Portal Berita Ekonomi Senin, 16 Juli 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 19:07 WIB. Mandiri - Bank Mandiri dikabarkan akan ikut dalam pendanaan akuisisi 51% saham Freeport.
  • 19:06 WIB. BRI - BRI akan ikut biayai pembelian saham Freeport Indonesia.
  • 19:04 WIB. Pegadaian -┬áThe Gade Coffee and Gold merupakan cabang ke-15 dari target 36 gerai yang akan dibangun Pegadaian.
  • 19:03 WIB. Pegadaian - Incar nasabah milenial, Pegadaian buka Kafe Gade di Bogor.
  • 18:56 WIB. Mandiri - Gandeng Alfa Mas Persada, Bank Mandiri berikan KUR bagi mitra kios modern NU.
  • 16:20 WIB. Politik - Ketua DPR prihatin anggotanya ditangkap KPK.
  • 16:19 WIB. Pilpres - Mahfud MD harapkan Jokowi dapat Cawapres yang tepat.
  • 16:19 WIB. Pemilu - NasDem daftarkan total 20.391 caleg seluruh Indonesia.
  • 16:19 WIB. Pemilu - Bawaslu: perpanjangan masa pendaftaran caleg tergantung situasi.
  • 16:18 WIB. Hukum - Presiden Jokowi minta kasus penggeledahan rumah dirut PLN diserahkan ke KPK.
  • 16:18 WIB. Politik - Wapres JK yakin dirut PLN ketat dalam tender.
  • 16:17 WIB. Nasional - Presiden Jokowi minta generasi muda jangan grogi hadapi ancaman dan tantangan.
  • 16:17 WIB. Hukum - Dokter Bimanesh divonis 3 tahun penjara.
  • 16:17 WIB. Pilpres - Jokowi akui pihaknya masih matangkan Cawapresnya.
  • 16:16 WIB. Hukum - KPK segel satu ruang kerja anggota DPR.

Bumiputera Jual Aset Kembalikan Dana Investor Rp436 Miliar

Foto Berita Bumiputera Jual Aset Kembalikan Dana Investor Rp436 Miliar
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memutuskan untuk menghentikan sementara (unwind) skema restrukturisasi Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera 1912 (AJBB) oleh pengelola statuter yang telah berlangsung dua tahun belakangan ini. Sebagai gantinya, OJK mengizinkan kembali AJBB untuk beroperasi penuh menjual produk-produk asuransinya. 

Terkait dana investor, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan, AJBB telah mengembalikan semua dana yang berjumlah Rp436 miliar kepada investor. Wimboh menuturkan AJBB menutup pembayaran itu dengan menjual sejumlah aset keuangan yang dimilikinya.

"AJBB ini asetnya banyak yang berupa surat-surat berharga dan fixed assets. Aset likuidnya ini bisa sebagian dijual untuk menutup kebutuhan itu. Di samping itu, ada aset-aset lain untuk menutup dalam pembayaran Rp436 miliar. Bukan fixed asset yang dijual, tapi aset keuangan," ujar Wimboh di Jakarta, Kamis (22/3/2018).

Dia mengatakan asuransi ini sudah berjalan sangat lama dan mempunyai aset yang cukup banyak baik itu aset finansial maupun aset nonfinansial, misalnya saja 198 sertifikat yang marketable. Dalam kondisi tertentu misalnya terjadi missmatch likuiditas tentu mereka bisa menjual aset-asetnya untuk menutup semua kewajiban klaim jatuh tempo.

"Kalau ternyata likuiditasnya missmatch karena return dia pasti melikuidasi atau menjual beberapa aset yang dimiliki. Nah, AJBB bisa me-manage aset finansial untuk menutup kebutuhan. Ini teknik bagaimana sehingga bisa membayar, mengembalikan dana dari investor dalam skema lama, yang jumlahnya 436 miliar itu sudah dibayar," paparnya.

Lebih jauh, dia berharap dengan dikembalikannya AJBB seperti semula diharapkan akan ada premi-premi baru, revenue baru yang dapat memperkokoh likuiditas AJBB.

"Kita bekerja sama dengan partner bank untuk dapat nasabah baru, bahkan ada nasabah lama yang ingin memperpanjang. Bahwa AJBB ini mendapatkan kembali nasabahnya, nanti kita lihat kenapa missmatch, AJBB ini nama besar adalah asuransi sangat tua dan punya nasabah sangat loyal, dan inilah sumber likuiditas, ke depan optimimalisasi pengelolaan asetnya sehingga value asetnya meningkat, dan kami yakin itu bisa, jadi itulah modal kita sangat optimis," jelasnya.

Sebelumnya, OJK mengambil alih kepengurusan AJBB menyusul tingginya klaim dibandingkan penerimaan premi dan menunjuk pengelola statuter bentukan OJK untuk melakukan penyelamatan.

Dalam skema penyelamatan tersebut, upaya penguatan AJBB dilakukan melalui pembentukan PT Bumiputera 1912 yang sahamnya 100% dimiliki oleh Pacific Multi Investama, anak perusahaan GREN. PT Bumiputera 1912 merupakan holding company, memiliki dua perusahaan yakni Bumiputera Investama Indonesia dan Bumiputera Properti Investama. Kedua perusahaan ini dibentuk untuk memisahkan pengelolaan aset finansial dan aset properti AJBB, yang merupakan salah satu bagian dari strukturisasi.

Selanjutnya, Bumiputera Investama Indonesia memiliki dua anak perusahaan yakni PT Asuransi Jiwa Bumiputera (PT AJB) dan PT Asuransi Jiwa Syariah Bumiputera (PT AJSB) yang akan menjalankan dan meneruskan bisnis asuransi AJBB.

Melalui skema ini, penjualan produk asuransi baru selanjutnya akan dilakukan oleh PT AJB dan PT AJSB, sedangkan AJBB hanya akan meneruskan pembiayaan (run off) kepada pemegang polis yang sedang berjalan hingga klaimnya jatuh tempo.

Dari skema itu, AJBB akan mendapatkan sharing profit dari PT AJB dan PT AJSB sebesar 40 persen selama 12 tahun. Adapun PT AJB sendiri sudah mendapatkan komitmen penambahan modal sebesar Rp2 triliun dari investor.

Namun seiring berjalannya waktu, proses penyelamatan tersebut berjalan tidak sesuai rencana. Dengan begitu, OJK memutuskan untuk mengembalikan semua dana investor dan mengoperasikan kembali AJBB dalam menjual produk-produknya.

Tag: Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso

Penulis: Fajar Sulaiman

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5905.158 -38.916 597
2 Agriculture 1428.601 -13.698 19
3 Mining 2009.628 -15.994 46
4 Basic Industry and Chemicals 772.710 -8.697 70
5 Miscellanous Industry 1174.590 -16.209 45
6 Consumer Goods 2447.240 -28.240 46
7 Cons., Property & Real Estate 444.098 -5.640 67
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1068.450 -15.987 70
9 Finance 1035.648 1.145 91
10 Trade & Service 883.943 2.056 143
No Code Prev Close Change %
1 UNIT 248 310 62 25.00
2 TCPI 700 875 175 25.00
3 DYAN 64 78 14 21.88
4 AIMS 202 246 44 21.78
5 OKAS 222 270 48 21.62
6 SRSN 59 70 11 18.64
7 RBMS 141 164 23 16.31
8 DPNS 350 396 46 13.14
9 GEMA 276 310 34 12.32
10 CNTX 530 590 60 11.32
No Code Prev Close Change %
1 MLPT 910 690 -220 -24.18
2 YPAS 725 605 -120 -16.55
3 PEGE 173 149 -24 -13.87
4 SKYB 310 270 -40 -12.90
5 INCF 146 129 -17 -11.64
6 MGRO 422 380 -42 -9.95
7 NICK 141 127 -14 -9.93
8 TOPS 955 865 -90 -9.42
9 KBLV 515 470 -45 -8.74
10 TNCA 186 170 -16 -8.60
No Code Prev Close Change %
1 TRUK 705 660 -45 -6.38
2 MSIN 505 490 -15 -2.97
3 BBRI 2,970 2,970 0 0.00
4 RBMS 141 164 23 16.31
5 IMAS 2,960 2,880 -80 -2.70
6 TLKM 4,020 3,940 -80 -1.99
7 KREN 725 715 -10 -1.38
8 INKP 19,900 19,525 -375 -1.88
9 PGAS 1,685 1,640 -45 -2.67
10 DYAN 64 78 14 21.88