Portal Berita Ekonomi Selasa, 22 Mei 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 08:50 WIB. HELI - Jaya Trishindo mencatat laba bersih merosot 87,30% menjadi Rp264,33 juta sepanjang kuartal pertama tahun ini.
  • 08:48 WIB. MDKA - Merdeka Copper Gold menyiapkan anggaran belanja modal sekitar US$90 juta pada 2018.
  • 08:47 WIB. MDKA - Merdeka Copper Gold mematok pertumbuhan pendapatan sebesar 30% menjadi US$167,7 juta pada 2018.
  • 08:46 WIB. MDKA - Merdeka Copper Gold mencetak laba bersih sebesar US$25,1 juta pada tiga bulan pertama tahun ini.
  • 08:46 WIB. MDKA - Merdeka Copper Gold membukukan pendapatan bersih senilai US$71 juta per Maret 2018.
  • 08:45 WIB. MDKA - Merdeka Copper Gold mencatat produksi emas sebanyak 28.661 ounce dan perak 19.272 ounce pada kuartal I-2018.
  • 08:44 WIB. MDKA - Merdeka Copper Gold mematok produksi emas sebesar 155.000-170.000 ounce pada tahun ini.
  • 08:41 WIB. SHIP - Sillo Maritime Perdana memproyeksi laba tumbuh sebesar 5,4% menjadi US$13,82 juta pada 2018.
  • 08:41 WIB. SHIP - Sillo Maritime Perdana menargetkan pendapatan tumbuh 35% menjadi US$62,52 juta di tahun 2018.
  • 08:39 WIB. Pajak - Menkeu Sri Mulyani memastikan tarif PPh final untuk UKM akan turun menjadi 0,5%.
  • 06:26 WIB. Akumindo - Asosiasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah Indonesia memprediksi penjualan parsel pada Ramadan tahun ini turun 30%.
  • 06:25 WIB. Singapore Airlines - Singapore Airlines berencana mendatangkan 21 unit pesawat dalam konfigurasi regional selama 2018-2019.
  • 06:24 WIB. Kemenhub - Kemenhub menargetkan konstruksi tahap pertama Pelabuhan Patimban bisa berlangsung pada Juni 2018.
  • 06:23 WIB. Kementan - Kementan mengklaim Indonesia telah mengekspor 9.329 ton tepung jagung dalam setahun terakhir.
  • 05:30 WIB. Pangan - BPK akan melakukan audit ulang terkait dengan kebijakan pemerintah untuk mengimpor beras.

Mengoptimalkan Potensi Usaha Rintisan di Indonesia

Foto Berita Mengoptimalkan Potensi Usaha Rintisan di Indonesia
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) melaporkan jumlah pengguna internet di Indonesia pada tahun 2017 telah mencapai 143,26 juta jiwa atau setara dengan 54,68 persen dari total jumlah penduduk. Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 132,7 juta jiwa.

Adapun, komposisi pengguna internet berdasarkan jenis kelamin, terdiri dari perempuan sebanyak 48,57 persen, dan lelaki sebanyak 51,43 persen. Untuk komposisi berdasarkan usia, angka terbesar ditunjukkan oleh masyarakat berumur 19-34 tahun, yakni sebesar 49,52 persen. Namun untuk penetrasi terbesar berada pada umur 13-18 tahun, yakni sebesar 75,50 persen.

Sedangkan angka penetrasi pengguna internet kedua terbesar berdasarkan tingkat ekonomi, yakni berturut-turut berada pada masyarakat menengah bagian bawah sebesar 74,62 persen dan masyarakat menengah bagian atas sebesar 16,02 persen. Hal tersebut menunjukkan bahwa saat ini manfaat dari internet tidak hanya dapat diakses oleh kalangan atas saja.

Sementara perkembangan startup (perusahaan rintisan) digital di Indonesia juga meningkat setiap tahunnya. Saat ini sudah ada lebih dari 230 startup di Indonesia bahkan empat di antaranya berhasil menjadi startup unicorns dengan nilai investasi sebesar US$1,6-2,8 juta. Keempat usaha rintisan unicorn tersebut adalah Go-Jek, Traveloka, Tokopedia, dan Bukalapak. Perkembangan usaha rintisan teknologi ini tidak lepas dari semakin banyak kebutuhan akan gaya hidup digital di Indonesia.

Investor paling aktif memberikan pendanaan ke usaha rintisan adalah investor lokal, diikuti oleh investor Amerika Serikat, Singapura, dan Tiongkok. Berdasarkan laporan perkembangan industri rintisan 2017 yang dikeluarkan DailySocial, ada tiga sektor yang berpotensi paling besar untuk berkembang pesat di tahun 2018, yaitu teknologi keuangan (fintech), media, dan kesehatan.

Perusahaan rintisan teknologi keuangan akan terus berkembang di tahun 2018 didukung dengan peraturan fintech, teknologi pendukung yang semakin canggih, serta tingginya permintaan dari konsumen akan sektor ini. Sementara itu, pemilihan umum pada 2019 mendatang memberikan dampak positif terhadap perkembangan startup media. Pasalnya, penduduk Indonesia mulai mencari media mana yang dapat memberikan informasi dan wawasan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Di samping itu, para politikus juga akan menjadikan media sebagai alat untuk mempengaruhi opini masyarakat secara langsung maupun tidak langsung. Kemudian, usaha rintisan kesehatan pada tahun ini akan terus mengembangkan layanan kesehatan yang paling efisien yang dapat diakses menggunakan internet dan teknologi mobile.

Partner Convergence Ventures Donald Wihardja mengatakan Indonesia akan menjadi pusat perhatian dari peluang internet dan mobile dalam level regional dikarenakan negara ini merupakan pasar yang paling besar di ASEAN. Perkembangan industri perusahaan rintisan akan terus melejit seiring dukungan pemerintah, inisiatif pengusaha, maupun investor. Karena itu, para pelaku usaha rintisan domestik harus memaksimalkan pasar yang begitu besar di negara ini.

Mereka harus mampu mengidentifikasi kebutuhan dan perilaku para pengguna internet agar produk yang dihasilkan diminati oleh konsumen. Agar produk diminati oleh konsumen, layanan tersebut harus mampu memberikan solusi.

"Para pendiri perusahaan rintisan harus memiliki visi dan misi yang jelas, tepat, dan terukur. Mereka harus yakin apa yang mereka kerjakan dan perjuangkan itu akan laku di pasar," kata dia.

Selain itu, para pendiri perusahaan rintisan harus mengetahui seluk-beluk bisnis mereka, bagaimana mengembangkan, menjual, dan memasarkan produk mereka.

"Orang yang mampu mengembangkan perusahaan rintisan, mereka mengetahui apa yang mereka perbaiki," ujar dia.

Untuk menghasilkan produk yang baik, perusahaan rintisan harus memiliki tenaga kerja programmer atau pembuat aplikasi yang andal. Selain itu, para pendiri perusahaan rintisan harus mampu mencari programmer yang mampu memberikan inspirasi kepada rekan-rekannya sehingga ide-ide yang brilian akan muncul dan dapat segera diimplementasikan.

Sementara itu, Managing Partner Coffee Ventures Kevin Darmawan mengatakan founder atau pendiri perusahaan rintisan harus mampu membuat proses untuk menghasilkan suatu produk menjadi lebih cepat dan murah. Ketika layanan tersebut tidak diminati, masih ada energi tersisa untuk memperbaikinya.

Ia mengatakan ada satu permasalahan utama yang seringkali dihadapi oleh founder pada awal-awal mendirikan perusahaan rintisan. Permasalahan tersebut berkutat antara ide serta asumsi mereka. Para pendiri perusahaan rintisan berpikir ide yang mereka temukan mempunyai pasar yang besar. Mereka lupa untuk melakukan riset secara mendalam untuk menguji ide tersebut.

"Ketika waktu, tenaga, dan investasi sudah terserap banyak, ternyata pasar tidak menginginkan solusi yang ditawarkan," kata dia.

Kemudian, pelaku usaha rintisan baru harus mampu mengikuti bagaimana perilaku konsumen. Pada dasarnya konsumen selalu bersedia untuk mencoba produk baru yang menawarkan keunggulan dan pengalaman yang berbeda. Apabila pelaku usaha rintisan baru tidak mampu membuat sesuatu layanan yang terbaru, produk yang serupa tersebut harus mempunyai nilai tambah yang berbeda. Dengan adanya nilai tambah, usaha rintisan tersebut akan menggaet pasar berbeda.

Ia mengatakan pendiri usaha rintisan baru harus mempunyai kegigihan, mencintai pekerjaannya, berpikiran terbuka, dan membangun jaringan.

"Belajar dari pengalaman, tidak banyak startup yang bertahan dan terpaksa harus gulung tikar," kata dia.

Selain itu, ia mengatakan para pelaku usaha rintisan baru harus fokus merekrut pegawai yang tepat. Apabila kesulitan menemukan pegawai yang loyal dan siap berjuang demi perusahaan, maka bisa merekrut tenaga lepas atau mahasiswa yang baru lulus dengan kemampuan yang mumpuni, ujar dia.

Sementara itu Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara berharap dengan berkembangnya startup aplikasi di Indonesia ini bisa menimbulkan hal-hal yang positif bagi bidang teknologi informasi (TI) dalam negeri. Dari 100 perusahaan rintisan yang ada mungkin yang jalan terus hanya dua sampai lima buah atau dari 1.000 usaha rintisan hanya 25 buah yang bisa terus bertahan.

Startup aplikasi, menurut Rudiantara, kini menjadi kebutuhan dan bisa memberi nilai tambah. Nilai tambah bisa terinspirasi dari kesulitan yang didapatkan orang hingga diubah menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Tag: APJII, Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Rudiantara, Convergence Ventures, Donald Wihardja, Coffee Ventures, Kevin Darmawan

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Antara/Iggoy el Fitra

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5733.854 -49.456 581
2 Agriculture 1544.033 34.109 19
3 Mining 1908.397 21.577 44
4 Basic Industry and Chemicals 757.643 -4.711 69
5 Miscellanous Industry 1155.231 2.164 44
6 Consumer Goods 2362.984 -16.826 45
7 Cons., Property & Real Estate 447.090 -2.643 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 985.528 -14.959 64
9 Finance 999.500 -19.108 92
10 Trade & Service 894.918 -2.039 139
No Code Prev Close Change %
1 FORZ 334 416 82 24.55
2 MITI 84 101 17 20.24
3 WOOD 462 545 83 17.97
4 GOLD 412 486 74 17.96
5 DEFI 940 1,100 160 17.02
6 TRIL 77 89 12 15.58
7 BUKK 1,550 1,700 150 9.68
8 ERAA 2,150 2,350 200 9.30
9 BIMA 76 83 7 9.21
10 ALMI 292 318 26 8.90
No Code Prev Close Change %
1 KONI 308 252 -56 -18.18
2 ETWA 88 74 -14 -15.91
3 UNIT 320 270 -50 -15.62
4 IKAI 505 446 -59 -11.68
5 LPIN 1,015 910 -105 -10.34
6 ESSA 276 250 -26 -9.42
7 GOLL 82 76 -6 -7.32
8 APLI 107 100 -7 -6.54
9 BPFI 535 500 -35 -6.54
10 TOBA 2,330 2,180 -150 -6.44
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 2,940 2,760 -180 -6.12
2 WOOD 462 545 83 17.97
3 BMTR 540 540 0 0.00
4 ERAA 2,150 2,350 200 9.30
5 ADRO 1,905 1,950 45 2.36
6 KREN 660 655 -5 -0.76
7 PTBA 3,690 3,830 140 3.79
8 BMRI 6,800 6,675 -125 -1.84
9 PGAS 1,980 1,935 -45 -2.27
10 TLKM 3,490 3,420 -70 -2.01