Portal Berita Ekonomi Kamis, 26 April 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 07:06 WIB. Dahana - PT Dahana (Persero) menargetkan laba bersih sebesar Rp123 miliar pada 2018.
  • 07:06 WIB. Dahana - PT Dahana (Persero) membidik total pendapatan sebesar Rp1,67 triliun pada tahun ini.
  • 07:05 WIB. MBSS - Mitrabahtera Segara Sejati menargetkan pendapatan tumbuh 20%-30% pada 2018.
  • 07:04 WIB. CIMB - Bank CIMB Niaga membukukan laba bersih konsolidasi (tidak diaudit) sebesar Rp876,7 miliar pada kuartal I-2018.
  • 07:03 WIB. Hyamn Group - Hyamn Group menargetkan 40% dari kapasitas produksi perusahaan diperuntukan bagi pasar ekspor.
  • 07:02 WIB. Kemenhub - Kemenhub menargetkan beleid yang mengatur aplikator sebagai perusahaan transportasi terbit pada Juni 2018.
  • 07:02 WIB. SIS - Suzuki Indomobil Sales membidik kenaikan penjualan Suzuki Nex hingga delapan kali lipat.
  • 07:01 WIB. BFI Finance - BFI Finance berencana merealisasikan pendanaan dari pinjaman luar negeri pada semester II-2018.
  • 07:00 WIB. IHSG - Binaartha Sekuritas menyebutkan peluang terjadinya teknikal rebound pasca-IHSG anjlok masih terbuka lebar.
  • 06:59 WIB. IHSG - Reliance Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak cenderung whipsaw MA200 dengan rentang 6.070-6.176.
  • 06:59 WIB. New York - U.S. crude futures ended up 35 cents at $68.05 a barrel on Wednesday (25/4).
  • 06:58 WIB. London - Brent crude settled 14 cents higher at $74.00 a barrel on Wednesday (25/4).
  • 06:58 WIB. IHSG - Indosurya Sekuritas memprediksi IHSG masih memiliki fondasi kuat untuk Kembali ke jalur penguatan.
  • 06:57 WIB. New York - The tech-rich Nasdaq Composite Index dipped 3.61 points (0.05 per cent) to 7,003.74 on Wednesday (25/4).
  • 06:56 WIB. New York - The broad-based S&P 500 edged up 4.84 points (0.18 per cent) to end at 2,639.40 on Wednesday (25/4).

Memperluas Akses Keuangan Lewat Bank Wakaf Mikro

Foto Berita Memperluas Akses Keuangan Lewat Bank Wakaf Mikro
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperluas penyediaan akses keuangan masyarakat, khususnya masyarakat kecil pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan ultra mikro.

Komitmen pemberdayaan ekonomi masyarakat bawah tersebut ditandai dengan peresmian sejumlah bank wakaf mikro di pondok pesantren. Bank wakaf mikro merupakan nama atau merek yang diberikan kepada lembaga keuangan mikro syariah (LKMS). Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meluncurkan program bank wakaf mikro di Pondok Pesantren An Nawawi Tanara, Kabupaten Serang, Banten.

Sebelumnya hal yang sama dilakukan Presiden Jokowi di Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya, Jawa Timur, dan di KHAS Kempek, Cirebon.

Melalui bank wakaf wikro, masyarakat yang belum terhubung dengan lembaga keuangan formal diharapkan bisa mendapatkan akses permodalan atau pembiayaan. Khususnya masyarakat di lingkungan pondok pesantren yang saat ini jumlahnya mencapai lebih dari 28.000 di Tanah Air. Jika akses permodalan mudah didapat, apalagi dengan syarat dan ketentuan yang tidak sulit dan tidak mencekik, pemberdayaan ekonomi masyarakat kecil makin meningkat.

Saat ini sasaran lokasi pendirian lembaga keuangan mikro syariah itu masih di pondok pesantren. Selain untuk menumbuhkan kewirausahaan di lembaga pendidikan Islam itu, juga karena di pesantren ada orang yang bisa dipercaya dalam mengelola wakaf, dalam hal ini pimpinannya. OJK telah memberikan izin usaha kepada 20 bank wakaf mikro di lingkungan pondok pesantren di berbagai daerah untuk mendukung pengembangan pembiayaan UMKM dan ultra mikro tersebut.

Izin usaha 20 bank wakaf ini diberikan di lingkungan pondok pesantren yang tersebar di Cirebon, Bandung, Ciamis, Serang, Lebak, Purwokerto, Cilacap, Kudus, Klaten, Yogyakarta, Surabaya, Jombang, dan Kediri. Hingga awal Maret 2018, sebanyak 20 bank wakaf mikro yang merupakan proyek uji coba ini telah menyalurkan pembiayaan kepada 2.784 nasabah dengan total senilai Rp2,45 miliar.

Skema pembiayaan melalui bank wakaf mikro adalah pembiayaan tanpa agunan dengan nilai maksimal Rp3 juta dan margin bagi hasil setara tiga persen. Selain itu, dalam skema pembiayaan bank wakaf mikro juga disediakan pelatihan dan pendampingan serta pola pembiayaan yang dibuat per kelompok atau tanggung renteng.

Lembaga keuangan ini tidak diperkenankan mengambil simpanan dari masyarakat karena memiliki fokus pemberdayaan masyarakat melalui pembiayaan disertai pendampingan usaha.

Menurut Ketua Dewan Komisaris OJK Wimboh Santoso, OJK akan terus mendorong program bank wakaf mikro ke pesantren-pesantren lainnya agar diperbanyak jumlahnya dan diperluas cakupannya sesuai arahan presiden. Secara keseluruhan, melalui program ini, OJK mengharapkan bank wakaf mikro yang diberi izin dan diawasi oleh OJK dapat menjadi akselerator pengembangan keuangan syariah di Indonesia.

Ruang Berkembang

Didorongnya pembangunan bank wakaf mikro yang kali ini baru di pondok pesantren, menurut Presiden Joko Widodo, karena pelaku ekonomi di bawah harus mempunyai ruang untuk berkembang. Selama ini mereka ingin pinjam dana untuk permodalan usaha tetapi tidak punya agunan yang masih menjadi syarat dalam mendapatkan pinjaman atau kredit dari bank konvensional.

"Kalau ke perbankan konvensional ada biaya administrasi, ada agunan. Segmen mikro tidak bisa masuk, yang jualan gorengan, nasi uduk, warung sembako," kata presiden.

Diharapkan dengan beredarnya uang di bawah kemudian umat juga bisa akses ke lembaga keuangan seperti bank wakaf mikro ini, ekonomi di bawah juga akan ikut bergerak. Presiden juga menyatakan keyakinannya bahwa banyak donatur yang bakal mempercayakan dananya di bank wakaf mikro di Indonesia. Donatur akan didorong sebanyak-banyaknya.

"Saya yakin akan banyak yang menjadi donatur bank wakaf ini. Ini uangnya akan berputar di masyarakat," kata presiden.

Merek

Bank Wakaf Mikro merupakan nama atau merek dari Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) yang didirikan oleh OJK untuk mempermudah akses keuangan masyarakat di tingkat bawah. LKMS tersebut diinisiasi oleh Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) dan merupakan bagian dari Lembaga Keuangan Pembiayaan Syariah yang berbadan hukum koperasi.

Menurut Kepala Departemen Perbankan Syariah (DPBS) Ahmad Soekro, bank wakaf mikro ini akan dimulai dari pesantren, kemudian melihat potensi dari masyarakat di sekitarnya. Pesantren harus memiliki komitmen untuk membantu masyarakat di sekitarnya dengan LKMS.

Dijelaskannya bahwa tidak semua pesantren dapat mendirikan LKMS. Ada beberapa prosedur penilaian tingkat kesiapan dari pesantren untuk mendirikan LKMS. Penilaian tersebut dilakukan oleh tim yang dibentuk OJK, bekerja sama dengan Pengurus Besar Nadhatul Ulama (PBNU). Dalam operasionalnya, menurut Soekro, OJK ingin mendorong para pemangku kepetingan untuk bisa melakukan pendampingan kepada masyarakat di tingkat bawah, calon penerima pembiayaan.

Pendampingan diperlukan mengingat pembiayaan yang diberikan jumlahnya berjenjang. Misalnya diawali dengan besaran Rp1 juta. Jika berhasil mengembalikan dana pembiayaan itu plus margin bagi hasil sebesar tiga persen, maka jumlah pembiayaan selanjutnya bisa bertambah misalnya menjadi Rp3 juta.

Tag: Otoritas Jasa Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Wakaf Mikro

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Antara/Umarul Faruq

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6079.850 -149.785 575
2 Agriculture 1691.011 -31.360 19
3 Mining 1877.346 -42.097 44
4 Basic Industry and Chemicals 781.433 -8.162 70
5 Miscellanous Industry 1242.763 -22.004 44
6 Consumer Goods 2488.443 -60.680 45
7 Cons., Property & Real Estate 491.788 -8.964 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1073.061 -14.195 64
9 Finance 1074.721 -45.611 90
10 Trade & Service 933.441 -9.438 134
No Code Prev Close Change %
1 KOBX 189 254 65 34.39
2 ABBA 64 81 17 26.56
3 SHID 1,310 1,550 240 18.32
4 MTSM 274 324 50 18.25
5 PEGE 322 370 48 14.91
6 AUTO 1,640 1,860 220 13.41
7 BBRM 91 100 9 9.89
8 KBLV 484 530 46 9.50
9 ARTO 160 174 14 8.75
10 BSSR 2,580 2,800 220 8.53
No Code Prev Close Change %
1 LPPS 145 123 -22 -15.17
2 CITA 700 600 -100 -14.29
3 DPNS 450 388 -62 -13.78
4 LCGP 81 70 -11 -13.58
5 BIMA 118 102 -16 -13.56
6 GHON 1,400 1,215 -185 -13.21
7 MLPT 800 700 -100 -12.50
8 PTIS 394 346 -48 -12.18
9 BINA 630 560 -70 -11.11
10 BWPT 296 270 -26 -8.78
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 3,490 3,310 -180 -5.16
2 AUTO 1,640 1,860 220 13.41
3 BBCA 22,925 21,750 -1,175 -5.13
4 BMRI 7,725 7,150 -575 -7.44
5 IKAI 575 565 -10 -1.74
6 TAXI 132 133 1 0.76
7 TLKM 3,830 3,780 -50 -1.31
8 BHIT 107 105 -2 -1.87
9 BMTR 565 560 -5 -0.88
10 AISA 605 590 -15 -2.48