Portal Berita Ekonomi Sabtu, 21 April 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 07:57 WIB. PNBN -┬áBank Panin mencatatkan total aset tumbuh 3,8% menjadi Rp214,54 triliun sepanjang kuartal I-2018.
  • 23:08 WIB. Putin - Via telepon, Trump diwartakan undang Putin ke Gedung Putih.

Penyelidik Gerebek Kantor Cambridge Analytica di London

Foto Berita Penyelidik Gerebek Kantor Cambridge Analytica di London
Warta Ekonomi.co.id, London -

Penyelidik dari pengawas data Inggris pada Jumat (23/3/2018) menggeledah kantor Cambridge Analytica, perusahaan pengulas data di pusat badai tuduhan bahwa data Facebook diambil dengan tidak benar untuk membidik pemilih Amerika Serikat.

Sekitar 20 petugas, mengenakan jaket hitam dengan tulisan "ICO Enforcement", tiba di kantor pusat perusahaan tersebut di London segera setelah hakim Pengadilan Tinggi memberikan perintah pencarian, yang diminta Kantor Komisi Informasi (ICO).

"Petugas itu, yang diizinkan masuk ke gedung oleh penjaga keamanan, terlihat memeriksa buku dan beberapa dokumen dari jendela kantor lantai dua di jalan New Oxford di London," tutur saksi.

Elizabeth Denham, kepala ICO, meminta surat perintah itu setelah seorang pengungkap mengatakan bahwa Cambridge Analytica mengumpulkan keterangan pribadi dari 50 juta pengguna Facebook untuk mendukung kampanye Donald Trump dalam pemilihan presiden AS pada 2016.

Inggris sedang menyelidiki apakah Facebook, jaringan media sosial terbesar di dunia, melakukan hal yang cukup untuk melindungi data. Anggota parlemen AS pada Jumat meminta Kepala Eksekutif Facebook Mark Zuckerberg datang ke Kongres untuk menjelaskan bagaimana data pengguna jatuh ke ke tangan Cambridge Analytica, menambah tekanan pada perusahaan, yang mendapat kecaman dari investor dan pengiklan.

Secara terpisah pada Jumat, surat kabar Guardian Inggris mengatakan, mantan konsultan politik Cambridge Analytica menuduh manajemen perusahaan menyesatkan publik Inggris tentang pekerjaan yang dilakukannya untuk kelompok pro-Brexit sebelum pemungutan suara untuk meninggalkan Uni Eropa.

Brittany Kaiser, seorang direktur pengembangan bisnis di perusahaan dari 2014 hingga awal tahun ini, mengatakan kepada Guardian bahwa Cambridge Analytica melakukan pengacakan data dan analisis untuk Leave.EU, sementara secara terbuka pihaknya menyangkal hal itu. Arron Banks, donor utama untuk Leave.EU, mengatakan kepada surat kabar tersebut bahwa Leave.EU tidak menerima data atau pekerjaan apa pun dari Cambridge Analytica meskipun Partai Kemerdekaan Inggris, yang juga berkampanye untuk Brexit, memberikan perusahaan itu sebagian datanya yang dianalisis perusahaan.

"Tapi itu tidak digunakan dalam kampanye Brexit. Cambridge Analytica berusaha membuat saya membayar untuk pekerjaan itu, tetapi saya menolak. Itu tidak ada hubungannya dengan kami," demikian Banks.

Upaya oleh ICO untuk menyelidiki Cambridge Analytica terhambat pada Kamis setelah hakim menunda penerapannya untuk mencari kantor kelompok konsultan Inggris selama 24 jam. Anggota parlemen AS dan Eropa telah meminta penjelasan tentang bagaimana perusahaan konsultan Inggris tersebut memperoleh akses ke data pada 2014 dan mengapa Facebook gagal menginformasikan penggunanya, menimbulkan pertanyaan industri yang lebih luas tentang privasi konsumen. Zuckerberg mengatakan pada Rabu bahwa perusahaannya membuat kesalahan dalam penanganan data dan menjanjikan langkah ketat untuk membatasi upaya pengembang ke data. (HYS/Ant)
 

Tag: Alexander Nix, Cambridge Analytica, Inggris, Facebook, Dolar Amerika Serikat (AS), Amerika Serikat (AS), Mark Zuckerberg

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Hafit Yudi Suprobo

Foto: Reuters/Pedro Nunes

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6337.695 -18.206 575
2 Agriculture 1721.541 -3.312 19
3 Mining 1958.128 -0.646 44
4 Basic Industry and Chemicals 794.507 -3.199 70
5 Miscellanous Industry 1293.151 -17.847 44
6 Consumer Goods 2633.301 -33.845 45
7 Cons., Property & Real Estate 510.814 0.450 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1076.189 -0.378 64
9 Finance 1148.751 1.106 90
10 Trade & Service 942.468 5.729 134
No Code Prev Close Change %
1 INPS 2,430 3,030 600 24.69
2 RELI 330 400 70 21.21
3 IBST 7,200 8,600 1,400 19.44
4 TRIL 83 99 16 19.28
5 PDES 1,125 1,320 195 17.33
6 AKPI 750 850 100 13.33
7 YPAS 795 900 105 13.21
8 CENT 110 124 14 12.73
9 KICI 198 218 20 10.10
10 GEMA 1,245 1,350 105 8.43
No Code Prev Close Change %
1 TIFA 266 212 -54 -20.30
2 PBSA 1,280 1,080 -200 -15.62
3 TRUS 250 218 -32 -12.80
4 INAI 490 434 -56 -11.43
5 BINA 775 705 -70 -9.03
6 FINN 145 132 -13 -8.97
7 ABBA 74 68 -6 -8.11
8 ALMI 324 298 -26 -8.02
9 DPNS 458 424 -34 -7.42
10 GOLD 472 440 -32 -6.78
No Code Prev Close Change %
1 TIFA 266 212 -54 -20.30
2 SRIL 356 356 0 0.00
3 MNCN 1,405 1,445 40 2.85
4 BHIT 106 110 4 3.77
5 HELI 300 280 -20 -6.67
6 PGAS 2,190 2,320 130 5.94
7 BMTR 565 580 15 2.65
8 IKAI 610 615 5 0.82
9 CENT 110 124 14 12.73
10 TRIL 83 99 16 19.28