Portal Berita Ekonomi Selasa, 02 Juni 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 13:13 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,03% terhadap Euro pada level 1,1133 USD/EUR.
  • 13:16 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.737 USD/troy ounce. 
  • 13:15 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,12% terhadap Yen pada level 107,72 JPY/USD.
  • 13:12 WIB. Valas Dollar AS melemah 0,08% terhadap Poundsterling pada level 1,2502 USD/GBP.
  • 13:06 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 38,51 USD/barel.
  • 13:04 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 35,63 USD/barel.
  • 11:32 WIB. IHSG - IHSG menguat 2,47% di akhir sesi I.

Sektor Properti Lambat, Industri Semen Terhantam

Sektor Properti Lambat, Industri Semen Terhantam
WE Online, Jakarta -

Industri semen Tanah Air tahun 2017 lalu mengalami tantangan yang cukup berat. Bahkan, 3 raksasa semen di Indonesia mengalami penurunan keuntungan cukup dalam.

Ekonom Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara mengatakan hal tersebut terjadi lantaran sektor properti masih menurun dan mempengaruhi permintaan semen. Bahkan, pada 2015 hingga 2017 beberapa perusahaan semen mengalami oversupply karena produksinya tidak terserap pasar. 

"Perkembangan penjualan properti residensial masih rendah di akhir tahun 2017. Data terakhir survei Bank Indonesia (BI) menunjukkan pertumbuhan penjualan rumah di kuartal IV 2017 mencapai 3,05% (qtq) lebih rendah dibanding triwulan IV 2016 yakni 5,06%," katanya kepad Warta Ekonomi, Senin (26/3/2018).

Lebih lanjut dirinya mengatakan hal tersebut dipengaruhi oleh masih tingginya bunga KPR, sedangkan 75,9% masyarakat membeli rumah menggunakan KPR, hanya 7,3% yang tunai. Jadi, sensitivitas antara bunga KPR dan permintaan properti sangat tinggi. 

Indikator lain, lanjut Bhima, rendahnya permintaan properti juga terlihat dari penjualan riil perlengkapan rumah tangga, yakni barang-barang durable masih tumbuh negatif, -10% (yoy) per Januari 2018 dan -3,1% (mtm).  Sementara di sisi yang lain, pembangunan infrastruktur terbukti tidak berkorelasi positif terhadap kenaikan permintaan semen. 

"Jumlah proyek yang selesai dari 245 PSN baru di bawah 10%. Sisanya masih planning atau perencanaan sekitar 40%," tambahnya.

Sebagai catatan, beberapa perusahaan semen, seperti PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) mengalami penurunan laba hingga 55,45% menjadi Rp2,01 triliun. Kemudian, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) yang mengalami penyusutan keuntungan 51,94% di 2017 menjadi Rp1,85 triliun, seakan tidak mau kalah PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) juga mengalami penurunan laba dari Rp259,09 miliar di 2016 menjadi Rp146,59miliar di 2017.

Baca Juga

Tag: PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, PT Semen Baturaja (Persero) Tbk, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira Adhinegara

Penulis: Gito Adiputro Wiratno

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Antara/Didik Suhartono

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,882.91 3,843.25
British Pound GBP 1.00 18,199.19 18,015.22
China Yuan CNY 1.00 2,046.41 2,025.73
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,574.51 14,429.49
Dolar Australia AUD 1.00 9,881.52 9,780.31
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,880.34 1,861.61
Dolar Singapura SGD 1.00 10,360.04 10,254.04
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,209.77 16,047.04
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,397.32 3,355.70
Yen Jepang JPY 100.00 13,541.31 13,402.83
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4753.612 37.427 692
2 Agriculture 964.931 -6.866 22
3 Mining 1238.201 -5.085 49
4 Basic Industry and Chemicals 745.733 20.935 78
5 Miscellanous Industry 858.396 28.927 52
6 Consumer Goods 1806.725 -11.041 58
7 Cons., Property & Real Estate 322.957 -4.552 90
8 Infrastruc., Utility & Trans. 864.084 3.083 78
9 Finance 962.515 13.502 93
10 Trade & Service 606.633 2.757 172
No Code Prev Close Change %
1 KRAH 416 510 94 22.60
2 AKSI 96 117 21 21.88
3 WINS 63 73 10 15.87
4 DIVA 815 940 125 15.34
5 IKBI 210 240 30 14.29
6 AHAP 50 57 7 14.00
7 PDES 360 410 50 13.89
8 DMMX 80 91 11 13.75
9 AMAR 175 195 20 11.43
10 DUCK 422 470 48 11.37
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10