Portal Berita Ekonomi Minggu, 21 Oktober 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 14:50 WIB. Jatim - Gubernur Jatim luncurkan buku liberalisasi ekonomi.

Amartha: Fintech Dorong Perekonomian Indonesia

Foto Berita Amartha: Fintech Dorong Perekonomian Indonesia
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Vice President PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) Aria Widyanto mengatakan bahwa teknologi finansial (tekfin) dengan segala kelebihannya dapat mendorong perekonomian Indonesia. Apalagi, karakter tekfin yang lebih cepat, praktis, dan efisien, bisa memotong banyak biaya administrasi dan memberikan imbal hasil yang menarik, serta akses permodalan yang lebih terjangkau. 

Kendati begitu, masyarakat tidak boleh gelap mata ketika dihadapkan dengan berbagai kemudahan dan keuntungan yang ditawarkan. Dengan kata lain, masyarakat harus jeli dan memahami konsep serta cara kerja tekfin. Adapun satu hal yang dapat menjadi patokan bagi masyarakat untuk menimbang kredibilitas tekfin, yakni adanya regulator yang sudah memayungi tekfin tersebut.

"Terdaftar dan diawasi OJK misalnya, bisa dijadikan salah satu parameter keamanan tekfin," kata Aria dalam acara "Fintech, Investasi Bodong dan Cyber Security", Fintech Days 2018, di Medan, beberapa waktu lalu. 

Transparansi juga menjadi salah satu kunci dalam menentukan kredibilitas dan keamanan tekfin. Untuk hal ini, diperlukan komitmen dari penyedia layanan keuangan digital dalam memberikan informasi sejelas-jelasnya kepada konsumen.

"Contohnya Amartha, kami selalu mengomunikasikan seluruh proses yang terjadi, baik proses on boarding mitra Amartha (peminjam), maupun credit scoring system yang kami gunakan pada para pendana (investor) sehingga pendana tahu betul bagaimana mitra dipilih. Amartha juga memfasilitasi pendana untuk mengunjungi mitra dalam acara Village Tour yang diadakan per bulan," jelas Aria.

Aria menerangkan, masyarakat juga bisa menilai keamanan sebuah fintech dari institusi yang bekerja sama dengan tekfin tersebut. Saat ini Amartha telah bekerja sama dengan Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo), bahkan telah mendapatkan pendanaan series A dari Mandiri Capital Indonesia.

OJK mencatat sepanjang tahun 2017 perkembangan pengguna jasa tekfin P2P lending semakin pesat baik pemberi pinjaman maupun pencari pinjaman. Pada akhir 2017, total jumlah pemberi pinjaman mencapai 100.940 orang, atau naik 603 persen dari Desember 2016 sebanyak 14.364 orang. Pulau Jawa masih mendominasi pemberi pinjaman sebesar  75.769 orang (75%) dibanding luar pulau Jawa sebesar 24.028 orang (24%) dan luar negeri sebesar 1.143 orang (1%). 

Seperti dilansir ojk.go.id, semakin pesatnya pertumbuhan tekfin membuat OJK menerbitkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 77/POJK.01/2016. Tak lain, regulasi ini untuk melindungi kepentingan konsumen terkait keamanan dana dan data, serta kepentingan nasional terkait pencegahan pencucian uang, pendanaan terorisme, dan stabilitas sistem keuangan.

Amartha sendiri telah resmi terdaftar dan diawasi OJK. Perusahaan ini terdaftar sebagai Penyelenggara Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi dengan nomor registrasi S-2491/NB.111/2017. Menurut Aria, sesuai dengan regulasi pemerintah, saat ini Amartha juga sedang mempersiapkan pengajuan izin ke OJK.

"Hal semacam ini sangat baik dan perlu. Kerja sama dengan regulator pastinya akan meningkatkan kepercayaan konsumen, juga menjaga kualitas dari tekfin di Indonesia sendiri. Semoga masyarakat semakin terbuka dan memahami karakteristik dari tekfin terpercaya, serta mulai terlibat aktif," tutup Aria. 

Tag: Aria Widyanto, PT Amartha Mikro Fintek (Amartha), Financial Technology (FinTech)

Penulis: Ning Rahayu

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Amartha

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,077.46 4,036.30
British Pound GBP 1.00 19,921.28 19,721.82
China Yuan CNY 1.00 2,204.59 2,182.69
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 15,297.00 15,145.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,868.52 10,759.01
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,951.30 1,931.74
Dolar Singapura SGD 1.00 11,083.98 10,971.46
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,528.83 17,353.14
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,679.82 3,638.00
Yen Jepang JPY 100.00 13,610.64 13,474.20

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5837.291 -7.951 610
2 Agriculture 1574.400 -2.628 20
3 Mining 1909.966 -6.234 47
4 Basic Industry and Chemicals 757.451 4.747 70
5 Miscellanous Industry 1254.992 40.866 45
6 Consumer Goods 2471.957 -17.927 49
7 Cons., Property & Real Estate 409.115 1.009 71
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1046.955 -0.876 70
9 Finance 1054.067 -5.371 91
10 Trade & Service 792.965 -3.931 147
No Code Prev Close Change %
1 MAYA 6,950 8,150 1,200 17.27
2 NICK 138 159 21 15.22
3 APEX 1,780 2,000 220 12.36
4 HELI 85 94 9 10.59
5 DUCK 1,370 1,515 145 10.58
6 SMDM 133 145 12 9.02
7 RODA 350 378 28 8.00
8 MPRO 236 254 18 7.63
9 ACST 1,495 1,600 105 7.02
10 TBIG 5,050 5,375 325 6.44
No Code Prev Close Change %
1 MFMI 875 730 -145 -16.57
2 JAWA 160 138 -22 -13.75
3 CNTX 545 472 -73 -13.39
4 PNSE 875 770 -105 -12.00
5 RELI 256 228 -28 -10.94
6 LPLI 148 132 -16 -10.81
7 JKSW 68 62 -6 -8.82
8 RMBA 378 348 -30 -7.94
9 BISI 1,520 1,400 -120 -7.89
10 PSDN 208 192 -16 -7.69
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 332 344 12 3.61
2 BHIT 82 81 -1 -1.22
3 KPIG 136 135 -1 -0.74
4 PGAS 2,230 2,270 40 1.79
5 MNCN 790 780 -10 -1.27
6 TLKM 3,760 3,730 -30 -0.80
7 SCMA 1,785 1,725 -60 -3.36
8 ADRO 1,730 1,700 -30 -1.73
9 TARA 890 890 0 0.00
10 INKP 13,675 13,475 -200 -1.46