Portal Berita Ekonomi Rabu, 12 Desember 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:49 WIB. Facebook - Kantor Facebook di AS dapat ancaman bom. 
  • 16:35 WIB. Samsung - Samsung kolaborasi dengan Tesla kembangkan mobil otonom. 
  • 16:32 WIB. Facebook - Facebook akui bertemu dengan kedua Paslon Pilpres 2019.
  • 16:30 WIB. GoPro - GoPro pindahkan pabrik keluar China.
  • 16:29 WIB. Grab - Grab sebar diskon ongkir hingga 80% saat Harbolnas. 
  • 16:00 WIB. IHSG - Penutupan sesi II, HSG menguat 0,64% ke level 6.115,58. 

2,1 Juta Masyarakat Riau Belum Terdaftar di BPJS Kesehatan

Foto Berita 2,1 Juta Masyarakat Riau Belum Terdaftar di BPJS Kesehatan
Warta Ekonomi.co.id, Riau -

Penduduk Provinsi Riau mencapai 6 juta orang lebih dan yang telah terintegrasi menjadi peserta BPJS Kesehatan hingga awal 2018 baru sebanyak 3,9 juta orang.

"Artinya masih terdapat sebanyak 2,1 juta orang lagi yang harus dituntaskan kepesertaannya ke dalam Program JKN-KIS hingga Desember 2018 untuk menuju target capaian kesehatan universal (Universal Health Coverage/UHC) itu," kata Deputi Direksi BPJS Kesehatan Sumbagteng Siswandi, di Pekanbaru, Sabtu.

Menurut Siswandi, target UHC sampai Desember 2018 itu optimistis tercapai apalagi adanya kebijakan dibentuk Tim Percepatan Menuju UHC oleh Pemerintah Provinsi Riau sebagai amanat dari Inpres No. 8 Tahun 2017 yaitu instruksi Presiden RI pada Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Menkes, Mendagri, Mensos, Menteri BUMN, Menaker, Menkominfo, Kejagung, Direksi BPJS Kesehatan, dan para gubernur, bupati dan wali kota.

Melalui inpres tersebut, katanya, tiap lembaga bertugas memastikan seluruh penduduknya memiliki JKN-KIS dan tentunya untuk tingkat gubernur, mendorong bupati dan wali kota segera menindaklanjuti inpres tersebut dan segera menerbitkan surat edaran serta jika diperlukan menerbitkan perda.

Pada tingkat provinsi, Gubernur Riau telah menyiapkan Tim Percepatan Menuju Capaian Kesehatan Universal (Universal Health Coverage/UHC) dimotori oleh Dinas Kesehatan Provinsi Riau dan anggotanya semua lintas terkait, juga Kejaksaan dan Dinas Nakertrans.

Bahkan Kejaksaan Tinggi akan turun lapangan, katanya, untuk menindak pihak yang tidak patuh dikenai sanksi hukum sehingga semua pihak harus mendorong percepatan menuju UHC itu.

"Kita juga akan menggalang Kampus STIKES bersama Pengurus Daerah Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia untuk membantu menyelesaikan penuntasan kepesertaan penduduk daerah ini menjadi peserta JKN-KIS," katanya.

Ia mengatakan, BPJS Kesehatan juga akan merangkul IAKMI untuk mendorong Program JKN-KIS mulai dari sosialisasi, penelitian, peningkatan promotif preventif, dan Gerakan Masyarakat untuk menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Selain itu, BPJS Kesehatan akan menambahkan satu kurikulum untuk mahasiswa Kesehatan Masyarakat dari semester II sampai mereka lulus. Sesuai kesepakatan, masing-masing mahasiswa akan mendapatkan daerah binaan, jadi mulai dari daerah yang diawasi sejak awal hingga ketika mahasiswa itu lulus hasilnya daerah bianaan itu seperti apa.

"Yang dicermati oleh mahasiswa pada daerah binaannya adalah pola hidup masyarakatnya, angka kesakitannya seperti apa, berapa yang sudah ikut JKN-KIS, dan selanjutnya jika di daerah binaan tersebut penduduknya sudah ikut semuanya menjadi peserta JKN-KIS maka akan dilombakan untuk dinilai binaan yang lebih bagus, kalau belum apa kendalanya," katanya.

Kegiatan ini sudah dilakukan oleh Universitas Jambi, dan daerah binaan mereka beri nama Duta Belia, sedangkan untuk Riau namanya diserahkan pada kampus terkait.

Ia memandang bahwa masing-masing kampus sepertinya sudah juga mempunyai desa binaan, dan BPJS Kesehatan ada Desa JKN, serta BKKBN dengan Kampung KB-nya, ke depan semuanya akan disinergikan.

Tag: BPJS Kesehatan, Riau

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Gito Adiputro Wiratno

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6115.577 38.990 621
2 Agriculture 1505.088 -1.455 20
3 Mining 1755.401 7.640 47
4 Basic Industry and Chemicals 834.495 13.819 71
5 Miscellanous Industry 1393.243 11.184 46
6 Consumer Goods 2499.289 15.900 49
7 Cons., Property & Real Estate 451.558 6.736 73
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1041.077 9.161 71
9 Finance 1164.990 2.978 91
10 Trade & Service 792.381 1.998 153
No Code Prev Close Change %
1 ZONE 298 446 148 49.66
2 SOTS 350 436 86 24.57
3 AKSI 286 344 58 20.28
4 KPAS 600 710 110 18.33
5 ESSA 272 314 42 15.44
6 PNSE 650 750 100 15.38
7 SSTM 450 510 60 13.33
8 TRAM 144 163 19 13.19
9 IBFN 246 278 32 13.01
10 YPAS 570 640 70 12.28
No Code Prev Close Change %
1 SQMI 740 555 -185 -25.00
2 TFCO 780 610 -170 -21.79
3 OCAP 306 244 -62 -20.26
4 PDES 1,700 1,445 -255 -15.00
5 APEX 1,400 1,210 -190 -13.57
6 RIMO 162 142 -20 -12.35
7 RDTX 6,150 5,550 -600 -9.76
8 HDTX 140 127 -13 -9.29
9 YULE 220 200 -20 -9.09
10 MDKI 298 274 -24 -8.05
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 370 372 2 0.54
2 RIMO 162 142 -20 -12.35
3 KPAS 600 710 110 18.33
4 PTBA 4,280 4,310 30 0.70
5 ADRO 1,285 1,255 -30 -2.33
6 TLKM 3,620 3,650 30 0.83
7 TRAM 144 163 19 13.19
8 PTPP 1,900 2,020 120 6.32
9 WSKT 1,795 1,855 60 3.34
10 PGAS 2,060 2,130 70 3.40