Portal Berita Ekonomi Minggu, 20 Januari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Mengoptimalkan Potensi Usaha Rintisan di Indonesia

Foto Berita Mengoptimalkan Potensi Usaha Rintisan di Indonesia
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) melaporkan jumlah pengguna internet di Indonesia pada tahun 2017 telah mencapai 143,26 juta jiwa atau setara dengan 54,68 persen dari total jumlah penduduk. Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 132,7 juta jiwa.

Adapun, komposisi pengguna internet berdasarkan jenis kelamin, terdiri dari perempuan sebanyak 48,57 persen, dan lelaki sebanyak 51,43 persen. Untuk komposisi berdasarkan usia, angka terbesar ditunjukkan oleh masyarakat berumur 19-34 tahun, yakni sebesar 49,52 persen. Namun untuk penetrasi terbesar berada pada umur 13-18 tahun, yakni sebesar 75,50 persen.

Sedangkan angka penetrasi pengguna internet kedua terbesar berdasarkan tingkat ekonomi, yakni berturut-turut berada pada masyarakat menengah bagian bawah sebesar 74,62 persen dan masyarakat menengah bagian atas sebesar 16,02 persen. Hal tersebut menunjukkan bahwa saat ini manfaat dari internet tidak hanya dapat diakses oleh kalangan atas saja.

Sementara perkembangan startup (perusahaan rintisan) digital di Indonesia juga meningkat setiap tahunnya. Saat ini sudah ada lebih dari 230 startup di Indonesia bahkan empat di antaranya berhasil menjadi startup unicorns dengan nilai investasi sebesar US$1,6-2,8 juta. Keempat usaha rintisan unicorn tersebut adalah Go-Jek, Traveloka, Tokopedia, dan Bukalapak. Perkembangan usaha rintisan teknologi ini tidak lepas dari semakin banyak kebutuhan akan gaya hidup digital di Indonesia.

Investor paling aktif memberikan pendanaan ke usaha rintisan adalah investor lokal, diikuti oleh investor Amerika Serikat, Singapura, dan Tiongkok. Berdasarkan laporan perkembangan industri rintisan 2017 yang dikeluarkan DailySocial, ada tiga sektor yang berpotensi paling besar untuk berkembang pesat di tahun 2018, yaitu teknologi keuangan (fintech), media, dan kesehatan.

Perusahaan rintisan teknologi keuangan akan terus berkembang di tahun 2018 didukung dengan peraturan fintech, teknologi pendukung yang semakin canggih, serta tingginya permintaan dari konsumen akan sektor ini. Sementara itu, pemilihan umum pada 2019 mendatang memberikan dampak positif terhadap perkembangan startup media. Pasalnya, penduduk Indonesia mulai mencari media mana yang dapat memberikan informasi dan wawasan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Di samping itu, para politikus juga akan menjadikan media sebagai alat untuk mempengaruhi opini masyarakat secara langsung maupun tidak langsung. Kemudian, usaha rintisan kesehatan pada tahun ini akan terus mengembangkan layanan kesehatan yang paling efisien yang dapat diakses menggunakan internet dan teknologi mobile.

Partner Convergence Ventures Donald Wihardja mengatakan Indonesia akan menjadi pusat perhatian dari peluang internet dan mobile dalam level regional dikarenakan negara ini merupakan pasar yang paling besar di ASEAN. Perkembangan industri perusahaan rintisan akan terus melejit seiring dukungan pemerintah, inisiatif pengusaha, maupun investor. Karena itu, para pelaku usaha rintisan domestik harus memaksimalkan pasar yang begitu besar di negara ini.

Mereka harus mampu mengidentifikasi kebutuhan dan perilaku para pengguna internet agar produk yang dihasilkan diminati oleh konsumen. Agar produk diminati oleh konsumen, layanan tersebut harus mampu memberikan solusi.

"Para pendiri perusahaan rintisan harus memiliki visi dan misi yang jelas, tepat, dan terukur. Mereka harus yakin apa yang mereka kerjakan dan perjuangkan itu akan laku di pasar," kata dia.

Selain itu, para pendiri perusahaan rintisan harus mengetahui seluk-beluk bisnis mereka, bagaimana mengembangkan, menjual, dan memasarkan produk mereka.

"Orang yang mampu mengembangkan perusahaan rintisan, mereka mengetahui apa yang mereka perbaiki," ujar dia.

Untuk menghasilkan produk yang baik, perusahaan rintisan harus memiliki tenaga kerja programmer atau pembuat aplikasi yang andal. Selain itu, para pendiri perusahaan rintisan harus mampu mencari programmer yang mampu memberikan inspirasi kepada rekan-rekannya sehingga ide-ide yang brilian akan muncul dan dapat segera diimplementasikan.

Sementara itu, Managing Partner Coffee Ventures Kevin Darmawan mengatakan founder atau pendiri perusahaan rintisan harus mampu membuat proses untuk menghasilkan suatu produk menjadi lebih cepat dan murah. Ketika layanan tersebut tidak diminati, masih ada energi tersisa untuk memperbaikinya.

Ia mengatakan ada satu permasalahan utama yang seringkali dihadapi oleh founder pada awal-awal mendirikan perusahaan rintisan. Permasalahan tersebut berkutat antara ide serta asumsi mereka. Para pendiri perusahaan rintisan berpikir ide yang mereka temukan mempunyai pasar yang besar. Mereka lupa untuk melakukan riset secara mendalam untuk menguji ide tersebut.

"Ketika waktu, tenaga, dan investasi sudah terserap banyak, ternyata pasar tidak menginginkan solusi yang ditawarkan," kata dia.

Kemudian, pelaku usaha rintisan baru harus mampu mengikuti bagaimana perilaku konsumen. Pada dasarnya konsumen selalu bersedia untuk mencoba produk baru yang menawarkan keunggulan dan pengalaman yang berbeda. Apabila pelaku usaha rintisan baru tidak mampu membuat sesuatu layanan yang terbaru, produk yang serupa tersebut harus mempunyai nilai tambah yang berbeda. Dengan adanya nilai tambah, usaha rintisan tersebut akan menggaet pasar berbeda.

Ia mengatakan pendiri usaha rintisan baru harus mempunyai kegigihan, mencintai pekerjaannya, berpikiran terbuka, dan membangun jaringan.

"Belajar dari pengalaman, tidak banyak startup yang bertahan dan terpaksa harus gulung tikar," kata dia.

Selain itu, ia mengatakan para pelaku usaha rintisan baru harus fokus merekrut pegawai yang tepat. Apabila kesulitan menemukan pegawai yang loyal dan siap berjuang demi perusahaan, maka bisa merekrut tenaga lepas atau mahasiswa yang baru lulus dengan kemampuan yang mumpuni, ujar dia.

Sementara itu Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara berharap dengan berkembangnya startup aplikasi di Indonesia ini bisa menimbulkan hal-hal yang positif bagi bidang teknologi informasi (TI) dalam negeri. Dari 100 perusahaan rintisan yang ada mungkin yang jalan terus hanya dua sampai lima buah atau dari 1.000 usaha rintisan hanya 25 buah yang bisa terus bertahan.

Startup aplikasi, menurut Rudiantara, kini menjadi kebutuhan dan bisa memberi nilai tambah. Nilai tambah bisa terinspirasi dari kesulitan yang didapatkan orang hingga diubah menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Tag: Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Rudiantara, Convergence Ventures, Donald Wihardja, Coffee Ventures, Kevin Darmawan

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Antara/Iggoy el Fitra

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6448.156 24.376 627
2 Agriculture 1583.292 -1.764 21
3 Mining 1880.920 11.361 47
4 Basic Industry and Chemicals 889.696 -3.628 71
5 Miscellanous Industry 1443.379 27.257 46
6 Consumer Goods 2607.292 -13.145 51
7 Cons., Property & Real Estate 471.624 -0.108 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1149.241 6.910 71
9 Finance 1234.248 10.015 91
10 Trade & Service 797.089 4.778 155
No Code Prev Close Change %
1 CLAY 180 306 126 70.00
2 NATO 103 175 72 69.90
3 SQMI 306 382 76 24.84
4 KMTR 268 334 66 24.63
5 JIHD 476 590 114 23.95
6 INRU 640 785 145 22.66
7 TNCA 206 250 44 21.36
8 INCF 296 358 62 20.95
9 DUTI 3,630 4,390 760 20.94
10 PADI 920 1,090 170 18.48
No Code Prev Close Change %
1 TFCO 735 620 -115 -15.65
2 OCAP 266 226 -40 -15.04
3 YPAS 660 575 -85 -12.88
4 CTTH 126 110 -16 -12.70
5 MFMI 725 635 -90 -12.41
6 BUKK 2,000 1,800 -200 -10.00
7 PYFA 180 163 -17 -9.44
8 TIRA 270 250 -20 -7.41
9 STTP 3,750 3,490 -260 -6.93
10 ASJT 300 280 -20 -6.67
No Code Prev Close Change %
1 INPC 79 80 1 1.27
2 UNTR 26,850 26,925 75 0.28
3 INDY 2,090 2,180 90 4.31
4 ASII 8,275 8,475 200 2.42
5 TLKM 3,990 4,020 30 0.75
6 BUMI 164 174 10 6.10
7 BBRI 3,810 3,820 10 0.26
8 KPAS 210 208 -2 -0.95
9 ERAA 2,310 2,310 0 0.00
10 TSPC 1,600 1,575 -25 -1.56