Portal Berita Ekonomi Rabu, 19 Desember 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 20:47 WIB. Google - Google berencana basmi semua nyamuk di seluruh dunia.
  • 20:46 WIB. Bolt - Kemenkominfo kirim tim khusus untuk pastikan Bolt tidak jual paket internet.
  • 20:45 WIB. Menkominfo - Menkominfo sebut Bolt dan First Media belum bayar utang frekuensi.
  • 19:49 WIB. NASA - NASA: Cincin Saturnus akan hilang.
  • 19:46 WIB. Facebook - Facebook Messenger tambah fitur Boomerang di kamera.
  • 19:45 WIB. Qualcomm - Qualcomm tuding Apple langgar larangan jual iPhone di China.
  • 19:44 WIB. Mobil - Penjualan mobil 2018 diprediksi tembus 1,1 juta unit.
  • 19:42 WIB. Facebook - Facebook ketahuan masih kuntit pengguna.

Gerindra: Prabowo Ingatkan Jangan Remehkan Persoalan Bangsa

Foto Berita Gerindra: Prabowo Ingatkan Jangan Remehkan Persoalan Bangsa
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra Sudaryono mengatakan pidato Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto tentang kajian asing terkait Indonesia, mengingatkan agar Indonesia tidak meremehkan persoalan bangsa.

"Ini peringatan dari Pak Prabowo setelah beliau membaca informasi dari buku di luar negeri. Seharusnya kita bisa antisipasi, bagaimana agar hal terburuk seperti ini bisa dihindari," kata Sudaryono dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (23/3/2018).

Dia mengatakan seharusnya anak bangsa berterima kasih dengan Prabowo yang sudah memberikan peringatan sehingga bangsa ini bisa mengantisipasinya dengan baik dan hal yang diproyeksikan di dalam buku tersebut tidak terjadi.

Menurut Sudaryono tidak ada kalimat langsung yang menyatakan Prabowo mengatakan seperti yang ramai sedang diperbincangkan oleh para pengamat maupun politisi.

"Padahal kutipan Prabowo langsungnya adalah, 'Tetapi di negara lain mereka sudah bikin kajian-kajian, di mana Republik Indonesia sudah dinyatakan tidak ada lagi tahun 2030. Mereka ramalkan kita ini bubar'," ujarnya.

Dia mengatakan, penulis buku "Ghost Freet" yang menjadi referensi juga kredibel, yaitu P.W Singer yang merupakan ahli ilmu politik luar negeri, mendapatkan gelar Ph.D dari Harvard University.

Menurut dia, Peter Warren Singer bersama rekannya August Cole, mereka mencoba memprediksi apa yang akan terjadi di masa depan dalam konflik global dan agar prediksi dan perspektifnya hidup, dituliskan analisanya itu dalam drama novel.

Sudaryono juga mendapat informasi, karena yang menulis seorang yang sangat ahli, novel ini bahkan menjadi perhatian serius petinggi militer di Amerika Serikat.

"Bahkan James G Stavridis, pensiunan laksama angkatan laut Amerika Serikat, yang kini menjadi dekan di Tufts University bidang hubungan internasional, menyebut buku itu merupakan cetak biru untuk memahami perang masa depan. Pemimpin militer di Amerika Serikat mewajibkan para tentara membacanya," katanya.

Sudaryanto mengingatkan bahwa Indonesia merupakan negara yang kaya dan sudah menjadi incaran bangsa lain dari zaman ke zaman.

Karena itu dia menilai kita harus mawas diri, waspada dan meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Dia mencontohkan Uni Soviet bubar bukan karena kalah teknologi nuklir dengan Amerika Serikat namun karena salah kelola pemerintahan dan tingginya kesenjangan sosial. (Ant)

Tag: Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Prabowo Subianto Djojohadikusumo

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Fajar Sulaiman

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6176.094 94.227 621
2 Agriculture 1553.700 23.242 20
3 Mining 1722.517 2.450 47
4 Basic Industry and Chemicals 851.540 22.282 71
5 Miscellanous Industry 1417.163 9.966 46
6 Consumer Goods 2555.083 70.002 49
7 Cons., Property & Real Estate 445.761 3.264 73
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1065.619 14.971 71
9 Finance 1174.737 17.417 91
10 Trade & Service 781.950 -0.798 153
No Code Prev Close Change %
1 TIRA 133 179 46 34.59
2 SAFE 192 250 58 30.21
3 GLOB 352 440 88 25.00
4 AGRS 286 356 70 24.48
5 ARTA 625 750 125 20.00
6 POLY 137 160 23 16.79
7 PCAR 3,230 3,770 540 16.72
8 SHIP 865 990 125 14.45
9 SDRA 750 850 100 13.33
10 RELI 176 198 22 12.50
No Code Prev Close Change %
1 IBFN 296 248 -48 -16.22
2 TRUS 322 276 -46 -14.29
3 INRU 600 525 -75 -12.50
4 ARTO 194 174 -20 -10.31
5 FILM 780 705 -75 -9.62
6 FMII 695 630 -65 -9.35
7 LUCK 770 700 -70 -9.09
8 MFMI 620 570 -50 -8.06
9 MPOW 118 109 -9 -7.63
10 INAI 410 380 -30 -7.32
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 362 366 4 1.10
2 BBRI 3,630 3,670 40 1.10
3 BBCA 25,325 26,150 825 3.26
4 TLKM 3,740 3,810 70 1.87
5 WSBP 358 384 26 7.26
6 UNTR 29,125 28,650 -475 -1.63
7 PTBA 4,230 4,220 -10 -0.24
8 PGAS 2,070 2,080 10 0.48
9 ADRO 1,240 1,245 5 0.40
10 INKP 12,000 12,000 0 0.00