Portal Berita Ekonomi Senin, 16 Juli 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 08:03 WIB. Hyundai - Hyundai Motor Indonesia mencatat kenaikan penjualan mobil 10% menjadi 617 unit pada semester I-2018.
  • 07:57 WIB. Hyundai - Hyundai Motor Indonesia menargetkan penjualan mobil sebanyak 1.271 unit pada 2018.
  • 07:53 WIB. Hyundai - Hyundai Motor Indonesia mengatakan masih akan fokus mengincar pasar segmen menengah atas.
  • 07:51 WIB. IPCC - Indonesia Kendaraan Terminal menargetkan peningkatan kapasitas tampung kendaraan jadi 2,1 juta unit/tahun. 
  • 07:50 WIB. IPCC - Indonesia Kendaraan Terminal menargetkan pendapatan tumbuh 38% pada 2018.
  • 07:45 WIB. Pertamina - Kementerian BUMN mengungkapkan Menteri Rini Soemarno sudah menyerahkan nama calon Dirut Pertamina ke Presiden Jokowi. 
  • 07:41 WIB. AS - Presiden Donald Trump mengatakan Uni Eropa berada di urutan atas daftar musuh dalam selimut bagi AS.
  • 07:39 WIB. Argentina - Jorge Sampaoli melepas jabatan pelatih timnas Argentina setelah hasil mengecewakan di Piala Dunia.
  • 07:39 WIB. PLN - Wapres JK yakin Direktur Utama PLN Sofyan Basir melaksanakan tender pembangunan proyek PLN dengan sangat ketat. 
  • 07:37 WIB. Rupiah - Anggota Komisi XI Mukhamad Misbakhun menilai depresiasi rupiah masih terkendali.
  • 07:37 WIB. Nelayan - HNSI meminta nelayan di Sumatera Utara agar menggunakan jaring milineum.
  • 06:47 WIB. Inflasi - Bank Indonesia memprediksi inflasi pada Juli 2018 sebesar 0,23%.

Toto Pranoto: Holding Migas Dorong BUMN Jadi Pemain Global

Foto Berita Toto Pranoto: Holding Migas Dorong BUMN Jadi Pemain Global
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Managing Director Lembaga Manajemen FEB UI Toto Pranoto menilai pembentukan holding migas diharapkan dapat mendorong perusahaan BUMN menjadi pemain global.

"Holding migas ini jadi alternatif mendorong agar BUMN, dalam hal ini Pertamina, bisa meningkat sebagai pemain global," katanya di Jakarta, Senin (26/3/2018).

Lanjuntya, dalam pembentukan holding BUMN migas, PT Pertamina (Persero) akan menjadi induk holding sementara PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk menjadi anak usaha Pertamina.

Toto mengatakan dibandingkan dengan perusahaan migas asal Malaysia Petronas, Pertamina dalam satu dekade terakhir justru mengalami kemunduran. Padahal, dulunya Petronas pernah berguru pada Pertamina.

Dalam hal aset perusahaan, misalnya, Petronas mampu tumbuh hingga 15,9 persen pada semester pertama 2017, jauh melampaui Pertamina yang hanya tumbuh 4,9 persen.

Pendapatan Petronas pun disebutnya lebih moncer dengan pertumbuhan pada 2016 hingga 22 persen sementara Pertamina hanya 19 persen.

"Kenapa bisa lincah? Karena Petronas itu mungkin jadi seperti Pertamina di era 80-an dalam hal organisasi. Mungkin juga karena mereka regulator dan memegang bisnis secara menyeluruh, beda dengan Pertamina sekarang," katanya.

Toto mengatakan di saat Petronas bisa ekspansi bisnis hingga ke seluruh dunia, Pertamina baru bisa memperluas ke jaringan tertentu saja.

"Bisa jadi itu karena kekuatan aset dan finansialnya. Bagaimana bisa kuat dan tingkatkan 'value' (nilai)? Ya dengan mengelola migas secara keseluruhan. Makanya holding migas ini bisa jadi alternatif bagaimana agar Pertamina sebagai pemain global bisa meningkat," tuturnya.

Lebih lanjut, Toto berpendapat masalah lain yang membuat daya saing BUMN Indonesia lemah adalah pengambilan keputusan yang lambat.

Hal itu berbeda dengan BUMN seperti Temasek (Singapura) dan Khazanah (Malaysia) yang bergerak mandiri secara korporasi tanpa intervensi.

"Kami berharap jika holding migas bisa dibentuk bagus, harapannya kita bisa punya BUMN yang lebih lincah," pungkasnya.

Tag: Toto Pranoto, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Holding Migas

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Vicky Fadil

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5944.074 36.202 597
2 Agriculture 1442.299 -2.397 19
3 Mining 2025.622 17.548 46
4 Basic Industry and Chemicals 781.407 1.463 70
5 Miscellanous Industry 1190.799 16.425 45
6 Consumer Goods 2475.480 19.771 46
7 Cons., Property & Real Estate 449.738 -0.448 67
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1084.437 -9.615 70
9 Finance 1034.503 11.557 91
10 Trade & Service 881.887 6.475 143
No Code Prev Close Change %
1 CSIS 432 540 108 25.00
2 TCPI 560 700 140 25.00
3 MGRO 338 422 84 24.85
4 POLL 1,150 1,435 285 24.78
5 YPAS 600 725 125 20.83
6 MLPT 760 910 150 19.74
7 SQMI 222 260 38 17.12
8 WICO 470 550 80 17.02
9 MFMI 750 850 100 13.33
10 TIRA 145 164 19 13.10
No Code Prev Close Change %
1 CANI 216 162 -54 -25.00
2 PEGE 230 173 -57 -24.78
3 UNIT 324 248 -76 -23.46
4 AIMS 260 202 -58 -22.31
5 LPPS 136 113 -23 -16.91
6 NUSA 254 222 -32 -12.60
7 DNAR 296 260 -36 -12.16
8 MARI 2,350 2,110 -240 -10.21
9 DWGL 145 131 -14 -9.66
10 APII 216 196 -20 -9.26
No Code Prev Close Change %
1 LPPS 136 113 -23 -16.91
2 IMAS 3,090 2,960 -130 -4.21
3 PGAS 1,620 1,685 65 4.01
4 BBTN 2,200 2,410 210 9.55
5 ANTM 860 910 50 5.81
6 TRUK 660 705 45 6.82
7 NFCX 2,770 3,100 330 11.91
8 KREN 725 725 0 0.00
9 SWAT 173 180 7 4.05
10 TLKM 4,100 4,020 -80 -1.95