Portal Berita Ekonomi Minggu, 21 Oktober 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Jurus Pamungkas Menghadapi Kejahatan Skimming

Foto Berita Jurus Pamungkas Menghadapi Kejahatan Skimming
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Beberapa waktu lalu publik dikejutkan oleh laporan hilangnya uang nasabah BRI di Kediri, Jawa Timur, secara misterius. Akibatnya, nasabah berbondong-bondong mendatangi kantor BRI terdekat untuk mengadukan masalah tersebut.

Diduga kuat kasus itu terjadi karena kejahatan skimming atau kejahatan yang dilakukan dengan alat bernama skammer. Alat ini ditempatkan di mesin anjungan tunai mandiri (ATM) yang kemudian menduplikat data nasabah dan mencurinya. Kasus serupa juga menimpa Bank Mandiri di Surabaya. Akibatnya, belasan nasabah bank itu antre mengurus pemblokiran rekening di Kantor Bank Mandiri KCP Surabaya Graha Pena. Para nasabah itu sengaja melakukan pemblokiran rekening karena saldo di rekening mereka raib secara misterius. Hal ini diduga akibat kejahatan serupa.

Berdasarkan catatan, skimming bukan hal yang pertama terjadi di negeri ini. Kejadian serupa juga pernah terjadi beberapa tahun lalu dengan menggunakan metode dan teknologi yang sama dan pelakunya berhasil ditangkap. Namun, teknologi kini terus berkembang dan diduga kasus skimming yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir melibatkan pihak asing atau menggunakan metode lintas negara. Data yang dicuri, kemudian dicairkan di negara lain.

Berdasarkan rilis Penyidik Polda Metro Jaya, jaringan skimming melibatkan warga negara Rumania, Hungaria, dan Indonesia untuk membobol 64 bank di sejumlah negara. Oleh karena itu, perlu ada kehati-hatian bagi masyarakat.

"Bank di luar negeri juga jadi korban," kata Kepala Unit IV Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Polisi Rovan Richard Mahenu.

Rovan menyebut pelaku membobol saldo rekening nasabah pada 64 bank di dunia terdiri atas 13 bank domestik dan 51 bank luar negeri dan termasuk jaringan internasional yang melakukan kejahatan antarnegara.

Laporkan

Kepala Kepolisian Resor Kota Besar (Kapolrestabes) Surabaya Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Rudi Setiawan mempersilakan korban dugaan kejahatan skimming di Surabaya untuk melapor ke instansinya agar segera mendapat penanganan penyelidikan. Tim Polrestabes Surabaya juga secara rutin melakukan penjagaan ketat mesin-mesin ATM yang tersebar di wilayah hukum Kota Surabaya. Pasalnya, selain tergolong sebagai objek vital, juga sebagai antisipasi.

Namun begitu, Rudi tetap meminta laporan dari masyarakat apabila menjadi korban kejahatan kasus skimming sehingga Polrestabes bisa cepat melakukan tindakan dan penyelidikan dari petugas. Dari pihak Bank Indonesia, juga telah meminta kalangan perbankan untuk mempercepat pemasangan teknologi chip pada kartu ATM nasabah guna mengantisipasi kasus tersebut.

"Sebenarnya, skimming ini sudah ada cukup lama. Sekarang muncul lagi, modusnya sama," kata Kepala Kantor Perwakilan BI Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Hamid Ponco Buwono.

Kartu ATM dengan model chip diakui dapat meningkatkan keamanan data nasaba, namun tidak mudah dilakukan karena biayanya cukup besar sehingga BI memberi target sampai 2020 agar tidak terlalu membebani perbankan.

"Ya, memang tidak bisa seketika meminta perbankan mengganti semua ATM dengan teknologi chip, tetapi setidaknya 2020 semua kartu ATM sudah model chip. Kalau untuk kartu kredit, kebanyakan perbankan sudah memakai chip," katanya.

Sementara itu, dari pihak BRI, Direktur Utama BRI Suprajarto mengaku telah memperkuat sistem keamanan guna mengantisipasi terjadinya kasus serupa dengan mengaplikasikan perangkat lunak (software) untuk mengantisipasi transaksi di luar kebiasaan atau anomali agar lebih efektif mencegahnya.

"Sebetulnya bukan hanya BRI, banyak juga bank yang kena. Ini jangan dibesar-besarkan, pasti semua bank sudah melakukan langkah terbaik sehingga tidak ada keresahan di tengah masyarakat," ujar Suprajarto.

Rumus Bijak

Kepala Perwakilan Kantor Bank Indonesia (BI) Jember Achmad Bunyamin memberikan saran kepada nasabah sebagai antisipasi kasus pembobolan ATM dengan modus skimming, yakni tidak memberitahukan personal identification number (PIN) ATM kepada siapa pun. Selain itu, mengganti PIN secara berkala, kemudian mengecek saldo rekening, lalu melakukan pencetakan buku tabungan.

"Kami menyarankan kepada nasabah yang melakukan transaksi keuangan di ATM sebaiknya memilih ATM yang berada di kantor perbankan atau pusat kota, serta disarankan melakukan transaksi dengan internet banking," katanya.

Ia juga meminta pihak perbankan melakukan pemeriksaan ATM secara berkala, terutama untuk ATM yang lokasinya jauh dari keramaian dan berada di pelosok yang rawan menjadi pemasangan alat skimming. Tujuannya agar nasabah yang menyimpan sejumlah uangnya di perbankan merasa aman sehingga perlu melakukan langkah-langkah strategis dalam rangka mitigasi risiko hilangnya dana nasabah.

Diakui bersama atau tidak, perkembangan teknologi yang begitu cepat dan memudahkan manusia kadang membuat manusia lupa bahwa kemajuan teknologi selalu dibarengi dua sisi, yakni positif dan negatif. Manusia lupa dengan sisi negatif karena terlalu euforia atau gembira dengan hadirnya teknologi yang sifat dasarnya adalah memudahkan dalam pekerjaan sehari-hari. Oleh karena itu, perlu ada sikap kehati-hatian dalam setiap mengikuti perkembangan teknologi sehingga akan muncul kewaspadaan dalam diri.

Kemajuan teknologi memang tidak bisa dilawan. Namun, rumus bijak yang perlu diberlakukan adalah tetap mengikuti dibarengi sikap kewaspadaan sehingga akan ada upaya antisipasi, seperti halnya kasus skimming.

Tag: skimming, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), Bank Indonesia (BI)

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,077.46 4,036.30
British Pound GBP 1.00 19,921.28 19,721.82
China Yuan CNY 1.00 2,204.59 2,182.69
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 15,297.00 15,145.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,868.52 10,759.01
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,951.30 1,931.74
Dolar Singapura SGD 1.00 11,083.98 10,971.46
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,528.83 17,353.14
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,679.82 3,638.00
Yen Jepang JPY 100.00 13,610.64 13,474.20

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5837.291 -7.951 610
2 Agriculture 1574.400 -2.628 20
3 Mining 1909.966 -6.234 47
4 Basic Industry and Chemicals 757.451 4.747 70
5 Miscellanous Industry 1254.992 40.866 45
6 Consumer Goods 2471.957 -17.927 49
7 Cons., Property & Real Estate 409.115 1.009 71
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1046.955 -0.876 70
9 Finance 1054.067 -5.371 91
10 Trade & Service 792.965 -3.931 147
No Code Prev Close Change %
1 MAYA 6,950 8,150 1,200 17.27
2 NICK 138 159 21 15.22
3 APEX 1,780 2,000 220 12.36
4 HELI 85 94 9 10.59
5 DUCK 1,370 1,515 145 10.58
6 SMDM 133 145 12 9.02
7 RODA 350 378 28 8.00
8 MPRO 236 254 18 7.63
9 ACST 1,495 1,600 105 7.02
10 TBIG 5,050 5,375 325 6.44
No Code Prev Close Change %
1 MFMI 875 730 -145 -16.57
2 JAWA 160 138 -22 -13.75
3 CNTX 545 472 -73 -13.39
4 PNSE 875 770 -105 -12.00
5 RELI 256 228 -28 -10.94
6 LPLI 148 132 -16 -10.81
7 JKSW 68 62 -6 -8.82
8 RMBA 378 348 -30 -7.94
9 BISI 1,520 1,400 -120 -7.89
10 PSDN 208 192 -16 -7.69
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 332 344 12 3.61
2 BHIT 82 81 -1 -1.22
3 KPIG 136 135 -1 -0.74
4 PGAS 2,230 2,270 40 1.79
5 MNCN 790 780 -10 -1.27
6 TLKM 3,760 3,730 -30 -0.80
7 SCMA 1,785 1,725 -60 -3.36
8 ADRO 1,730 1,700 -30 -1.73
9 TARA 890 890 0 0.00
10 INKP 13,675 13,475 -200 -1.46