Portal Berita Ekonomi Senin, 21 Januari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 13:52 WIB. Saham - Harto Djaja Nagaria divestasi 250 ribu saham PT Summarecon Agung Tbk.
  • 13:52 WIB. Divestasi - Leo Investment rencanakan divestasi saham PT Leo Resources dan PT Lion Nickel kepada PT Geo Seismik Indonesia.
  • 13:30 WIB. Toyota - Toyota Supra 2020 produksi pertama laku Rp29,8 miliar dalam lelang.
  • 12:53 WIB. Bandara - Menteri Darmin menyatakan Bandara NYIA beroperasi mulai Januari 2020.
  • 12:52 WIB. Kartu - Indonesia masih jauh menerapkan sistem kartu identitas tunggal (single identity card).
  • 12:51 WIB. INKA - Ekspor kereta ke Bangladesh, INKA disokong dana Rp775,6 miliar.
  • 12:50 WIB. Dagang - Kemendag terus tingkatkan kelancaran ekspor-impor lewat laut.
  • 12:49 WIB. Sapi - Pemprov Lampung terus menggalakkan program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab).
  • 12:48 WIB. Impor - Nilai impor sejumlah barang nonmigas Lampung turun 45,48 persen.
  • 12:47 WIB. Bensin - Persediaan terbatas, harga bensin premium di Mamberamo Raya Rp60 ribu/liter.
  • 12:46 WIB. Pertanian - Petani Sigi kini mulai kembali garap lahan pertanian pascagempa.
  • 12:44 WIB. Kopra - Harga kopra di Ambon kembali bergerak turun, Rp4.600 menjadi Rp4.300/kg.
  • 12:44 WIB. Bahan Pokok - Disperindag: persediaan kebutuhan pokok di Kendari cukup.
  • 12:43 WIB. Minyak - Harga minyak di perdagangan Asia turun karena ekonomi China melambat.
  • 12:42 WIB. DSLNG - PT DSLNG sukses capai target perusahaan, yakni tanpa kecelakaan kerja selama 2018.

Memperluas Akses Keuangan Lewat Bank Wakaf Mikro

Foto Berita Memperluas Akses Keuangan Lewat Bank Wakaf Mikro
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperluas penyediaan akses keuangan masyarakat, khususnya masyarakat kecil pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan ultra mikro.

Komitmen pemberdayaan ekonomi masyarakat bawah tersebut ditandai dengan peresmian sejumlah bank wakaf mikro di pondok pesantren. Bank wakaf mikro merupakan nama atau merek yang diberikan kepada lembaga keuangan mikro syariah (LKMS). Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meluncurkan program bank wakaf mikro di Pondok Pesantren An Nawawi Tanara, Kabupaten Serang, Banten.

Sebelumnya hal yang sama dilakukan Presiden Jokowi di Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya, Jawa Timur, dan di KHAS Kempek, Cirebon.

Melalui bank wakaf wikro, masyarakat yang belum terhubung dengan lembaga keuangan formal diharapkan bisa mendapatkan akses permodalan atau pembiayaan. Khususnya masyarakat di lingkungan pondok pesantren yang saat ini jumlahnya mencapai lebih dari 28.000 di Tanah Air. Jika akses permodalan mudah didapat, apalagi dengan syarat dan ketentuan yang tidak sulit dan tidak mencekik, pemberdayaan ekonomi masyarakat kecil makin meningkat.

Saat ini sasaran lokasi pendirian lembaga keuangan mikro syariah itu masih di pondok pesantren. Selain untuk menumbuhkan kewirausahaan di lembaga pendidikan Islam itu, juga karena di pesantren ada orang yang bisa dipercaya dalam mengelola wakaf, dalam hal ini pimpinannya. OJK telah memberikan izin usaha kepada 20 bank wakaf mikro di lingkungan pondok pesantren di berbagai daerah untuk mendukung pengembangan pembiayaan UMKM dan ultra mikro tersebut.

Izin usaha 20 bank wakaf ini diberikan di lingkungan pondok pesantren yang tersebar di Cirebon, Bandung, Ciamis, Serang, Lebak, Purwokerto, Cilacap, Kudus, Klaten, Yogyakarta, Surabaya, Jombang, dan Kediri. Hingga awal Maret 2018, sebanyak 20 bank wakaf mikro yang merupakan proyek uji coba ini telah menyalurkan pembiayaan kepada 2.784 nasabah dengan total senilai Rp2,45 miliar.

Skema pembiayaan melalui bank wakaf mikro adalah pembiayaan tanpa agunan dengan nilai maksimal Rp3 juta dan margin bagi hasil setara tiga persen. Selain itu, dalam skema pembiayaan bank wakaf mikro juga disediakan pelatihan dan pendampingan serta pola pembiayaan yang dibuat per kelompok atau tanggung renteng.

Lembaga keuangan ini tidak diperkenankan mengambil simpanan dari masyarakat karena memiliki fokus pemberdayaan masyarakat melalui pembiayaan disertai pendampingan usaha.

Menurut Ketua Dewan Komisaris OJK Wimboh Santoso, OJK akan terus mendorong program bank wakaf mikro ke pesantren-pesantren lainnya agar diperbanyak jumlahnya dan diperluas cakupannya sesuai arahan presiden. Secara keseluruhan, melalui program ini, OJK mengharapkan bank wakaf mikro yang diberi izin dan diawasi oleh OJK dapat menjadi akselerator pengembangan keuangan syariah di Indonesia.

Ruang Berkembang

Didorongnya pembangunan bank wakaf mikro yang kali ini baru di pondok pesantren, menurut Presiden Joko Widodo, karena pelaku ekonomi di bawah harus mempunyai ruang untuk berkembang. Selama ini mereka ingin pinjam dana untuk permodalan usaha tetapi tidak punya agunan yang masih menjadi syarat dalam mendapatkan pinjaman atau kredit dari bank konvensional.

"Kalau ke perbankan konvensional ada biaya administrasi, ada agunan. Segmen mikro tidak bisa masuk, yang jualan gorengan, nasi uduk, warung sembako," kata presiden.

Diharapkan dengan beredarnya uang di bawah kemudian umat juga bisa akses ke lembaga keuangan seperti bank wakaf mikro ini, ekonomi di bawah juga akan ikut bergerak. Presiden juga menyatakan keyakinannya bahwa banyak donatur yang bakal mempercayakan dananya di bank wakaf mikro di Indonesia. Donatur akan didorong sebanyak-banyaknya.

"Saya yakin akan banyak yang menjadi donatur bank wakaf ini. Ini uangnya akan berputar di masyarakat," kata presiden.

Merek

Bank Wakaf Mikro merupakan nama atau merek dari Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) yang didirikan oleh OJK untuk mempermudah akses keuangan masyarakat di tingkat bawah. LKMS tersebut diinisiasi oleh Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) dan merupakan bagian dari Lembaga Keuangan Pembiayaan Syariah yang berbadan hukum koperasi.

Menurut Kepala Departemen Perbankan Syariah (DPBS) Ahmad Soekro, bank wakaf mikro ini akan dimulai dari pesantren, kemudian melihat potensi dari masyarakat di sekitarnya. Pesantren harus memiliki komitmen untuk membantu masyarakat di sekitarnya dengan LKMS.

Dijelaskannya bahwa tidak semua pesantren dapat mendirikan LKMS. Ada beberapa prosedur penilaian tingkat kesiapan dari pesantren untuk mendirikan LKMS. Penilaian tersebut dilakukan oleh tim yang dibentuk OJK, bekerja sama dengan Pengurus Besar Nadhatul Ulama (PBNU). Dalam operasionalnya, menurut Soekro, OJK ingin mendorong para pemangku kepetingan untuk bisa melakukan pendampingan kepada masyarakat di tingkat bawah, calon penerima pembiayaan.

Pendampingan diperlukan mengingat pembiayaan yang diberikan jumlahnya berjenjang. Misalnya diawali dengan besaran Rp1 juta. Jika berhasil mengembalikan dana pembiayaan itu plus margin bagi hasil sebesar tiga persen, maka jumlah pembiayaan selanjutnya bisa bertambah misalnya menjadi Rp3 juta.

Tag: Otoritas Jasa Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Wakaf Mikro

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Antara/Umarul Faruq

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6448.156 24.376 627
2 Agriculture 1583.292 -1.764 21
3 Mining 1880.920 11.361 47
4 Basic Industry and Chemicals 889.696 -3.628 71
5 Miscellanous Industry 1443.379 27.257 46
6 Consumer Goods 2607.292 -13.145 51
7 Cons., Property & Real Estate 471.624 -0.108 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1149.241 6.910 71
9 Finance 1234.248 10.015 91
10 Trade & Service 797.089 4.778 155
No Code Prev Close Change %
1 CLAY 180 306 126 70.00
2 NATO 103 175 72 69.90
3 SQMI 306 382 76 24.84
4 KMTR 268 334 66 24.63
5 JIHD 476 590 114 23.95
6 INRU 640 785 145 22.66
7 TNCA 206 250 44 21.36
8 INCF 296 358 62 20.95
9 DUTI 3,630 4,390 760 20.94
10 PADI 920 1,090 170 18.48
No Code Prev Close Change %
1 TFCO 735 620 -115 -15.65
2 OCAP 266 226 -40 -15.04
3 YPAS 660 575 -85 -12.88
4 CTTH 126 110 -16 -12.70
5 MFMI 725 635 -90 -12.41
6 BUKK 2,000 1,800 -200 -10.00
7 PYFA 180 163 -17 -9.44
8 TIRA 270 250 -20 -7.41
9 STTP 3,750 3,490 -260 -6.93
10 ASJT 300 280 -20 -6.67
No Code Prev Close Change %
1 INPC 79 80 1 1.27
2 UNTR 26,850 26,925 75 0.28
3 INDY 2,090 2,180 90 4.31
4 ASII 8,275 8,475 200 2.42
5 TLKM 3,990 4,020 30 0.75
6 BUMI 164 174 10 6.10
7 BBRI 3,810 3,820 10 0.26
8 KPAS 210 208 -2 -0.95
9 ERAA 2,310 2,310 0 0.00
10 TSPC 1,600 1,575 -25 -1.56