Portal Berita Ekonomi Jum'at, 18 Januari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 18:42 WIB. BPPT - BPPT ingatkan desain teknologi LRT perlu uji coba lapangan.¬†
  • 18:29 WIB. Kemenkominfo - Kemenkominfo akan uji coba 700 Mhz untuk mitigasi bencana alam.
  • 18:27 WIB. Twitter - Twitter catat 1,3 juta cuitan saat Debat Pilpres 2019.
  • 18:25 WIB. Xiaomi - Xiaomi rilis gim pesaing PUBG dan Fortnite.
  • 18:24 WIB. Asus - Asus tunda penjualan smartphone gaming¬†ROG di Indonesia.
  • 18:23 WIB. Oppo - Oppo R17 pro sudah bisa pakai fitur kamera 3D.

Kemenhub: Kuota SIM Bersubsidi di Yogyakarta Hanya 400 Pemohon

Foto Berita Kemenhub: Kuota SIM Bersubsidi di Yogyakarta Hanya 400 Pemohon
Warta Ekonomi.co.id, Bantul -

Cris Kuntadi selaku Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Logistik, Multimoda, dan Keselamatan Perhubungan mengatakan kuota SIM A umum bersubsidi untuk wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta sebanyak 400 pemohon.

"Progresnya sampai saat ini sudah cukup bagus, rata-rata setiap kota kita sediakan kuota minimal 200 pemohon, dan untuk DIY kita siapkan sebanyak 400 pemohon," ungkap Cris Kuntadi usai meninjau layanan pembuatan surat izin mengemudi SIM A umum di Kepolisian Resor (Polres) Bantul, DIY, Sabtu (24/3/2018).

Menurut dia, kuota SIM A umum bersubsidi atau pengurusan salah satu persyaratan wajib bagi pengemudi angkutan umum "online" maupun taksi "online" dengan biaya di bawah harga normal itu untuk memberi kemudahan bagi para pelaku usaha jasa transportasi itu.

Cris menyebutkan kuota 400 pemohon SIM A bersubsidi untuk DIY itu dibagi untuk wilayah hukum Polres Kota Yogyakarta sebanyak 200 pemohon, sedangkan sisanya yang 200 pemohon untuk kabupaten lain di DIY.

"Itu yang kami lakukan, bahkan dari kuota 400 pemohon itu ketika sudah tutup, kami masih membuka, jadi mungkin kalau ada teman-teman yang mau daftar silakan masih kami buka, karena programnya masih kami laksanakan," tuturnya.

Pada intinya, lanjutnya, kalau kuota SIM A umum subsidi itu terpenuhi sangat bagus daripada dalam tahap pertama ini para pengemudi menolak mendaftar mengurus SIM. Namun, harapannya nanti semua pengemudi angkutan umum sudah mempunyai SIM A umum.

"Dan berarti yang tidak SIM A umum melanggar dan akan berurusan dengan pihak kepolisian. Yang menegakkan aturan itu nanti dari pihak kepolisian. Jadi, saya imbau manfaatkan fasilitasi ini daripada kalau mau urus sendiri biaya sudah besar," imbuhnya.

Jika biaya penerbitan SIM A umum normalnya sebesar Rp120 ribu, melalui program kementerian yang bekerja sama dengan kepolisian ini total biayanya jauh lebih rendah, asalkan memenuhi syarat mulai dari kemahiran mengendarai mobil, kesehatan, dan segala macam. Cris mengatakan bahwa kuota pemohon SIM A umum subsidi yang sebanyak 400 pemohon di DIY ini juga bukan berarti ada pembatasan. Hal ini karena memperhatikan kebutuhan di daerah. Pasalnya, jika disediakan sebanyak-banyaknya, belum tentu dimanfaatkan semua.

"Kalaupun kami buka sebanyak-banyaknya belum tentu terpenuhi semua. Sebanyak 400 saja masih banyak kuota yang belum terpakai. Jadi, harapannya siapa yang dahulu berarti dia benar-benar serius untuk ikuti aturan pemerintah," pungkasnya. (HYS/Ant)

Tag: Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Sri Sultan Hamengkubuwono X, Malioboro

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Hafit Yudi Suprobo

Foto: Hafit Yudi Suprobo

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6448.156 24.376 627
2 Agriculture 1583.292 -1.764 21
3 Mining 1880.920 11.361 47
4 Basic Industry and Chemicals 889.696 -3.628 71
5 Miscellanous Industry 1443.379 27.257 46
6 Consumer Goods 2607.292 -13.145 51
7 Cons., Property & Real Estate 471.624 -0.108 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1149.241 6.910 71
9 Finance 1234.248 10.015 91
10 Trade & Service 797.089 4.778 155
No Code Prev Close Change %
1 CLAY 180 306 126 70.00
2 NATO 103 175 72 69.90
3 SQMI 306 382 76 24.84
4 KMTR 268 334 66 24.63
5 JIHD 476 590 114 23.95
6 INRU 640 785 145 22.66
7 TNCA 206 250 44 21.36
8 INCF 296 358 62 20.95
9 DUTI 3,630 4,390 760 20.94
10 PADI 920 1,090 170 18.48
No Code Prev Close Change %
1 TFCO 735 620 -115 -15.65
2 OCAP 266 226 -40 -15.04
3 YPAS 660 575 -85 -12.88
4 CTTH 126 110 -16 -12.70
5 MFMI 725 635 -90 -12.41
6 BUKK 2,000 1,800 -200 -10.00
7 PYFA 180 163 -17 -9.44
8 TIRA 270 250 -20 -7.41
9 STTP 3,750 3,490 -260 -6.93
10 ASJT 300 280 -20 -6.67
No Code Prev Close Change %
1 INPC 79 80 1 1.27
2 UNTR 26,850 26,925 75 0.28
3 INDY 2,090 2,180 90 4.31
4 ASII 8,275 8,475 200 2.42
5 TLKM 3,990 4,020 30 0.75
6 BUMI 164 174 10 6.10
7 BBRI 3,810 3,820 10 0.26
8 KPAS 210 208 -2 -0.95
9 ERAA 2,310 2,310 0 0.00
10 TSPC 1,600 1,575 -25 -1.56