Portal Berita Ekonomi Selasa, 23 Oktober 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 11:07 WIB. BUMN - BUMN melirik penggalangan dana dari luar negeri melalui global bond untuk menggalang dana berdenominasi valas.
  • 11:02 WIB. PGN - PGN meraih dua penghargaan dari Stevie Awards di London.
  • 09:19 WIB. PTBA - PTBA memproyeksikan, proyek gasifikasi batubara di Tanjung Enim akan masuk tahap konstruksi pada tahun ini.
  • 09:18 WIB. PLN - Dengan berhasil memperluas basis investor ke Eropa, PLN juga bisa menarik dana dari variasi tenor obligasi. 
  • 09:17 WIB. PLN - PLN mengklaim cukup sukses menggaet dana di tengah pasar fluktuatif dan isu perang dagang.
  • 09:16 WIB. PLN - PLN menerbitkan global bond dalam dua mata uang, yaitu US$1 miliar dan €500 juta. 

BI Bali Imbau Perbankan Lindungi Konsumen dari Aksi Skimming

Foto Berita BI Bali Imbau Perbankan Lindungi Konsumen dari Aksi Skimming
Warta Ekonomi.co.id, Denpasar -

Bank Indonesia mengimbau perbankan di Bali mengoptimalkan perlindungan konsumen untuk mengantisipasi aksi kejahatan "skimming" atau pencurian informasi kartu kredit/debit melalui anjungan tunai mandiri.

"Kami imbau nasabah jangan pernah memberikan pin kepada orang lain. Transaksi ATM lebih baik di kantor bank, menempel di mal atau tempat aman dan usahakan tidak di lokasi 'remote'," tutur Causa Iman Karana selaku Kepala Perwakilan BI Bali di Denpasar, Sabtu (24/3/2018).

Menurut Causa, pengoptimalan edukasi kepada konsumen perlu ditingkatkan untuk mengantisipasi aksi kriminal perbankan yang bisa terjadi tanpa mengenal waktu. Meski perbankan sudah menerapkan sistem keamanan khususnya di mesin ATM, Causa mengingatkan agar bank meningkatkan pemeriksaan rutin sehingga kejanggalan bisa ditemukan dengan cepat.

"Pengamanan di mesin ATM sudah diperketat tetapi kejahatan berkembang terus untuk itu jangan lupa edukasi," ungkapnya.

Bank sentral itu sebelumnya mendorong perbankan untuk mempercepat migrasi kartu kredit atau debit menggukan sistem "chip" dari pita magnetik yang menyimpan informasi kartu nasabah. Meski Causa mengakui pemanfaatan chip memang membutuhkan investasi yang mahal dan proses migrasi yang dilakukan bertahap.

Wirya Setiawan selaku Vice President Consumer Card Functional BCA Kantor Wilayah Bali dan Nusa Tenggara mengatakan saat ini pihaknya tengah melakukan proses migrasi dari pita magnetik ke chip untuk kartu debit. Sedangkan untuk kartu kredit, lanjut dia, semua sudah dilengkapi dengan chip.

"Gerai ATM kami di lingkungan bank ada penjaga. Tetapi untuk di luar kami kerja sama dengan toko modern atau mengukuti kebijakan seperti di mal," ungkapnya.

Terkait pengamanan sistem, Kepala Operasi Kanal Elektronik Bank Mandiri Regional Bali dan Nusa Tenggara Agus Santoso mengatakan semua sistem termasuk ATM sudah dilengkapi enkripsi sehingga data nasabah termasuk pin tidak bisa terbaca.

"Kami jamin aman termasuk ATM karena kami sudah melakukan pengamanan fisik dan sistem," tuturnya.

Agus sendiri bersama tim internal bank itu menggagalkan upaya pencurian data yang dilakukan tiga pelaku yang merupakan warga negara Turki di ATM Bank Mandiri yang berada di Canggu Mart, Desa Canggu, Kabupaten Badung, Bali, pada Jumat (9/3/2018). Pihak bank kemudian melaporkan tangkapan itu kepada aparat kepolisian sehingga para pelaku kini sedang diusut.

"Mereka belum mengambil data karena sudah langsung ketahuan," imbuhnya seraya menambahkan sejumlah barang bukti termasuk kamera pengawas telah diserahkan kepada polisi.

Kepolisian Daerah Bali saat ini masih mengusut tiga warga Turki, yakni Kimis Dogan (43), Mentes Mehmet (29), dan Koc Tayfun (35) terkait kasus pencurian data nasabah melalui ATM atau "skimming". (HYS/Ant)

Tag: Bank Indonesia (BI), PT Bank Central Asia Tbk (BCA), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, skimming, Anjungan Tunai Mandiri (ATM), Bali

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Hafit Yudi Suprobo

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,074.00 4,032.94
British Pound GBP 1.00 19,818.76 19,620.15
China Yuan CNY 1.00 2,204.27 2,182.35
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 15,284.00 15,132.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,804.26 10,693.78
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,949.96 1,930.55
Dolar Singapura SGD 1.00 11,068.95 10,958.07
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,521.58 17,341.27
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,674.92 3,634.88
Yen Jepang JPY 100.00 13,578.54 13,439.91

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5840.435 3.144 610
2 Agriculture 1570.332 -4.068 20
3 Mining 1918.413 8.447 47
4 Basic Industry and Chemicals 757.577 0.126 70
5 Miscellanous Industry 1252.288 -2.704 45
6 Consumer Goods 2470.043 -1.914 49
7 Cons., Property & Real Estate 411.035 1.920 71
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1064.616 17.661 70
9 Finance 1050.751 -3.316 91
10 Trade & Service 788.480 -4.485 147
No Code Prev Close Change %
1 MINA 472 585 113 23.94
2 MPRO 254 314 60 23.62
3 IBFN 324 400 76 23.46
4 BCAP 135 159 24 17.78
5 DART 250 294 44 17.60
6 UNIC 3,400 3,930 530 15.59
7 SKYB 138 159 21 15.22
8 LPGI 3,550 4,050 500 14.08
9 SHIP 950 1,065 115 12.11
10 MYTX 126 138 12 9.52
No Code Prev Close Change %
1 NICK 159 140 -19 -11.95
2 MAYA 8,150 7,275 -875 -10.74
3 LPPF 5,625 5,025 -600 -10.67
4 PBSA 770 690 -80 -10.39
5 INCF 125 114 -11 -8.80
6 JKON 505 466 -39 -7.72
7 BMAS 368 340 -28 -7.61
8 MMLP 530 490 -40 -7.55
9 INCI 610 565 -45 -7.38
10 VINS 96 89 -7 -7.29
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 344 362 18 5.23
2 LPPF 5,625 5,025 -600 -10.67
3 KPIG 135 138 3 2.22
4 PGAS 2,270 2,340 70 3.08
5 ISAT 2,680 2,840 160 5.97
6 PTBA 4,540 4,610 70 1.54
7 PNLF 286 288 2 0.70
8 FREN 99 105 6 6.06
9 BBCA 23,375 23,150 -225 -0.96
10 WSKT 1,540 1,600 60 3.90