka korupsi hanya persoalan menyelundupkan uang negara, korupsi jauh lebih luas karena tindakan amoral dan tidak bermartabat termasuk korupsi," katanya di hadapan mahasiswa UNP di Padang, Kamis (22/3/2018).

Ia mencontohkan ketika para mahasiwa tidak belajar dan ketika ujian mencontek jawaban teman itu disebut korupsi, melanggar lalu lintas dan menyogok polisi agar bisa lolos dari denda tilang itu disebut tindakan korupsi dan lain macamnya.

Selama ini sebagian besar masyarakat bersikap apatis terhadap tindakan korupsi yang terjadi di sekitarnya. Padahal sikap itu menjadi salah satu penyebab bangsa ini menjadi terpuruk seperti saat ini.

Menurut dia pemberantasan korupsi harus dilakukan dalam tiga fase yaitu fase represif berupa penindakan seperti yang KPK lakukan terhadap pelaku korupsi. Kedua, fase pencegahan dengan melakukan pembenahan, perbaikan sistem tata kelola pemerintahan dan ketiga pendidikan karakter.

"Saat ini KPK mungkin bisa menangkap pelaku korupsi namun apabila pendidikan karakter tidak dilakukan tentu kita tidak dapat menjamin generasi muda melakukan tindakan korupsi," ujarnya.

Ia mengajak seluruh pihak agar menumbuhkan sikap anti korupsi dalam dirinya terutama pada generasi muda yang membutuhkan pendidikan karakter.

"Jika kita berhasil menanamkan sikap ini tentu perilaku korupsi tidak akan ditemui di masa depan," tambah dia.

Terkait banyaknya kepala daerah yang terlibat korupsi, ia menilai partai politik tidak memiliki kode etik dan akuntabilitas keuangan yang transparan. Kode etik yang dilakukan partai misalnya tidak mendukung calon yang tersangkut kasus korupsi.

Selain itu setiap partai harus memiliki akuntbilitas keuangan yang jelas sehingga penggunaan uang partai jelas kemana penggunaannya. Ditambah adanya mahar politik yang membebankan kepada calon yang maju dalam pemilihan kepala daerah.

"Dampak dari adanya mahar politik adalah tingginya biaya maju menjadi pimpinan daerah apabila sukses untuk duduk maka mereka berupaya mengembalikan dana tersebut.

Apabila partai memenuhi kedua hal itu maka tidak akan ada kepala daerah yang tersangkut korupsi," ujar dia.

Tag: Abraham Samad, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Vicky Fadil

Foto: Antara/Reno Esnir

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6115.577 38.990 621
2 Agriculture 1505.088 -1.455 20
3 Mining 1755.401 7.640 47
4 Basic Industry and Chemicals 834.495 13.819 71
5 Miscellanous Industry 1393.243 11.184 46
6 Consumer Goods 2499.289 15.900 49
7 Cons., Property & Real Estate 451.558 6.736 73
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1041.077 9.161 71
9 Finance 1164.990 2.978 91
10 Trade & Service 792.381 1.998 153
No Code Prev Close Change %
1 ZONE 298 446 148 49.66
2 SOTS 350 436 86 24.57
3 AKSI 286 344 58 20.28
4 KPAS 600 710 110 18.33
5 ESSA 272 314 42 15.44
6 PNSE 650 750 100 15.38
7 SSTM 450 510 60 13.33
8 TRAM 144 163 19 13.19
9 IBFN 246 278 32 13.01
10 YPAS 570 640 70 12.28
No Code Prev Close Change %
1 SQMI 740 555 -185 -25.00
2 TFCO 780 610 -170 -21.79
3 OCAP 306 244 -62 -20.26
4 PDES 1,700 1,445 -255 -15.00
5 APEX 1,400 1,210 -190 -13.57
6 RIMO 162 142 -20 -12.35
7 RDTX 6,150 5,550 -600 -9.76
8 HDTX 140 127 -13 -9.29
9 YULE 220 200 -20 -9.09
10 MDKI 298 274 -24 -8.05
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 370 372 2 0.54
2 RIMO 162 142 -20 -12.35
3 KPAS 600 710 110 18.33
4 PTBA 4,280 4,310 30 0.70
5 ADRO 1,285 1,255 -30 -2.33
6 TLKM 3,620 3,650 30 0.83
7 TRAM 144 163 19 13.19
8 PTPP 1,900 2,020 120 6.32
9 WSKT 1,795 1,855 60 3.34
10 PGAS 2,060 2,130 70 3.40